- 76 Konflik Agraria Tercatat di Sulteng, Pemprov Gandeng KPK dan ATR/BPN Perkuat Pencegahan Korupsi
- Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Bakal Ditanggung APBN Selama Dua Tahun
- Mulai 3 Agustus, Pemprov Sulteng Berlakukan Bebas Denda dan Diskon Pokok PKB 50 Persen
- Siap-Siap! Kompor Listrik Gratis Bakal Dibagikan Mulai 2027
- Peneliti Muda Dorong Pengusulan Tradisi Lisan Nompaova sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia
- Diduga Curi Motor, Pria Asal Sinjai Tewas Dikeroyok Massa di Morowali
- 12 Wisatawan yang Hilang Kontak di Teluk Tomini Ditemukan Selamat, Dievakuasi ke Ampana
- 13 Wisatawan Hilang Kontak di Perairan Teluk Tomini, Kini Masih dalam Pencarian
- Akhiri Risiko Warga Menyeberang Sungai, Anwar Hafid Bangun Jembatan di Masungkang Pakai Dana Pribadi
- MK Putuskan Sisa Kuota Internet Tak Boleh Hangus, Harus Tetap Bisa Dipakai
UIN Datokarama Gandeng Desa Balane untuk Pengentasan Kemiskinan

Keterangan Gambar : UIN Datokarama Palu melalui Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam menjadikan Desa Balane di Kecamatan Kinovaro, Kabupaten Sigi, sebagai desa binaan. (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Sigi – Masalah desa tertinggal masih menjadi pekerjaan rumah di berbagai wilayah, termasuk Sulawesi Tengah.
Untuk ikut mencari solusi, Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu melalui Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam menjadikan Desa Balane di Kecamatan Kinovaro, Kabupaten Sigi, sebagai desa binaan.
Baca Lainnya :
- Polda Sulteng Perpanjang Operasi Madago Raya Tahap IV, 256 Personel Diterjunkan
- SK Resmi Diserahkan, Nilam Sari Lawira Kembali Jadi Nahkoda DPW NasDem Sulteng
- Rencana Pemekaran Kabupaten Tompotika Masih Tunggu Regulasi Pusat
- 47 Atlet Korpri Sulteng Siap Berlaga di Pornas XVII Palembang
- Bangkep, Sigi, Tolitoli, dan Poso Diguncang Gempa Hari Ini
Kegiatan ini menjadi tindak lanjut dari seminar nasional bertema pengentasan kemiskinan yang digelar sehari sebelumnya di kampus UIN Datokarama.
Dalam kunjungan ke Desa Balane, pihak fakultas juga menghadirkan perwakilan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) untuk melihat langsung aktivitas masyarakat bersama mahasiswa.
Direktur Promosi dan Pemasaran Produk Unggulan Desa Kemendes PDT, Yusra, mengatakan pihaknya ingin memastikan pemanfaatan badan usaha milik desa serta koperasi berjalan sesuai regulasi.
“Kami meninjau aktivitas badan usaha milik desa dan koperasi merah putih di Desa Balane. Harapannya, masyarakat bisa semakin meningkat kesejahteraannya dengan adanya pendampingan seperti ini,” jelasnya, diwawancarai media ini di lokasi usai kunjungan, Sabtu (4/10) pagi.
Sementara itu, Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam UIN Datokarama, Adam, menegaskan program desa binaan ini dirancang sebagai laboratorium lapangan bagi mahasiswa.
Menurutnya, tiga jurusan di fakultas tersebut diantaranya Bimbingan Konseling Islam (BKI), Komisi Penyiaran Islam (KPI) dan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), memiliki ruang praktik berbeda, dan khusus jurusan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) diarahkan untuk turun langsung membina warga.
“Desa Balane kita jadikan sebagai desa binaan. Dari sini ke depan, kita ingin menarik anak-anak miskin untuk sekolah. Karena bagi orang miskin tidak ada jalan lain selain sekolah. Desa ini kita ingin jadikan role model,” ujar Adam.
Yusra menambahkan, Kemendes PDT mendukung langkah perguruan tinggi dalam mengembangkan desa.
Ia berharap pendampingan seperti ini bisa mempercepat peningkatan skala ekonomi masyarakat.
Program desa binaan ini juga dipandang sebagai langkah strategis.
Adam menilai, jika berjalan baik, Desa Balane dapat menjadi model pengembangan masyarakat yang bisa diterapkan di wilayah lain. (Rul/Nl)










