- Pemerintah Pangkas Antrean Haji, dari 49 Tahun Kini Jadi 14 Tahun
- Pajak Usaha Kuliner di Palu Turun Jadi 5 Persen, Berlaku untuk Warung hingga Lapak Non-Permanen
- Viral, Surat Resmi Bupati Sigi ke Menteri PU Jadi Bungkus Nasi Pecel di Jakarta, Bupati: Saya Sedih
- Jembatan Berani di Masungkang Banggai Diresmikan, Buka Akses Pendidikan dan Mobilitas Warga
- Kursi Menteri hingga Kapolri Berganti, Ini Daftar Reshuffle Terbaru yang Dilantik Prabowo
- Keren! Band Metal Asal Palu Ini Selipkan Bahasa Kaili hingga Gimba di Album Devastation Manifest
- Bangkep Diguncang Dua Kali Gempa Magnitudo 4,7, Tercatat di Sekitar Sesar Balantak
- Mulai 2027, Pajak Penghasilan Pekerja Bergaji di Bawah Rp10 Juta Ditanggung Pemerintah
- Mengurus Rumah Bukan Cuma Urusan Ibu, BPS Catat Ada 35 Ribu Bapak Rumah Tangga di Sulteng
- Tim SAR Selamatkan Remaja Perempuan dari Atas Tower PLN di Tipo
Tahun Depan Gubernur Sulteng Siapkan Bantuan Modal Rp 5 Juta untuk Penenun Donggala

Keterangan Gambar : Pemprov Sulteng memastikan akan menyalurkan bantuan modal kepada penenun Donggala pada 2026 sebagai langkah memperkuat keberlanjutan industri tenun lokal. (Foto: Biro Adm Pimpinan)
Likeindonesia.com, Donggala – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) memastikan akan menyalurkan bantuan modal kepada penenun Donggala pada 2026 sebagai langkah memperkuat keberlanjutan industri tenun lokal.
Hal itu disampaikan Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, saat membuka Networking of Tenun Central Sulawesi di Desa Wisata Towale, Kecamatan Banawa Tengah, Selasa (9/12/2025).
Baca Lainnya :
- Cina Bangun Pabrik Kelapa Senilai Rp1,6 Triliun di Morowali, Rampung 2026
- Siap-siap Liburan! Ini Jadwal Libur Akhir Tahun 2025 untuk PNS, Karyawan, dan Anak Sekolah
- Organisasi Pemuda di Palu Galang Dana untuk Korban Bencana Aceh dan Sumatra
- Jelang Natal–Tahun Baru, Penjualan Parsel Mulai Mewarnai Jalanan Kota Palu
- IJTI Sulteng dan Bateman Production Siapkan Charity for Sumatra untuk Korban Bencana
Lebih dari 200 penenun menghadiri kegiatan tersebut, yang menjadi forum besar pertama mempertemukan para pengrajin dengan pemerintah dan pelaku industri kreatif.
Pada kesempatan itu, Anwar menegaskan, dukungan modal akan diberikan secara merata kepada seluruh penenun sebagai bentuk keberpihakan pemerintah terhadap peningkatan produksi.
“Tahun 2026, pemerintah provinsi akan memberikan modal sebesar lima juta rupiah untuk setiap penenun. Ini untuk memastikan semakin banyak karya lahir dari Donggala, dan warisan budaya kita semakin maju,” tegasnya.
Ia menambahkan, bantuan ini bukan hanya untuk memperkuat usaha para penenun, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang bagi pengembangan tradisi, perluasan pasar, serta peningkatan pendapatan masyarakat terutama perempuan pengrajin.
Anwar juga mendorong para penenun untuk mengembangkan motif yang mengikuti tren pasar, agar produk mereka semakin kompetitif dan diminati generasi muda.
Selain itu, ia menyampaikan komitmennya mempromosikan Tenun Donggala melalui penggunaan produk lokal dalam berbagai agenda resmi pemerintah.
Kegiatan yang dirangkaikan dengan peresmian Wisata Pantai Karampuana itu diakhiri dengan peragaan busana tenun Donggala dan dihadiri Wakil Bupati Donggala Taufik M. Burhan, Dekranasda Sulteng, serta ratusan masyarakat.
Hadir pula Presiden/CEO Eco Fashion Week Australia (EFWA), Dr. Zulhal Bupan Mils, yang memberikan apresiasi atas upaya pelestarian Tenun Donggala dan menilai daerah ini memiliki potensi besar masuk dalam jaringan ekofesyen global. (BIM/Nl)



_2.jpg)






