- Akbar Supratman Salurkan Ribuan Paket Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Dalam Sepekan, Gempa Susulan M 6,7 di Sulteng Capai 1.318 Kali
- PTN dan PTS se-Sulteng Bangun Kolaborasi Mitigasi Bencana Berbasis Riset
- Resmi Terpilih, Dua Pelajar Asal Bangkep dan Palu Wakili Sulteng Jadi Calon Paskibraka Nasional 2026
- Enam Hari Pascagempa M 6,7, Gempa Susulan di Sulteng Tembus 1.256 Kali
- Sensus Ekonomi 2026 Digelar, Masyarakat Sulteng Diajak Beri Data Akurat
- Ratusan Skater Ramaikan Go Skateboarding Day 2026 di Palu
- Ditemukan 24 Titik Longsor di Sigi Pascagempa, BNPB Antisipasi Risiko Banjir Bandang
- Kloter Pertama Jemaah Haji Sulteng Tiba di Palu, Disambut Haru Keluarga
- Fathur Razaq Salurkan Ratusan Paket Sembako untuk Korban Gempa di Sigi
Kapan Cuaca Panas Berakhir? BMKG: Awal November Mulai Mereda

Keterangan Gambar : Ilustrasi. (Foto: iStockphoto)
Likeindonesia.com, Jakarta - Sejumlah warganet ramai mengeluhkan cuaca panas yang melanda berbagai daerah di Indonesia. Di media sosial, banyak yang melaporkan suhu udara menembus 35°C, membuat aktivitas harian terasa menyengat.
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi tersebut masih tergolong fenomena pancaroba, yakni masa peralihan dari kemarau menuju musim hujan yang membuat cuaca berubah cepat. Pagi hingga siang terasa terik, namun sore atau malam hari berpotensi diguyur hujan.
Baca Lainnya :
- Siap-Siap! Pemerintah Bakal Uji Coba BBM Etanol E10, Dirancang Sesuai Iklim Tropis Indonesia
- Lulusan Baru Wajib Tahu! Magang Berbayar Diperpanjang hingga 15 Oktober
- Produk Tanpa Sertifikat Halal Bakal Dinyatakan Ilegal Mulai 2026
- Gempa Magnitudo 7,6 Guncang Melonguane, Tsunami Terdeteksi di Sejumlah Titik Sulut
- PPPK Paruh Waktu Bisa Cuti Melahirkan hingga Gugur Kandungan, Ini Detail Aturannya
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menjelaskan, cuaca panas ekstrem ini diperkirakan berakhir pada akhir Oktober hingga awal November 2025, seiring dengan mulai meningkatnya tutupan awan dan turunnya hujan di berbagai wilayah.
“Cuaca panas ekstrem diprediksi mulai mereda antara akhir Oktober hingga awal November, bersamaan dengan datangnya musim hujan dan meningkatnya tutupan awan,” ujar Dwikorita, dikutip dari katadata.co.id, Kamis (16/10/2025).
Berdasarkan Buku Prakiraan Musim Hujan 2025/2026 yang diterbitkan BMKG, awal musim hujan sudah mulai terjadi di beberapa wilayah, meski waktunya tidak serentak. Pulau Sumatera dan Kalimantan menjadi yang pertama disapa hujan sejak sebelum September 2025. Selanjutnya, curah hujan akan meluas ke wilayah selatan dan timur Indonesia secara bertahap.
Dari total 699 Zona Musim (ZOM) di Indonesia, BMKG memperkirakan:
- 333 ZOM (47,6%) akan memasuki musim hujan pada September–November 2025,
- 149 ZOM (21,3%) pada Oktober 2025, dan
- 105 ZOM (15%) pada November 2025.
Sementara sekitar 96 ZOM atau 13,7 persen akan mengalami musim hujan sepanjang tahun tanpa melalui kemarau.
Dengan demikian, masyarakat diimbau tetap waspada menghadapi perubahan cuaca yang fluktuatif selama masa pancaroba ini. Siang hari yang panas bisa dengan cepat berubah menjadi hujan deras di sore atau malam hari.
BMKG mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan, mencukupi asupan cairan, dan menghindari paparan panas berlebih hingga musim hujan tiba sepenuhnya. (Bim/Nl)










