- Harga Pertamax Kini Lebih Mahal, Naik dari Rp12.300 Jadi Rp16.250 per Liter
- Dari Sigi hingga Banggai Laut, Proyek Jalan dan Jembatan Rp604,8 Miliar Mulai Bergulir di Sulteng
- Tepati Janji, Wakil Ketua MPR RI Kunjungi Sekolah Terpencil di Parigi Moutong
- Lalampa Toboli Diproyeksikan Jadi Ikon Wisata Kuliner Sulawesi Tengah
- Sigi Jadi Tuan Rumah MTQ Sulteng 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Membumikan Nilai-Nilai Keagamaan
- Gempa Magnitudo 7,7 di Sulut, Tsunami Terdeteksi di Sejumlah Wilayah Sulawesi dan Maluku
- Hadiri HUT ke-50 Tahun Transmigrasi Tinombala, Anwar Hafid Dorong Hasil Pertanian Diolah di Sulteng
- BGN Atur Ulang Sebaran Dapur MBG, Maksimal Enam per Kecamatan
- Aktivitas Lempeng Laut Sulawesi Picu Gempa Magnitudo 5,4 di Banggai
- Masyarakat Lima Desa di Sigi Gelar Morra Keke, Tradisi Memohon Turunnya Hujan
Setelah 11 Jam Pencarian, Pendaki Gunung Gawalise Alami Hipotermia Ditemukan Selamat

Keterangan Gambar : Korban yang mengalami hipotermia saat berada di jalur pendakian Gunung Gawalise, Kabupaten Sigi, ditemukan selamat dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapatkan perawatan medis. (Foto: IST)
Likeindonesia.com, SIGI - Setelah dilakukan pencarian intensif, Tim SAR gabungan berhasil menemukan Icha (17 th), pendaki asal Tinggede yang sempat dilaporkan hilang di Gunung Gawalise. Korban ditemukan dalam kondisi selamat pada Senin (18/8/2025) pukul 10.15 WITA.
Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu sebelumnya menerima laporan pada Minggu (17/8/2025) pukul 23.05 WITA. Dalam laporan tersebut disebutkan, korban mengalami hipotermia saat berada di jalur pendakian Gunung Gawalise, Kabupaten Sigi.
Baca Lainnya :
- Fathur Razaq Pimpin Upacara HUT RI ke-80 di Bukit Salena, Kibarkan Merah Putih di Udara
- Residivis Tikam Pengusaha Toko Bangunan Hingga Tewas di Palu
- Hacked By BARZXPLOIT
- Ribuan Warga Binaan di Sulteng Terima Remisi HUT RI ke-80
- Syarifudin Hafid Dukung Pemprov Sulteng Bentuk Satgas Pengentasan Kemiskinan
Menyusul laporan yang diterima, tim rescue SAR Palu segera diberangkatkan. Pada pukul 23.50 WITA, tim tiba di Pos Musibah dan langsung bergerak menuju lokasi. Namun, cuaca ekstrem berupa hujan deras dan kabut tebal sempat menghambat pergerakan, sehingga tim harus menunggu kondisi lebih aman sebelum melanjutkan pencarian.
Proses evakuasi berlangsung hingga Senin (18/8/2025) malam. Korban akhirnya tiba di posko sekitar pukul 21.48 WITA, lalu dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.
“Alhamdulillah, Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi korban dalam keadaan selamat. Korban saat ini berada di Rumah Sakit Bhayangkara untuk penanganan lebih lanjut. Kami mengimbau kepada masyarakat yang hendak melakukan pendakian agar selalu memperhatikan faktor keselamatan, membawa perlengkapan yang memadai baik itu obat-obatan maupun logistik, sehingga kegiatan pendakian dapat berjalan aman,” ungkap Kepala Kantor SAR Palu, Muh. Rizal.
Setelah korban ditemukan dalam keadaan selamat, Tim SAR menggelar debriefing pada pukul 22.20 WITA. Dalam rapat evaluasi tersebut, operasi pencarian dinyatakan selesai dan resmi diusulkan ditutup. Seluruh unsur yang terlibat kemudian dikembalikan ke instansi masing-masing.
Operasi pencarian ini melibatkan berbagai unsur, antara lain Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Palu, Tim Pendaki, BPBD Sigi, Rumah Sakit Bhayangkara, masyarakat setempat, serta UPT Taman Nasional Sektor I. (Bim/Nl)










