- Harga Pertamax Kini Lebih Mahal, Naik dari Rp12.300 Jadi Rp16.250 per Liter
- Dari Sigi hingga Banggai Laut, Proyek Jalan dan Jembatan Rp604,8 Miliar Mulai Bergulir di Sulteng
- Tepati Janji, Wakil Ketua MPR RI Kunjungi Sekolah Terpencil di Parigi Moutong
- Lalampa Toboli Diproyeksikan Jadi Ikon Wisata Kuliner Sulawesi Tengah
- Sigi Jadi Tuan Rumah MTQ Sulteng 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Membumikan Nilai-Nilai Keagamaan
- Gempa Magnitudo 7,7 di Sulut, Tsunami Terdeteksi di Sejumlah Wilayah Sulawesi dan Maluku
- Hadiri HUT ke-50 Tahun Transmigrasi Tinombala, Anwar Hafid Dorong Hasil Pertanian Diolah di Sulteng
- BGN Atur Ulang Sebaran Dapur MBG, Maksimal Enam per Kecamatan
- Aktivitas Lempeng Laut Sulawesi Picu Gempa Magnitudo 5,4 di Banggai
- Masyarakat Lima Desa di Sigi Gelar Morra Keke, Tradisi Memohon Turunnya Hujan
Puasa Makin Dekat, Sidang Isbat Awal Ramadan 2026 Akan Digelar 17 Februari

Keterangan Gambar : Ilustrasi. (Foto: iStockphoto)
Likeindonesia.com, JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar Sidang Isbat penentuan awal Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi pada 17 Februari 2026. Sidang tersebut rencananya dilaksanakan di Auditorium H.M. Rasjidi, Jakarta, dan dipimpin langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, mengatakan Sidang Isbat akan dihadiri berbagai pihak, mulai dari perwakilan organisasi masyarakat Islam, Majelis Ulama Indonesia (MUI), BMKG, para ahli falak, DPR, Mahkamah Agung, hingga perwakilan kedutaan besar negara-negara Islam.
Baca Lainnya :
- Menteri Bappenas Sebut MBG Lebih Mendesak daripada Penciptaan Lapangan Kerja
- Beda dari Tahun-Tahun Sebelumnya, Masjidil Haram Tetapkan Salat Tarawih 10 Rakaat di Ramadan 2026
- Bukan Cuma Scroll Medsos, Gen Z Kini Lebih Suka Baca Dibanding Milenial dan Gen X
- Pecinta Gorengan Wajib Tahu, Makan Satu Bakwan Harus Treadmill 15 Menit
- Pemerintah Ubah Aturan, Beli Kartu Perdana Kini Wajib Verifikasi Wajah
Ia menjelaskan, Sidang Isbat akan melalui tiga rangkaian utama. Pertama, pemaparan data posisi hilal berdasarkan perhitungan astronomi. Kedua, verifikasi hasil rukyatul hilal yang dilakukan di 37 titik pemantauan di seluruh Indonesia. Ketiga, musyawarah dan pengambilan keputusan yang hasilnya akan diumumkan kepada masyarakat.
“Musyawarah dan pengambilan keputusan yang diumumkan kepada masyarakat,” ujar Abu Rokhmad, dikutip dari Antara, Senin (2/2/2026)
Ia mengimbau masyarakat untuk menunggu hasil Sidang Isbat dan pengumuman resmi pemerintah terkait awal Ramadan 1447 Hijriah. Menurutnya, mekanisme tersebut sejalan dengan Fatwa MUI Nomor 2 Tahun 2004 tentang penetapan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah.
Di sisi lain, Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah lebih dulu menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Penetapan tersebut didasarkan pada hasil hisab hakiki Majelis Tarjih dan Tajdid yang mengacu pada Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).
Berdasarkan perhitungan astronomi Muhammadiyah, ijtimak menjelang Ramadan terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026, pukul 12.01.09 UTC. Namun, pada saat matahari terbenam di hari ijtimak tersebut, kriteria visibilitas hilal belum terpenuhi di seluruh wilayah dunia. (Nul/Nl)










