- Jumlah Warga Terdampak Gempa di Sigi Capai Ribuan, 1 Korban Jiwa dan 1.360 Rumah Rusak
- Fokus Penanganan Pascagempa, Wagub Sulteng Sambangi RS dan Warga Terdampak
- Hingga Pukul 05.30 WITA, Gempa Susulan Pascagempa M 6,7 Capai 419 Kali
- BMKG Laporkan 177 Gempa Susulan hingga Pukul 20.00 WITA, 70 Kali Dirasakan Warga
- BPJN Sulteng Pastikan Sejumlah Jembatan di Palu hingga Jalan Kebun Kopi Aman Pascagempa M 6,7
- BMKG Sebut Gempa Magnitudo 6,7 di Palu-Sigi Berasal dari Aktivitas Sesar Sausu
- BMKG Catat 71 Gempa Susulan hingga Pukul 14.30 WITA
- Gubernur Instruksikan Tanggap Darurat Usai Gempa M 6,7, Tenaga Medis Dikerahkan ke Lokasi Terdampak
- BMKG Catat 16 Kali Gempa Susulan Usai Magnitudo 6,7 di Tenggara Palu
- Empat Atlet Junior Sulteng Berlaga di Asian OWS Bali
Pencarian Dua Nelayan Hilang di Perairan Laulalang Tolitoli Ditutup

Keterangan Gambar : Operasi pencarian terhadap dua orang nelayan yang dilaporkan belum kembali dari melaut di perairan Desa Laulalang, Kecamatan Tolitoli Utara, Kabupaten Tolitoli, resmi ditutup pada Jumat (18/07). (Foto: IST)
Likeindionesia.com, Tolitoli - Operasi pencarian terhadap dua orang nelayan yang dilaporkan belum kembali dari melaut di perairan Desa Laulalang, Kecamatan Tolitoli Utara, Kabupaten Tolitoli, resmi ditutup pada Jumat (18/07) setelah berlangsung selama tujuh hari. Kedua korban, atas nama Pandi (37 th) dan Suyuti (47 th), warga setempat, dilaporkan hilang sejak Jumat, 7 Juli 2025.
Tim SAR Gabungan yang terdiri dari personel Rescue USS Tolis, Polairud, Bhabinsa, pihak keluarga, serta masyarakat dan nelayan sekitar, telah melakukan pencarian secara intensif di area yang diperkirakan menjadi lokasi hilangnya korban. Namun hingga hari ketujuh, hasil operasi SAR masih nihil atau belum membuahkan hasil.
Baca Lainnya :
- Tidur Lelap di Kapal Berujung Trauma, Mahasiswi Luwuk Jadi Korban Pelecehan oleh Oknum Dosen
- ASN Kantor Sekda Sulteng Disidak Gubernur, Siapa yang Ketahuan Bolos?
- BMA Sulteng Siapkan Pelaksanaan Sanksi Adat Terhadap Gus Fuad Pleret
- Rp5, 2 Miliar Terancam Raib, Satgas Pasti Ungkap Praktik Impersonasi OMC di Palu
- Gubernur Anwar Hafid Fokus Pulihkan Hutan dari Cengkeraman Tambang
Pada pukul 16.00 wita, Tim SAR Gabungan bersama keluarga korban dan pemerintah setempat melaksanakan musyawarah dan sepakat untuk menghentikan operasi SAR aktif. Proses pencarian akan dilanjutkan dengan metode pemantauan secara pasif. Apabila di kemudian hari ditemukan tanda-tanda keberadaan korban, operasi SAR akan dibuka kembali.
Seluruh unsur SAR yang terlibat dalam operasi ini telah dikembalikan ke satuan masing-masing, disertai ucapan terima kasih atas dedikasi dan sinergi dalam misi kemanusiaan ini.
“Kami telah berupaya maksimal selama tujuh hari dalam pencarian kedua korban. Namun hingga saat ini belum ditemukan tanda-tanda keberadaan mereka. Berdasarkan kesepakatan bersama keluarga dan unsur terkait, operasi SAR dinyatakan ditutup dan dilanjutkan dengan pemantauan. Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kerjasama seluruh pihak yang terlibat.” Muh. Rizal, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu. (Bim)










