- Viral Juri Cerdas Cermat Salahkan Jawaban Benar, Wakil Ketua MPR Minta Maaf
- 62 Pasangan di Palu Kini Punya Legalitas Resmi Usai Ikut Isbat Nikah Massal
- Kabur Lintas Kota, Pendiri Ponpes Tersangka Pemerkosaan Akhirnya Ditangkap
- Ribuan Calon Jemaah Haji Sulteng Mulai Diberangkatkan ke Tanah Suci
- Didominasi Anak Muda, Penduduk Sulteng Mayoritas Berasal dari Gen Z
- Wajib Belajar 12 Tahun, Anak Putus Sekolah Kini Ditangani lewat Perpres Baru
- Pertamina Resmi Naikkan Harga BBM Non Subsidi, Dexlite Tembus Rp26 Ribu Per Liter
- Gubernur Sulteng Ingatkan Perusahaan untuk Tidak Abaikan Keselamatan Pekerja
- Hardiknas 2026, Pemerintah Dorong Penerapan Deep Learning di Satuan Pendidikan
- Pembayaran Honorer di Sulteng Ditarget Tertib dan Merata, Gubernur Pastikan Tanpa Ketimpangan
Data BPS: Orang Indonesia Lebih Pilih Liburan ke Wisata Alam Dibanding Mal atau Wahana

Keterangan Gambar : Salah satu obyek wisata alam di Indonesia, Danau Paisupok yang berlokasi di Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah. (Foto: felgra_photography/Instagram)
Likeindonesia.com, Palu - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, wisata alam masih menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia saat berlibur.
Berdasarkan laporan Statistik Daya Tarik Wisata 2024 oleh BPS yang dirilis pada 31 Desember 2025, lebih dari separuh pengunjung objek daya tarik wisata di Indonesia memilih destinasi berbasis alam, seperti pantai, pegunungan, dan destinasi alam lainnya, dibandingkan mal atau wahana buatan.
Baca Lainnya :
- PLN Pulihkan Jaringan Listrik Terdampak Banjir dan Longsor di Sekitar GI Tawaeli
- Admin
- Pandji Tegaskan Tak Ada Lagi Pertunjukan Mens Rea
- Wakil Ketua MPR Terima Audiensi Kepala Daerah se-Sulteng, Pastikan Manfaat Program Sampai ke Rakyat
- YTM Soroti Kecelakaan Kerja Berulang di IMIP Meski Bulan K3 Diperingati
BPS menyebut, sekitar 52,81 persen pengunjung mendatangi wisata alam. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan wisata tirta yang tercatat 14,87 persen, wisata budaya 13,19 persen, serta wisata buatan sebesar 7,63 persen. Sementara itu, taman hiburan atau rekreasi hanya menyumbang 6,74 persen dan kawasan pariwisata 4,76 persen.
Data tersebut menunjukkan bahwa daya tarik wisata alam masih memiliki nilai jual yang kuat dan menjadi andalan industri pariwisata nasional. BPS juga menekankan, keberlanjutan sektor pariwisata sangat bergantung pada upaya menjaga kelestarian alam dan lingkungan.
"Fakta ini mengungkap pentingnya menjaga kelestarian alam dan lingkungan di Indonesia untuk menjamin keberlanjutan industri pariwisata," jelas BPS dalam laporannya, dikutip Kamis (15/1/2026).
Menurut data BPS, jumlah kunjungan ke objek daya tarik wisata di Indonesia hampir mencapai 346 juta kunjungan sepanjang 2024. Mayoritas pengunjung merupakan wisatawan domestik, sementara proporsi wisatawan mancanegara hanya sekitar 13,72 persen dari total kunjungan. (Nul/Nl)




.jpg)





