- UMKM Sulteng Mulai Didorong Go Global, Gerakan 1.000 Pelaku Usaha Ekspor Resmi Dideklarasikan
- Jokowi Dijadwalkan Sambangi Palu, Bakal Resmikan Kantor DPW PSI Sulteng
- Le Na Jodoh, ADISTA Tak Jadi Tampil di Konser HUT Kota Palu ke-48
- Pemerintah Siapkan Skema Kuliah Gratis di PTN, Pelaksanaan Akan Bertahap
- Makin Sedikit Warga Sulteng yang Fokus Mengurus Rumah Tangga, Jumlahnya Turun 61 Ribu
- 2,46% Rumah Tangga di Palu Masih Andalkan Air Hujan untuk Minum
- 40% Gen Z Pilih Nikah di KUA, Uang Lebih Diprioritaskan untuk Kehidupan Setelah Menikah
- Catat Jamnya! 25 September Ada Fenomena Hari Tanpa Bayangan di Enam Wilayah Sulteng, Termasuk Palu
- Influenza Tipe A Super Flu Merebak di RI, Anak-Anak Paling Banyak Terinfeksi
- KONI Sulteng Dorong PBFI Tingkatkan Pembinaan dan Prestasi Atlet
UIN Datokarama Gandeng Desa Balane untuk Pengentasan Kemiskinan

Keterangan Gambar : UIN Datokarama Palu melalui Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam menjadikan Desa Balane di Kecamatan Kinovaro, Kabupaten Sigi, sebagai desa binaan. (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Sigi – Masalah desa tertinggal masih menjadi pekerjaan rumah di berbagai wilayah, termasuk Sulawesi Tengah.
Untuk ikut mencari solusi, Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu melalui Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam menjadikan Desa Balane di Kecamatan Kinovaro, Kabupaten Sigi, sebagai desa binaan.
Baca Lainnya :
- Polda Sulteng Perpanjang Operasi Madago Raya Tahap IV, 256 Personel Diterjunkan
- SK Resmi Diserahkan, Nilam Sari Lawira Kembali Jadi Nahkoda DPW NasDem Sulteng
- Rencana Pemekaran Kabupaten Tompotika Masih Tunggu Regulasi Pusat
- 47 Atlet Korpri Sulteng Siap Berlaga di Pornas XVII Palembang
- Bangkep, Sigi, Tolitoli, dan Poso Diguncang Gempa Hari Ini
Kegiatan ini menjadi tindak lanjut dari seminar nasional bertema pengentasan kemiskinan yang digelar sehari sebelumnya di kampus UIN Datokarama.
Dalam kunjungan ke Desa Balane, pihak fakultas juga menghadirkan perwakilan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) untuk melihat langsung aktivitas masyarakat bersama mahasiswa.
Direktur Promosi dan Pemasaran Produk Unggulan Desa Kemendes PDT, Yusra, mengatakan pihaknya ingin memastikan pemanfaatan badan usaha milik desa serta koperasi berjalan sesuai regulasi.
“Kami meninjau aktivitas badan usaha milik desa dan koperasi merah putih di Desa Balane. Harapannya, masyarakat bisa semakin meningkat kesejahteraannya dengan adanya pendampingan seperti ini,” jelasnya, diwawancarai media ini di lokasi usai kunjungan, Sabtu (4/10) pagi.
Sementara itu, Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam UIN Datokarama, Adam, menegaskan program desa binaan ini dirancang sebagai laboratorium lapangan bagi mahasiswa.
Menurutnya, tiga jurusan di fakultas tersebut diantaranya Bimbingan Konseling Islam (BKI), Komisi Penyiaran Islam (KPI) dan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), memiliki ruang praktik berbeda, dan khusus jurusan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) diarahkan untuk turun langsung membina warga.
“Desa Balane kita jadikan sebagai desa binaan. Dari sini ke depan, kita ingin menarik anak-anak miskin untuk sekolah. Karena bagi orang miskin tidak ada jalan lain selain sekolah. Desa ini kita ingin jadikan role model,” ujar Adam.
Yusra menambahkan, Kemendes PDT mendukung langkah perguruan tinggi dalam mengembangkan desa.
Ia berharap pendampingan seperti ini bisa mempercepat peningkatan skala ekonomi masyarakat.
Program desa binaan ini juga dipandang sebagai langkah strategis.
Adam menilai, jika berjalan baik, Desa Balane dapat menjadi model pengembangan masyarakat yang bisa diterapkan di wilayah lain. (Rul/Nl)










