- Pajak Usaha Kuliner di Palu Turun Jadi 5 Persen, Berlaku untuk Warung hingga Lapak Non-Permanen
- Viral, Surat Resmi Bupati Sigi ke Menteri PU Jadi Bungkus Nasi Pecel di Jakarta, Bupati: Saya Sedih
- Jembatan Berani di Masungkang Banggai Diresmikan, Buka Akses Pendidikan dan Mobilitas Warga
- Kursi Menteri hingga Kapolri Berganti, Ini Daftar Reshuffle Terbaru yang Dilantik Prabowo
- Keren! Band Metal Asal Palu Ini Selipkan Bahasa Kaili hingga Gimba di Album Devastation Manifest
- Bangkep Diguncang Dua Kali Gempa Magnitudo 4,7, Tercatat di Sekitar Sesar Balantak
- Mulai 2027, Pajak Penghasilan Pekerja Bergaji di Bawah Rp10 Juta Ditanggung Pemerintah
- Mengurus Rumah Bukan Cuma Urusan Ibu, BPS Catat Ada 35 Ribu Bapak Rumah Tangga di Sulteng
- Tim SAR Selamatkan Remaja Perempuan dari Atas Tower PLN di Tipo
- UMKM Sulteng Mulai Didorong Go Global, Gerakan 1.000 Pelaku Usaha Ekspor Resmi Dideklarasikan
Program Berani Bebas Pajak Kendaraan Sumbang Rp51,2 Miliar dalam Sebulan

Keterangan Gambar : Ilustrasi. (Foto: iStockphoto)
Likeindonesia.com, Palu — Program Berani pembebasan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) yang digelar Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menjelang akhir tahun 2025 mencatat hasil menggembirakan. Selama satu bulan pelaksanaan, pendapatan daerah dari program ini mencapai lebih dari Rp51 miliar.
Program yang berlangsung sejak 19 November hingga 20 Desember 2025 tersebut dimanfaatkan oleh hampir 73 ribu pemilik kendaraan, baik mobil maupun sepeda motor.
Baca Lainnya :
- Gubernur Sulteng Temui Petani di Desa Watutau, Janji Masalah Bank Tanah Diselesaikan Secara Adil
- 565 Pemudik Diberangkatkan dalam Program Berani Mudik Gratis Nataru 2025 di Palu
- Pohon Peneduh di Depan Rujab Gubernur Sulteng Ditebang Tanpa Izin, Anwar Hafid Minta Pelaku Dicari
- Vespa Literasi Hadirkan Lapak Baca Keliling di Desa-desa Parigi Moutong
- Pulang Bawa Medali SEA Games Thailand 2025, Dua Atlet Disambut Langsung Gubernur dan KONI Sulteng
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulawesi Tengah, Rifki Ananta, mengatakan total kendaraan yang mengikuti program ini mencapai 72.971 unit. Dari jumlah itu, sebanyak 17.232 unit merupakan mobil dan 55.739 unit adalah sepeda motor.
“Realisasi objek transaksi selama program berani penghapusan pajak dari tgl 19 nov sd 20 des 2025 dengan objek sebanyak 72.971 yakni (R4=17.232–mobil) dan R2=55.739–sepeda motor) mencapai Rp51.253.019.991 atau 51,2 miliar,” beber Rifki Ananta, Senin (22/12/2025).
Ia menjelaskan, total penerimaan sebesar Rp51,2 miliar tersebut berasal dari pajak kendaraan bermotor dan sudah termasuk pembagian opsen pajak. Dari total itu, sekitar Rp30,8 miliar menjadi hak Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.
Sementara itu, sekitar Rp20,3 miliar lainnya dibagikan kepada pemerintah daerah, yakni 12 kabupaten dan satu kota di Sulawesi Tengah.
“Rp51.253.019.991 untuk PKB, sudah termasuk opsen dengan rincian Rp30.875.774.129 untuk provinsi dan sisanya Rp20.377.245.862 opsen dibagi ke 12 kabupaten dan satu kota,” jelasnya.
Kata dia, program Berani penghapusan pajak kendaraan bermotor ini telah dua kali dilaksanakan sejak kepemimpinan Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid dan Wakil Gubernur Reny A. Lamadjido.
“Program berani penghapusan pajak kendaraan bermotor ini sudah dua kali dilaksanakan sejak kepemimpinan Gubernur Anwar Hafid–Reny A. Lamadjido, yang dimulai sejak hari ulang tahun Provinsi Sulteng April 2025 dan November hingga Desember 2025,” ujarnya.
Program ini dinilai tidak hanya meningkatkan kepatuhan wajib pajak, tetapi juga membantu masyarakat mengurangi beban biaya kendaraan, terutama menjelang akhir tahun. (BIM/Nl)


_2.jpg)







