- Jokowi Dijadwalkan Sambangi Palu, Bakal Resmikan Kantor DPW PSI Sulteng
- Le Na Jodoh, ADISTA Tak Jadi Tampil di Konser HUT Kota Palu ke-48
- Pemerintah Siapkan Skema Kuliah Gratis di PTN, Pelaksanaan Akan Bertahap
- Makin Sedikit Warga Sulteng yang Fokus Mengurus Rumah Tangga, Jumlahnya Turun 61 Ribu
- 2,46% Rumah Tangga di Palu Masih Andalkan Air Hujan untuk Minum
- 40% Gen Z Pilih Nikah di KUA, Uang Lebih Diprioritaskan untuk Kehidupan Setelah Menikah
- Catat Jamnya! 25 September Ada Fenomena Hari Tanpa Bayangan di Enam Wilayah Sulteng, Termasuk Palu
- Influenza Tipe A Super Flu Merebak di RI, Anak-Anak Paling Banyak Terinfeksi
- KONI Sulteng Dorong PBFI Tingkatkan Pembinaan dan Prestasi Atlet
- Cegah Pungli, Polri Siapkan Mesin Cetak SKCK Mandiri Mulai 2027, Tak Perlu Lagi ke Kantor Polisi
Gubernur Anwar Hafid: Jangan Biarkan Masyarakat Rugi karena Aktivitas Tambang

Keterangan Gambar : Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Anwar Hafid geram akibat bencana banjir yang menimpa Desa Malino, di Kabupaten Morowali Utara. (Foto: IST)
Likeindonesia.com, MORUT - Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Anwar Hafid geram akibat bencana banjir yang menimpa Desa Malino, di Kabupaten Morowali Utara. Bukan tanpa sebab, banjir terjadi disebabkan karena aktivitas tambang yang merugikan pemukiman warga setempat.
Dalam kunjungannya ke Desa Malino pagi tadi, Gubernur dengan tegas memerintahkan penghentian seluruh aktivitas pertambangan di wilayah tersebut. Dengan tegas, ia mengecam semua tambang yang tidak taat aturan dan malah membuat rakyat sengsara.
Baca Lainnya :
- Tiga Perusahaan Nikel di Morut Diduga Serobot Lahan Warga
- Kolaborasi KPID–Balmon, Jaga Frekuensi dan Konten Siaran di Sulteng
- Korban Meninggal Gempa Poso Bertambah, Suami-Istri Jadi Korban
- Setelah 11 Jam Pencarian, Pendaki Gunung Gawalise Alami Hipotermia Ditemukan Selamat
- Fathur Razaq Pimpin Upacara HUT RI ke-80 di Bukit Salena, Kibarkan Merah Putih di Udara
“Kerugian masyarakat ini harus segera diselesaikan. Saya bicara langsung, bukan lagi masyarakat. Saya tidak senang jika warga saya merugi karena tambang,” kata Anwar Hafid, Rabu (20/7/2025).
Pernyataan Gubernur Anwar Hafid tersebut menekankan bahwa masyarakat tidak boleh terus-menerus menjadi korban akibat aktivitas tambang yang abai terhadap kelestarian lingkungan. Ia menegaskan pemerintah provinsi akan turun langsung bersama BPBD dan aparat setempat untuk menangani kondisi darurat, sekaligus memastikan perusahaan terkait tidak lepas tangan dari tanggung jawab.
Gubernur langsung menginstruksikan agar penanganan dilakukan cepat. Ia meminta seluruh kekuatan turun membantu warga terdampak, termasuk memastikan akses jalan kembali normal dan kebutuhan mendesak masyarakat segera terpenuhi.
“Saya pastikan jajaran pemerintah provinsi, BPBD, dan aparat setempat akan turun langsung menangani kondisi darurat ini. Dan saya memastikan akan mengawal hingga perusahaan terkait tidak lari dari tanggung jawabnya,” tegas Anwar Hafid.
Berdasarkan penuturan salah seorang warga, peristiwa ini dipicu oleh jebolnya jalan hauling milik PT Bumanik yang tidak mampu menahan derasnya aliran air hujan. Luapan air bercampur lumpur itu kemudian menghantam pemukiman warga, merendam jalan utama desa, dan mengakibatkan kerusakan parah hingga beberapa rumah warga hanyut terbawa arus. (Bim)










