- 428 Gempa Terjadi di Sulteng dalam Sepekan
- Bantuan untuk Korban Gempa di Sulteng Bertambah, PT Donggi Senoro LNG Serahkan Kasur hingga Selimut
- Tiga Wilayah Sulteng Diguncang Gempa pada 1 Juli, Terkuat di Sigi
- Ini Daerah dengan Pengeluaran Makanan dan Minuman Jadi Tertinggi di Sulteng, Palu dan Poso Teratas
- Harganas 2026, Orang Tua di Sulteng Diminta Bijak Dampingi Anak Gunakan Gawai
- Suhu Palu Tembus 34,7 Derajat, Wagub Ajak Masyarakat Lebih Peduli Perubahan Iklim
- Palu Catat Suhu Maksimum 35 Derajat, Jadi Wilayah Terpanas Kedua di RI
- 50 Huntara Mulai Dibangun untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Akbar Supratman Salurkan Ribuan Paket Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Dalam Sepekan, Gempa Susulan M 6,7 di Sulteng Capai 1.318 Kali
Makanan Kering Jadi Menu MBG untuk Siswa Puasa Selama Ramadan, Termasuk Kurma hingga Abon

Keterangan Gambar : Kurma menjadi salah satu menu MBG selama ramadan. (Foto: iStockphoto)
Likeindonesia.com, Jakarta - Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan menyatakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap dilaksanakan selama Ramadan dengan penyesuaian menu berupa makanan kering bagi siswa yang menjalankan ibadah puasa, mulai dari kurma, olahan telur, hingga abon.
“Untuk muslim yang berpuasa dikasih makanan kering. Sekolah-sekolah yang tidak berpuasa, seperti biasa,” kata Zulkifli Hasan dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (29/1/2026), dikutip dari Tempo.co.
Baca Lainnya :
- Jelang Ramadan, Bulog Sulteng Klaim Stok Beras Aman di Angka 22 Ribu Ton
- Puasa Makin Dekat, Sidang Isbat Awal Ramadan 2026 Akan Digelar 17 Februari
- Menteri Bappenas Sebut MBG Lebih Mendesak daripada Penciptaan Lapangan Kerja
- Beda dari Tahun-Tahun Sebelumnya, Masjidil Haram Tetapkan Salat Tarawih 10 Rakaat di Ramadan 2026
- Bukan Cuma Scroll Medsos, Gen Z Kini Lebih Suka Baca Dibanding Milenial dan Gen X
Ia menjelaskan, penyaluran MBG selama Ramadan disesuaikan berdasarkan jenis penerima manfaat. Untuk sekolah umum dengan mayoritas siswa muslim, MBG dibagikan pada siang hari dengan menu makanan kering.
Sementara itu, penyaluran dan menu MBG bagi sekolah yang tidak menjalankan puasa, ibu hamil, serta balita tetap dilakukan seperti biasa.
Kemudian penyaluran MBG untuk pesantren akan dilakukan pada sore hari menjelang waktu berbuka puasa.
“Hanya geser waktu, hanya SMA umum yang muslim itu ganti makanan kering. Lain-lainnya tetap,” ujar Zulkifli Hasan.
Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana mengatakan, makanan kering yang disalurkan antara lain kurma, olahan telur seperti telur rebus, telur asin, atau telur pindang, buah, susu, serta abon. Menu tersebut diberikan saat siswa pulang sekolah untuk dikonsumsi saat berbuka puasa.
“Untuk menjadi menu pada saat buka puasa,” ujarnya.
Dadan menambahkan, hingga saat ini jumlah penerima manfaat program MBG telah mencapai sekitar 60 juta orang.
Sementara jumlah satuan pemenuhan pelayanan gizi (SPPG) tercatat sebanyak 22.091 unit. (Nul/Nl)

.jpg)








