- Harga Pertamax Kini Lebih Mahal, Naik dari Rp12.300 Jadi Rp16.250 per Liter
- Dari Sigi hingga Banggai Laut, Proyek Jalan dan Jembatan Rp604,8 Miliar Mulai Bergulir di Sulteng
- Tepati Janji, Wakil Ketua MPR RI Kunjungi Sekolah Terpencil di Parigi Moutong
- Lalampa Toboli Diproyeksikan Jadi Ikon Wisata Kuliner Sulawesi Tengah
- Sigi Jadi Tuan Rumah MTQ Sulteng 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Membumikan Nilai-Nilai Keagamaan
- Gempa Magnitudo 7,7 di Sulut, Tsunami Terdeteksi di Sejumlah Wilayah Sulawesi dan Maluku
- Hadiri HUT ke-50 Tahun Transmigrasi Tinombala, Anwar Hafid Dorong Hasil Pertanian Diolah di Sulteng
- BGN Atur Ulang Sebaran Dapur MBG, Maksimal Enam per Kecamatan
- Aktivitas Lempeng Laut Sulawesi Picu Gempa Magnitudo 5,4 di Banggai
- Masyarakat Lima Desa di Sigi Gelar Morra Keke, Tradisi Memohon Turunnya Hujan
Pertamina Resmi Naikkan Harga BBM Non Subsidi, Dexlite Tembus Rp26 Ribu Per Liter

Keterangan Gambar : SPBU. (Foto: iStockphoto)
Likeindonesia.com, Jakarta - PT Pertamina (Persero) resmi menyesuaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi yang berlaku di SPBU mulai 4 Mei 2026.
Kenaikan harga terjadi pada sejumlah produk, termasuk BBM jenis Pertamax Turbo (RON 98) serta produk diesel non subsidi seperti Dexlite dan Pertamina Dex. Sementara itu, Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green 95 (RON 95) masih tidak mengalami perubahan harga.
Baca Lainnya :
- Penumpang Pesawat Dapat Keringanan, Pajak Tiket Ekonomi Ditanggung Pemerintah Selama 60 Hari
- Harga LPG Non Subsidi Naik Serentak, Tabung 12 Kg di Sulteng Tembus Rp 230 Ribu
- Pemerintah Buka 35 Ribu Loker KDKMP dan KNMP, Pelamar yang Lolos Jadi Pegawai BUMN
- Ketua DPRD Kota Palu Ikuti Retret Ketua DPRD se-Indonesia di Akmil Magelang
- Pemerintah Kaji Skema Haji Tanpa Antrean ala War Tiket, Siapa Cepat Dia Berangkat
Dengan penyesuaian ini, Dexlite (CN 51) kini dibanderol Rp26.000 per liter, naik dari sebelumnya Rp23.600 per liter.
Adapun Pertamina Dex (CN 53) naik menjadi Rp27.900 per liter dari sebelumnya Rp23.900 per liter. Sementara Pertamax Turbo naik menjadi Rp19.900 per liter dari Rp19.400 per liter.
Pertamina Patra Niaga menjelaskan, penyesuaian harga ini dilakukan secara berkala berdasarkan mekanisme keekonomian, dengan mempertimbangkan harga minyak mentah dunia, harga produk olahan di pasar internasional, serta fluktuasi nilai tukar rupiah.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV. Dumatubun, mengatakan, BBM non subsidi pada dasarnya mengikuti mekanisme pasar, namun tetap memperhatikan kondisi masyarakat.
“Produk non subsidi pada prinsipnya mengikuti harga keekonomian dan mengacu pada ketentuan yang berlaku. Namun sebagai BUMN, Pertamina juga memperhatikan kondisi terkini di masyarakat, daya beli pelanggan, serta stabilitas nasional,” ujarnya, Senin (4/5/2026), dikutip dari cnbcindonesia.com.
Ia menambahkan, tidak semua produk mengalami penyesuaian harga, karena sebagian tetap dipertahankan agar tetap kompetitif dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Pertamina menegaskan kebijakan ini merupakan upaya menjaga keseimbangan antara keberlanjutan bisnis perusahaan dan kepentingan nasional di tengah dinamika harga energi global. (nul)










