- 76 Konflik Agraria Tercatat di Sulteng, Pemprov Gandeng KPK dan ATR/BPN Perkuat Pencegahan Korupsi
- Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Bakal Ditanggung APBN Selama Dua Tahun
- Mulai 3 Agustus, Pemprov Sulteng Berlakukan Bebas Denda dan Diskon Pokok PKB 50 Persen
- Siap-Siap! Kompor Listrik Gratis Bakal Dibagikan Mulai 2027
- Peneliti Muda Dorong Pengusulan Tradisi Lisan Nompaova sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia
- Diduga Curi Motor, Pria Asal Sinjai Tewas Dikeroyok Massa di Morowali
- 12 Wisatawan yang Hilang Kontak di Teluk Tomini Ditemukan Selamat, Dievakuasi ke Ampana
- 13 Wisatawan Hilang Kontak di Perairan Teluk Tomini, Kini Masih dalam Pencarian
- Akhiri Risiko Warga Menyeberang Sungai, Anwar Hafid Bangun Jembatan di Masungkang Pakai Dana Pribadi
- MK Putuskan Sisa Kuota Internet Tak Boleh Hangus, Harus Tetap Bisa Dipakai
Polda Sulteng Perpanjang Operasi Madago Raya Tahap IV, 256 Personel Diterjunkan

Keterangan Gambar : Aparat Operasi Madago Raya 2025 Tahap IV. (Foto : Humas Polda Sulteng)
Likeindonesia.com, Poso – Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah memperpanjang pelaksanaan Operasi Madago Raya 2025 Tahap IV.
Operasi ini berlangsung selama 92 hari, mulai 1 Oktober hingga 31 Desember 2025.
Baca Lainnya :
- SK Resmi Diserahkan, Nilam Sari Lawira Kembali Jadi Nahkoda DPW NasDem Sulteng
- Tambang Ilegal Jadi Sorotan Wabup Parigi Moutong di Tengah Merebaknya Kasus Malaria
- Rencana Pemekaran Kabupaten Tompotika Masih Tunggu Regulasi Pusat
- 47 Atlet Korpri Sulteng Siap Berlaga di Pornas XVII Palembang
- Bangkep, Sigi, Tolitoli, dan Poso Diguncang Gempa Hari Ini
Kapolda Sulteng Irjen Pol Agus Nugroho melalui Kepala Operasi Madago Raya, Kombes Pol Heni Agus Sunandar, menyebutkan perpanjangan ini tetap melibatkan TNI-Polri serta dukungan pemerintah daerah dan masyarakat.
Fokus operasi diarahkan pada upaya deradikalisasi dan kontra radikalisasi.
“Sebanyak 256 personel diterjunkan dalam Operasi Madago Raya Tahap IV dengan rincian 232 personel Polri, 20 personel TNI, serta 4 anggota Korpolairud Baharkam Polri,” ujar Kombes Heni dalam keterangan tertulisnya, Rabu (1/10/2025).
Ia menambahkan, pola operasi mengedepankan langkah preemtif dan preventif untuk menjaga keamanan di tiga wilayah sasaran, yakni Kabupaten Poso, Parigi Moutong, dan Tojo Una-una.
“Upaya deradikalisasi dan kontra radikalisasi ini untuk mewujudkan situasi yang aman, damai dan kondusif,” jelasnya.
Selain itu, aparat juga mengajak partisipasi masyarakat.
Kombes Heni menegaskan pentingnya kewaspadaan warga terhadap aktivitas mencurigakan di lingkungannya.
“Kami berharap warga tetap waspada, tidak mudah terprovokasi, serta segera melapor jika melihat aktivitas mencurigakan.
Sinergi aparat dan masyarakat menjadi kunci utama dalam keberhasilan operasi ini,” pungkasnya. (Rul/Nl)










