- Bantuan untuk Korban Gempa di Sulteng Bertambah, PT Donggi Senoro LNG Serahkan Kasur hingga Selimut
- Tiga Wilayah Sulteng Diguncang Gempa pada 1 Juli, Terkuat di Sigi
- Ini Daerah dengan Pengeluaran Makanan dan Minuman Jadi Tertinggi di Sulteng, Palu dan Poso Teratas
- Harganas 2026, Orang Tua di Sulteng Diminta Bijak Dampingi Anak Gunakan Gawai
- Suhu Palu Tembus 34,7 Derajat, Wagub Ajak Masyarakat Lebih Peduli Perubahan Iklim
- Palu Catat Suhu Maksimum 35 Derajat, Jadi Wilayah Terpanas Kedua di RI
- 50 Huntara Mulai Dibangun untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Akbar Supratman Salurkan Ribuan Paket Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Dalam Sepekan, Gempa Susulan M 6,7 di Sulteng Capai 1.318 Kali
- PTN dan PTS se-Sulteng Bangun Kolaborasi Mitigasi Bencana Berbasis Riset
Sidak Jelang Nataru, Empat Bahan Pokok di Palu Alami Kenaikan Harga

Keterangan Gambar : Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny A. Lamadjido bersama TPID serta unsur terkait melakukan sidak harga bahan pokok di Pasar Inpres Manonda dan Pasar Masomba, Selasa (23/12) pagi. (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melakukan inspeksi mendadak (sidak) harga dan ketersediaan bahan pokok di dua pasar tradisional di Kota Palu, yakni Pasar Inpres Manonda dan Pasar Masomba, menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Sidak dipimpin Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny A. Lamadjido bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) serta unsur terkait, Selasa (23/12) pagi.
Baca Lainnya :
- Program Berani Bebas Pajak Kendaraan Sumbang Rp51,2 Miliar dalam Sebulan
- Gubernur Sulteng Temui Petani di Desa Watutau, Janji Masalah Bank Tanah Diselesaikan Secara Adil
- 565 Pemudik Diberangkatkan dalam Program Berani Mudik Gratis Nataru 2025 di Palu
- Pohon Peneduh di Depan Rujab Gubernur Sulteng Ditebang Tanpa Izin, Anwar Hafid Minta Pelaku Dicari
- Pulang Bawa Medali SEA Games Thailand 2025, Dua Atlet Disambut Langsung Gubernur dan KONI Sulteng
Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah pencegahan inflasi sekaligus memastikan stabilitas harga dan ketersediaan stok pangan di pasaran.
Dari hasil pemantauan di lapangan, pemerintah mencatat terdapat empat komoditas bahan pokok yang mengalami kenaikan harga, yakni telur, daging ayam, cabai rawit, dan bawang merah.
Kenaikan harga berkisar sekitar Rp5.000 per komoditas dibandingkan harga normal.
Adapun kisaran harganya yakni Bawang Merah Rp55-60 ribu per kilogram, Cabai Rawit Rp50 ribu per kilogram, ayam Rp75-80 ribu per ekor, dan telur Rp50-60 ribu per rak.
Wakil Gubernur Sulteng Reny A. Lamadjido mengatakan, kenaikan harga tersebut masih tergolong ringan dan tidak signifikan.
“Hari ini kami sidak ada empat yang harganya agak naik sedikit, tapi tidak terlalu naik sekali, yaitu telur, ayam, kemudian cabai rawit, dan bawang merah, itu harganya beda-beda Rp5 ribu,” ujar Reny.
Reny menjelaskan, berdasarkan hasil sidak, ketersediaan stok bahan pokok di kedua pasar masih dalam kondisi aman dan mencukupi hingga perayaan Tahun Baru.
“Alhamdulillah stok barangnya semua cukup banyak, dan siap sampai tahun baru,” katanya.
Selain itu, Reny menyebut perbedaan harga antar pasar relatif kecil.
Menurutnya, harga bahan pokok di Pasar Inpres Manonda dan Pasar Masomba hampir sama.
“Hampir sama, kalau berbeda hanya sedikit saja,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, lanjut Reny, terus melakukan pengendalian inflasi melalui koordinasi lintas instansi, termasuk Bank Indonesia, Bulog, dan Badan Pusat Statistik.
“Kami dari tim pengendalian inflasi sudah melakukan sidak pasar, dan dari Bank Indonesia juga sudah membantu kami untuk pelaksanaan HLM,” kata Reny.
Ia menegaskan, langkah sidak pasar ini dilakukan sesuai arahan Gubernur Sulawesi Tengah, mengingat momentum perayaan Natal dan Tahun Baru yang semakin dekat.
“Kami lakukan juga pengendalian inflasi bersama Bulog dan BPS, kenapa, pemerintah provinsi sesuai arahan bapak gubernur kami harus turun hari ini karena sudah mendekati perayaan natal dan tahun baru,” pungkasnya.
Pemerintah daerah berharap, dengan pemantauan rutin dan pengendalian yang dilakukan, stabilitas harga dan daya beli masyarakat tetap terjaga selama periode Natal dan Tahun Baru. (Rul/Nl)










