- Suhu Palu Tembus 34,7 Derajat, Wagub Ajak Masyarakat Lebih Peduli Perubahan Iklim
- Palu Catat Suhu Maksimum 35 Derajat, Jadi Wilayah Terpanas Kedua di RI
- 50 Huntara Mulai Dibangun untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Akbar Supratman Salurkan Ribuan Paket Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Dalam Sepekan, Gempa Susulan M 6,7 di Sulteng Capai 1.318 Kali
- PTN dan PTS se-Sulteng Bangun Kolaborasi Mitigasi Bencana Berbasis Riset
- Resmi Terpilih, Dua Pelajar Asal Bangkep dan Palu Wakili Sulteng Jadi Calon Paskibraka Nasional 2026
- Enam Hari Pascagempa M 6,7, Gempa Susulan di Sulteng Tembus 1.256 Kali
- Sensus Ekonomi 2026 Digelar, Masyarakat Sulteng Diajak Beri Data Akurat
- Ratusan Skater Ramaikan Go Skateboarding Day 2026 di Palu
Suhu Palu Tembus 34,7 Derajat, Wagub Ajak Masyarakat Lebih Peduli Perubahan Iklim

Keterangan Gambar : Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny A. Lamadjido membuka acara Environmental Fest II Tahun 2026 di Lapangan Pogombo, Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Jumat (26/6/2026). (Foto: Biro Adpim Pemprov Sulteng)
Likeindonesia.com, PALU – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny A. Lamadjido, mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap perubahan iklim.
Reny menyoroti suhu udara di Kota Palu yang dalam beberapa hari terakhir mencapai 34,7 derajat Celsius.
Baca Lainnya :
- Palu Catat Suhu Maksimum 35 Derajat, Jadi Wilayah Terpanas Kedua di RI
- 50 Huntara Mulai Dibangun untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Dalam Sepekan, Gempa Susulan M 6,7 di Sulteng Capai 1.318 Kali
- PTN dan PTS se-Sulteng Bangun Kolaborasi Mitigasi Bencana Berbasis Riset
- Resmi Terpilih, Dua Pelajar Asal Bangkep dan Palu Wakili Sulteng Jadi Calon Paskibraka Nasional 2026
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi bukti bahwa dampak perubahan iklim kini sudah dirasakan secara nyata oleh masyarakat.
“Kita harus mulai lebih waspada terhadap perubahan iklim. Suhu di Kota Palu mencapai 34,7 derajat Celsius dan ini sangat panas. Dari sisi kesehatan tentu kita harus berhati-hati,” ujarnya saat membuka acara Environmental Fest II Tahun 2026 di Lapangan Pogombo, Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Jumat (26/6/2026).
Menurut Reny, cuaca ekstrem dapat berdampak serius terhadap kesehatan, terutama bagi masyarakat yang memiliki riwayat hipertensi maupun kelompok rentan.
Selain itu, ia menegaskan, Sulawesi Tengah memiliki kekayaan alam yang harus dijaga bersama melalui pembangunan yang berkelanjutan, pengendalian pencemaran, rehabilitasi lahan kritis, pelestarian kawasan konservasi, pengelolaan sampah, serta penguatan edukasi lingkungan.
Environmental Fest II 2026 mengusung tema “Berani Menjaga Iklim, Sulawesi Tetap Lestari” dan berlangsung selama tiga hari, 26-28 Juni 2026, sebagai bagian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia sekaligus upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap isu perubahan iklim. (nul)









