- Harga Pertamax Kini Lebih Mahal, Naik dari Rp12.300 Jadi Rp16.250 per Liter
- Dari Sigi hingga Banggai Laut, Proyek Jalan dan Jembatan Rp604,8 Miliar Mulai Bergulir di Sulteng
- Tepati Janji, Wakil Ketua MPR RI Kunjungi Sekolah Terpencil di Parigi Moutong
- Lalampa Toboli Diproyeksikan Jadi Ikon Wisata Kuliner Sulawesi Tengah
- Sigi Jadi Tuan Rumah MTQ Sulteng 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Membumikan Nilai-Nilai Keagamaan
- Gempa Magnitudo 7,7 di Sulut, Tsunami Terdeteksi di Sejumlah Wilayah Sulawesi dan Maluku
- Hadiri HUT ke-50 Tahun Transmigrasi Tinombala, Anwar Hafid Dorong Hasil Pertanian Diolah di Sulteng
- BGN Atur Ulang Sebaran Dapur MBG, Maksimal Enam per Kecamatan
- Aktivitas Lempeng Laut Sulawesi Picu Gempa Magnitudo 5,4 di Banggai
- Masyarakat Lima Desa di Sigi Gelar Morra Keke, Tradisi Memohon Turunnya Hujan
Data BPS: Orang Indonesia Lebih Pilih Liburan ke Wisata Alam Dibanding Mal atau Wahana

Keterangan Gambar : Salah satu obyek wisata alam di Indonesia, Danau Paisupok yang berlokasi di Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah. (Foto: felgra_photography/Instagram)
Likeindonesia.com, Palu - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, wisata alam masih menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia saat berlibur.
Berdasarkan laporan Statistik Daya Tarik Wisata 2024 oleh BPS yang dirilis pada 31 Desember 2025, lebih dari separuh pengunjung objek daya tarik wisata di Indonesia memilih destinasi berbasis alam, seperti pantai, pegunungan, dan destinasi alam lainnya, dibandingkan mal atau wahana buatan.
Baca Lainnya :
- PLN Pulihkan Jaringan Listrik Terdampak Banjir dan Longsor di Sekitar GI Tawaeli
- Admin
- Pandji Tegaskan Tak Ada Lagi Pertunjukan Mens Rea
- Wakil Ketua MPR Terima Audiensi Kepala Daerah se-Sulteng, Pastikan Manfaat Program Sampai ke Rakyat
- YTM Soroti Kecelakaan Kerja Berulang di IMIP Meski Bulan K3 Diperingati
BPS menyebut, sekitar 52,81 persen pengunjung mendatangi wisata alam. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan wisata tirta yang tercatat 14,87 persen, wisata budaya 13,19 persen, serta wisata buatan sebesar 7,63 persen. Sementara itu, taman hiburan atau rekreasi hanya menyumbang 6,74 persen dan kawasan pariwisata 4,76 persen.
Data tersebut menunjukkan bahwa daya tarik wisata alam masih memiliki nilai jual yang kuat dan menjadi andalan industri pariwisata nasional. BPS juga menekankan, keberlanjutan sektor pariwisata sangat bergantung pada upaya menjaga kelestarian alam dan lingkungan.
"Fakta ini mengungkap pentingnya menjaga kelestarian alam dan lingkungan di Indonesia untuk menjamin keberlanjutan industri pariwisata," jelas BPS dalam laporannya, dikutip Kamis (15/1/2026).
Menurut data BPS, jumlah kunjungan ke objek daya tarik wisata di Indonesia hampir mencapai 346 juta kunjungan sepanjang 2024. Mayoritas pengunjung merupakan wisatawan domestik, sementara proporsi wisatawan mancanegara hanya sekitar 13,72 persen dari total kunjungan. (Nul/Nl)










