- Ketua DPRD se-Sulteng Dorong Penguatan Sinergi Pembangunan Daerah
- 459 Ton Durian Sulteng Diekspor ke Tiongkok, Digadang Jadi Ikon Baru Nasional
- Pemerintah Buka 35 Ribu Loker KDKMP dan KNMP, Pelamar yang Lolos Jadi Pegawai BUMN
- Ketika Pemerintah Daerah Menyewa Influencer, Sebuah Jalan Pintas?
- Ketua DPRD Kota Palu Ikuti Retret Ketua DPRD se-Indonesia di Akmil Magelang
- Gubernur Anwar Hafid Ungkap Rencana Alun-alun Ikonik di Palu, Konsepnya Mirip Halaman Istana Negara
- Nambaso Fest 2026 Resmi Dibuka, Digelar Meriah Tanpa Membebani Anggaran Daerah
- HUT ke-62 Sulteng, Gubernur Tekankan Pemerataan Kesejahteraan di Seluruh Daerah
- Turun Langsung ke Desa Dalaka, Gubernur Sulteng Tancap Gas Perbaiki Jalan dan Layanan Warga
- Liga 4 Piala Gubernur Sulteng Resmi Bergulir, Talenta Muda Didorong Berprestasi Lewat Sepak Bola
Polda Sulteng Perpanjang Operasi Madago Raya Tahap IV, 256 Personel Diterjunkan

Keterangan Gambar : Aparat Operasi Madago Raya 2025 Tahap IV. (Foto : Humas Polda Sulteng)
Likeindonesia.com, Poso – Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah memperpanjang pelaksanaan Operasi Madago Raya 2025 Tahap IV.
Operasi ini berlangsung selama 92 hari, mulai 1 Oktober hingga 31 Desember 2025.
Baca Lainnya :
- SK Resmi Diserahkan, Nilam Sari Lawira Kembali Jadi Nahkoda DPW NasDem Sulteng
- Tambang Ilegal Jadi Sorotan Wabup Parigi Moutong di Tengah Merebaknya Kasus Malaria
- Rencana Pemekaran Kabupaten Tompotika Masih Tunggu Regulasi Pusat
- 47 Atlet Korpri Sulteng Siap Berlaga di Pornas XVII Palembang
- Bangkep, Sigi, Tolitoli, dan Poso Diguncang Gempa Hari Ini
Kapolda Sulteng Irjen Pol Agus Nugroho melalui Kepala Operasi Madago Raya, Kombes Pol Heni Agus Sunandar, menyebutkan perpanjangan ini tetap melibatkan TNI-Polri serta dukungan pemerintah daerah dan masyarakat.
Fokus operasi diarahkan pada upaya deradikalisasi dan kontra radikalisasi.
“Sebanyak 256 personel diterjunkan dalam Operasi Madago Raya Tahap IV dengan rincian 232 personel Polri, 20 personel TNI, serta 4 anggota Korpolairud Baharkam Polri,” ujar Kombes Heni dalam keterangan tertulisnya, Rabu (1/10/2025).
Ia menambahkan, pola operasi mengedepankan langkah preemtif dan preventif untuk menjaga keamanan di tiga wilayah sasaran, yakni Kabupaten Poso, Parigi Moutong, dan Tojo Una-una.
“Upaya deradikalisasi dan kontra radikalisasi ini untuk mewujudkan situasi yang aman, damai dan kondusif,” jelasnya.
Selain itu, aparat juga mengajak partisipasi masyarakat.
Kombes Heni menegaskan pentingnya kewaspadaan warga terhadap aktivitas mencurigakan di lingkungannya.
“Kami berharap warga tetap waspada, tidak mudah terprovokasi, serta segera melapor jika melihat aktivitas mencurigakan.
Sinergi aparat dan masyarakat menjadi kunci utama dalam keberhasilan operasi ini,” pungkasnya. (Rul/Nl)










