- Polres Cirebon Kota Tindaklanjuti Laporan Masyarakat Terkait Dugaan Peredaran Obat Keras Terbatas
- Suhu Palu Tembus 34,7 Derajat, Wagub Ajak Masyarakat Lebih Peduli Perubahan Iklim
- Palu Catat Suhu Maksimum 35 Derajat, Jadi Wilayah Terpanas Kedua di RI
- 50 Huntara Mulai Dibangun untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Akbar Supratman Salurkan Ribuan Paket Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Dalam Sepekan, Gempa Susulan M 6,7 di Sulteng Capai 1.318 Kali
- PTN dan PTS se-Sulteng Bangun Kolaborasi Mitigasi Bencana Berbasis Riset
- Resmi Terpilih, Dua Pelajar Asal Bangkep dan Palu Wakili Sulteng Jadi Calon Paskibraka Nasional 2026
- Enam Hari Pascagempa M 6,7, Gempa Susulan di Sulteng Tembus 1.256 Kali
- Sensus Ekonomi 2026 Digelar, Masyarakat Sulteng Diajak Beri Data Akurat
12 Perusahaan Tambang Komit Perbaiki Jalan Ganda-Ganda–Toi di Morut Usai Didorong Gubernur

Keterangan Gambar : Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, melakukan kunjungan di Morowali Utara. (Foto: IST)
Likeindonesia.com, MORUT – Sebanyak 12 perusahaan tambang akhirnya sepakat membenahi jalan Ganda-ganda menuju Toi, Morowali Utara. Kesepakatan ini menjadi langkah penting setelah Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menekankan bahwa dunia usaha juga harus mengambil bagian dalam pembangunan infrastruktur daerah.
Jalur yang selama ini rusak parah dan sering menghambat aktivitas masyarakat maupun operasional tambang, kini dipastikan akan segera mendapat perbaikan. Kesepakatan itu tercapai dalam pertemuan kerja antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, Pemkab Morowali Utara, dan Asosiasi Pengusaha Tambang (Aspeta) di Kantor Bupati Morowali Utara, Rabu (20/8/2025).
Baca Lainnya :
- Gubernur Anwar Hafid: Jangan Biarkan Masyarakat Rugi karena Aktivitas Tambang
- Tiga Perusahaan Nikel di Morut Diduga Serobot Lahan Warga
- Kolaborasi KPID–Balmon, Jaga Frekuensi dan Konten Siaran di Sulteng
- Korban Meninggal Gempa Poso Bertambah, Suami-Istri Jadi Korban
- Setelah 11 Jam Pencarian, Pendaki Gunung Gawalise Alami Hipotermia Ditemukan Selamat
“Perusahaan tambang yang menggunakan jalan untuk kegiatan operasional tentu juga memiliki tanggung jawab bersama menjaga dan memperbaikinya. Pemerintah daerah berharap kontribusi ini bisa diwujudkan secara nyata demi kepentingan bersama,” ujar Anwar Hafid.
Dalam arahannya di Morowali Utara, Anwar Hafid kembali mengingatkan agar perusahaan tambang tidak semata mengejar produksi. Ia menegaskan pentingnya tanggung jawab sosial dan lingkungan yang harus dipegang oleh setiap perusahaan.
“Jalan di Molino rusak, laut di beberapa teluk sudah mulai keruh, dan masyarakat mulai terdampak. Situasi ini tidak boleh dibiarkan. Pemerintah daerah akan bersikap tegas, termasuk menghentikan sementara aktivitas perusahaan yang tidak bertanggung jawab hingga masalahnya diperbaiki,” tegasnya.
Bupati Morowali Utara, Delis Julkarson Hehi, menyambut baik kesepakatan tersebut dan menilai capaian itu tak lepas dari kepemimpinan Gubernur. Menurutnya, sebelumnya hanya dua perusahaan tambang yang bersedia ikut serta, namun setelah kehadiran Gubernur, jumlahnya meningkat drastis menjadi 12 perusahaan.
“Ini bukti nyata perhatian dan kepemimpinan Bapak Gubernur. Tadinya hanya dua perusahaan, sekarang sudah 12 yang berkomitmen. Tentu ini sangat berarti bagi masyarakat Morowali Utara,” kata Delis.
Selain menjadi wujud sinergi pemerintah dan dunia usaha, pembangunan jalan Ganda-ganda–Toi juga diharapkan memperlancar akses logistik, menunjang aktivitas ekonomi, serta meningkatkan kenyamanan dan keselamatan warga. Jalan ini merupakan jalur vital yang bukan hanya digunakan oleh perusahaan tambang, tetapi juga oleh masyarakat untuk aktivitas sehari-hari. (Bim/Nl)










