- Akbar Supratman Salurkan Ribuan Paket Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Dalam Sepekan, Gempa Susulan M 6,7 di Sulteng Capai 1.318 Kali
- PTN dan PTS se-Sulteng Bangun Kolaborasi Mitigasi Bencana Berbasis Riset
- Resmi Terpilih, Dua Pelajar Asal Bangkep dan Palu Wakili Sulteng Jadi Calon Paskibraka Nasional 2026
- Enam Hari Pascagempa M 6,7, Gempa Susulan di Sulteng Tembus 1.256 Kali
- Sensus Ekonomi 2026 Digelar, Masyarakat Sulteng Diajak Beri Data Akurat
- Ratusan Skater Ramaikan Go Skateboarding Day 2026 di Palu
- Ditemukan 24 Titik Longsor di Sigi Pascagempa, BNPB Antisipasi Risiko Banjir Bandang
- Kloter Pertama Jemaah Haji Sulteng Tiba di Palu, Disambut Haru Keluarga
- Fathur Razaq Salurkan Ratusan Paket Sembako untuk Korban Gempa di Sigi
Gubernur Sulteng Ingatkan Perusahaan untuk Tidak Abaikan Keselamatan Pekerja

Keterangan Gambar : Kegiatan Berani May Day 2026, digelar di Milenium Waterpark Palu, Minggu (3/5/2026). (Foto : Humas Pemprov Sulteng)
Likeindonesia.com, PALU – Peringatan 140 tahun Hari Buruh Internasional di Sulawesi Tengah berlangsung semarak melalui kegiatan “Berani May Day 2026” yang digelar di Milenium Waterpark Palu, Minggu (3/5/2026). Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid bersama Wakil Gubernur Reny A. Lamadjido, serta diikuti berbagai serikat buruh, pengusaha, dan pemangku kepentingan ketenagakerjaan di daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Anwar Hafid menekankan pentingnya keselamatan kerja sebagai hal yang tidak boleh diabaikan oleh perusahaan.
Baca Lainnya :
- Hardiknas 2026, Pemerintah Dorong Penerapan Deep Learning di Satuan Pendidikan
- Pembayaran Honorer di Sulteng Ditarget Tertib dan Merata, Gubernur Pastikan Tanpa Ketimpangan
- Guru Viral Perbaiki Pintu Kelas di Sekolah Terpencil Parimo Dapat Apresiasi dari Pemprov Sulteng
- Disambut KONI Sulteng, Atlet ASKI Pulang Bawa Dua Medali Emas dari Kejurnas di Jakarta
- Hari Kartini ke-147, Perempuan Sulteng Diajak Jadi Penggerak dari Keluarga hingga Pembangunan Daerah
Ia menegaskan bahwa perlindungan terhadap pekerja, khususnya terkait standar keselamatan, harus menjadi perhatian utama di setiap sektor usaha.
“Tugas pemerintah jelas, melindungi pekerja. Tidak boleh ada kompromi terhadap keselamatan kerja,” tegas Anwar Hafid.
Ia juga mengingatkan masih adanya perusahaan yang belum sepenuhnya memenuhi standar keselamatan kerja bagi para pekerjanya. Menurutnya, pemerintah harus hadir secara cepat dan tegas dalam menangani setiap persoalan ketenagakerjaan, termasuk potensi kecelakaan kerja di lapangan.
Anwar Hafid turut menegaskan bahwa kesejahteraan buruh tidak hanya berkaitan dengan upah, tetapi juga rasa aman saat bekerja. Karena itu, penguatan pengawasan dan kepatuhan perusahaan terhadap aturan keselamatan kerja menjadi hal yang terus didorong pemerintah daerah.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara perlindungan pekerja dan keberlanjutan investasi di Sulawesi Tengah yang kini menjadi salah satu daerah tujuan investasi nasional. Menurutnya, investasi yang sehat harus berjalan seiring dengan perlindungan tenaga kerja.
Dalam kesempatan yang sama, ia juga memperkenalkan berbagai program jaring pengaman sosial seperti “Berani Cerdas” dan “Berani Sehat” yang ditujukan untuk membantu masyarakat, termasuk pekerja yang terdampak kondisi ekonomi.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Sulawesi Tengah, Wijaya Chandra, menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja untuk menjaga keberlangsungan dunia usaha di tengah tekanan ekonomi global.
“Kita harus naik kelas bersama. Guru, pekerja, dan pengusaha harus berkembang agar mampu menghadapi tantangan global,” ujar Wijaya Chandra.
Kegiatan ini juga dihadiri berbagai perwakilan serikat buruh di Sulawesi Tengah yang menyampaikan aspirasi sekaligus dukungan terhadap peningkatan kesejahteraan dan perlindungan pekerja. (Nul)










