- Arab Saudi Salurkan 100 Ton Kurma ke Indonesia Jelang Ramadan, Siap Dibagi ke Masjid hingga Kampus
- Pre Launching Bandara Internasional Mutiara SIS Al-Jufri, Dua Rute Baru Segera Dibuka
- Menkeu Purbaya Siapkan Rp55 Triliun untuk THR ASN 2026, Target Cair Awal Ramadan
- Viral! Siswi MTs di Sigi Minta Menu MBG Dibuat Enak untuk Kado Ulang Tahun Ayahnya
- Johnny Limbunan Cup ke-18 Resmi Bergulir, Wadah Pembinaan Atlet Sulteng
- Sulteng Disambar 26.003 Petir dalam Sepekan, 10 Februari Paling Tinggi
- Aksi Bersih Serentak di Pantai Kampung Nelayan dan Pasar Masomba, 3 Ton Sampah Diangkut
- Jembatan Palu IV dan Elevated Road Resmi Dibuka, Warga Sudah Bisa Melintas
- Sesar Palu Koro Aktif, Donggala Tiga Kali Diguncang Gempa
- Denda Tunggakan BPJS Kelas 3 Akan Dihapus, Perpres Disiapkan
Mulai 17 Agustus, Uang Keluar-Masuk Digitalmu Akan Tersambung ke NIK dan Terpantau Pajak

Keterangan Gambar : Ilustrasi. (Foto: iStockphoto)
Likeindonesia.com, Jakarta - Dalam upaya memperkuat transparansi sistem keuangan nasional, Bank Indonesia (BI) tengah menyiapkan peluncuran Payment ID, sebuah sistem pendeteksi transaksi digital yang digadang-gadang akan menjadi fondasi baru dalam ekosistem pembayaran Indonesia. Direncanakan meluncur bertepatan dengan Hari Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2025, inovasi ini kini memasuki tahap finalisasi regulasi.
Apa Itu Payment ID?
Baca Lainnya :
- Gempa M8,7 Guncang Kamchatka Rusia, BMKG Sebut Berpotensi Tsunami di Sejumlah Wilayah Indonesia
- Akhirnya, Perang Berakhir! Thailand dan Kamboja Sepakat Berdamai
- Orang Miskin RI Paling Banyak Tinggal di Jawa, Angkanya Tembus 12,56 Juta
- Rekening Nganggur Lebih dari 3 Bulan? Waspada, Bisa Kena Beku Sementara dari PPATK!
- Gaji dan Tunjangan PNS Golongan 3a–3d Cair 1 Agustus 2025, Ini Rinciannya
Payment ID adalah sistem pengenal transaksi berbasis NIK (Nomor Induk Kependudukan), yang secara otomatis merekam dan menyimpan semua aktivitas transaksi digital pengguna di server terpusat milik BI. Tidak seperti sistem perbankan konvensional, Payment ID menyatukan data lintas platform, baik dari bank, dompet digital, maupun penyedia pinjaman online, dalam satu identitas digital terpadu.
Mengintip Kekuatan Payment ID
Sistem ini bukan sekadar alat pendeteksi transaksi, melainkan sebuah mesin analitik canggih. Dudi Dermawan, Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI, menyebut Payment ID sebagai sistem yang “sangat powerful” karena kemampuannya melihat seluruh arus uang individu, baik pemasukan maupun pengeluaran.
"Pendapatan dari mana, datanya sangat telanjang," ujar Dudi, menggambarkan keterbukaan data yang mampu ditampilkan Payment ID.
Dengan kemampuannya membaca pola transaksi, Payment ID dapat mendeteksi potensi keterlibatan dalam aktivitas ilegal seperti judi online atau pinjaman ilegal, serta menilai kelayakan ekonomi individu secara lebih akurat dan real-time.
Bagaimana Privasi Pengguna Dijaga?
Kendati menyimpan data yang sangat sensitif, BI menekankan pentingnya perlindungan privasi melalui sistem “consent-based access”. Artinya, pihak ketiga seperti bank atau lembaga keuangan tidak bisa sembarangan mengakses data seseorang tanpa persetujuan eksplisit.
Prosesnya juga diklaim sederhana dan transparan:
Notifikasi dikirim langsung ke ponsel pengguna saat ada permintaan akses.
Pengguna harus menyetujui akses tersebut sebelum data dianalisis lebih lanjut.
Akses terbatas hanya untuk keperluan tertentu, seperti verifikasi kredit atau penyaluran bantuan sosial.
(Bim)









