- Bantuan untuk Korban Gempa di Sulteng Bertambah, PT Donggi Senoro LNG Serahkan Kasur hingga Selimut
- Tiga Wilayah Sulteng Diguncang Gempa pada 1 Juli, Terkuat di Sigi
- Ini Daerah dengan Pengeluaran Makanan dan Minuman Jadi Tertinggi di Sulteng, Palu dan Poso Teratas
- Harganas 2026, Orang Tua di Sulteng Diminta Bijak Dampingi Anak Gunakan Gawai
- Suhu Palu Tembus 34,7 Derajat, Wagub Ajak Masyarakat Lebih Peduli Perubahan Iklim
- Palu Catat Suhu Maksimum 35 Derajat, Jadi Wilayah Terpanas Kedua di RI
- 50 Huntara Mulai Dibangun untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Akbar Supratman Salurkan Ribuan Paket Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Dalam Sepekan, Gempa Susulan M 6,7 di Sulteng Capai 1.318 Kali
- PTN dan PTS se-Sulteng Bangun Kolaborasi Mitigasi Bencana Berbasis Riset
Kepala BGN Pastikan Anak dari Pernikahan Siri hingga Putus Sekolah Bakal Kebagian MBG

Keterangan Gambar : Kepala BGN, Dadan Hindayana dalam rapat dengar pendapat (RDP) di Komisi IX DPR RI, Jakarta, Selasa (20/1/2026). (Foto: Kanal YouTube DPR RI/Tangkapan layar)
Likeindonesia.com, Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan anak dari pernikahan siri yang tak memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK) hingga anak putus sekolah akan mendapat Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala BGN, Dadan Hindayana mengatakan, masih ada sejumlah anak-anak balita yang belum terdata sebagai penerima MBG, termasuk anak dari pernikahan siri karena tidak memiliki NIK.
Baca Lainnya :
- Dari Cemas sampai Depresi, Menkes Sebut Sekitar 28 Juta Orang Indonesia Punya Masalah Kejiwaan
- CPNS 2026 Berpeluang Dibuka, Menteri PANRB: Khusus untuk Fresh Graduate
- 31 Persen Warga Indonesia Lebih Suka Curhat ke AI Ketika Sedih
- Budaya Ngopi Kian Masif, Indonesia Jadi Negara dengan Coffee Shop Terbanyak
- Data BPS: Orang Indonesia Lebih Pilih Liburan ke Wisata Alam Dibanding Mal atau Wahana
"Banyak anak-anak balita termasuk ibu hamil ibu menyusui yang belum terdata dalam sistem kenegaraan seperti misalnya anak-anak dari pernikahan dini atau pernikahan siri itu tak punya NIK," ujar Dadan dalam rapat dengar pendapat (RDP) di Komisi IX DPR RI, Jakarta, Selasa (20/1/2026).
Dadan menyebut, pihaknya tengah melakukan pendataan ulang untuk memastikan setiap anak mendapatkan MBG.
"Sehingga harus kita data ulang ke setiap RT-RT untuk memastikan bahwa mereka akan mendapatkan makan bergizi, termasuk juga anak putus sekolah di usia antara 0 sampai 18 tahun," katanya.
Dadan menambahkan, seluruh penerima manfaat yang belum mendapat MBG, akan dikoordinasikan bersama stakeholder terkait. Bagi anak putus sekolah, kata dia, akan masuk ke Sekolah Rakyat guna mendapat MBG.
"Jadi kalau mereka putus sekolah sebagian mereka akan masuk Sekolah Rakyat, sebagian yang belum masuk Sekolah Rakyat kita akan kumpulkan di satu tempat untuk mendapatkan program MBG," pungkasnya. (Nul/Nl)










