- Palu Catat Suhu Maksimum 35 Derajat, Jadi Wilayah Terpanas Kedua di RI
- 50 Huntara Mulai Dibangun untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Akbar Supratman Salurkan Ribuan Paket Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Dalam Sepekan, Gempa Susulan M 6,7 di Sulteng Capai 1.318 Kali
- PTN dan PTS se-Sulteng Bangun Kolaborasi Mitigasi Bencana Berbasis Riset
- Resmi Terpilih, Dua Pelajar Asal Bangkep dan Palu Wakili Sulteng Jadi Calon Paskibraka Nasional 2026
- Enam Hari Pascagempa M 6,7, Gempa Susulan di Sulteng Tembus 1.256 Kali
- Sensus Ekonomi 2026 Digelar, Masyarakat Sulteng Diajak Beri Data Akurat
- Ratusan Skater Ramaikan Go Skateboarding Day 2026 di Palu
- Ditemukan 24 Titik Longsor di Sigi Pascagempa, BNPB Antisipasi Risiko Banjir Bandang
Data BPS: Orang Indonesia Lebih Pilih Liburan ke Wisata Alam Dibanding Mal atau Wahana

Keterangan Gambar : Salah satu obyek wisata alam di Indonesia, Danau Paisupok yang berlokasi di Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah. (Foto: felgra_photography/Instagram)
Likeindonesia.com, Palu - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, wisata alam masih menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia saat berlibur.
Berdasarkan laporan Statistik Daya Tarik Wisata 2024 oleh BPS yang dirilis pada 31 Desember 2025, lebih dari separuh pengunjung objek daya tarik wisata di Indonesia memilih destinasi berbasis alam, seperti pantai, pegunungan, dan destinasi alam lainnya, dibandingkan mal atau wahana buatan.
Baca Lainnya :
- PLN Pulihkan Jaringan Listrik Terdampak Banjir dan Longsor di Sekitar GI Tawaeli
- Admin
- Pandji Tegaskan Tak Ada Lagi Pertunjukan Mens Rea
- Wakil Ketua MPR Terima Audiensi Kepala Daerah se-Sulteng, Pastikan Manfaat Program Sampai ke Rakyat
- YTM Soroti Kecelakaan Kerja Berulang di IMIP Meski Bulan K3 Diperingati
BPS menyebut, sekitar 52,81 persen pengunjung mendatangi wisata alam. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan wisata tirta yang tercatat 14,87 persen, wisata budaya 13,19 persen, serta wisata buatan sebesar 7,63 persen. Sementara itu, taman hiburan atau rekreasi hanya menyumbang 6,74 persen dan kawasan pariwisata 4,76 persen.
Data tersebut menunjukkan bahwa daya tarik wisata alam masih memiliki nilai jual yang kuat dan menjadi andalan industri pariwisata nasional. BPS juga menekankan, keberlanjutan sektor pariwisata sangat bergantung pada upaya menjaga kelestarian alam dan lingkungan.
"Fakta ini mengungkap pentingnya menjaga kelestarian alam dan lingkungan di Indonesia untuk menjamin keberlanjutan industri pariwisata," jelas BPS dalam laporannya, dikutip Kamis (15/1/2026).
Menurut data BPS, jumlah kunjungan ke objek daya tarik wisata di Indonesia hampir mencapai 346 juta kunjungan sepanjang 2024. Mayoritas pengunjung merupakan wisatawan domestik, sementara proporsi wisatawan mancanegara hanya sekitar 13,72 persen dari total kunjungan. (Nul/Nl)










