UMKM Sulteng Mulai Didorong Go Global, Gerakan 1.000 Pelaku Usaha Ekspor Resmi Dideklarasikan

By Inul Irfani 28 Sep 2026, 13:41:23 WIB Daerah
UMKM Sulteng Mulai Didorong Go Global, Gerakan 1.000 Pelaku Usaha Ekspor Resmi Dideklarasikan

Keterangan Gambar : Deklarasi Perkarantinaan Gerakan 1.000 Pelaku Usaha Ekspor dan Pengusaha UMKM dari Bumi Tadulako Menuju Pasar Global di Best Western Plus Coco Palu, Senin (28/9/2026). (Foto: Biro Adpim Pemprov Sulteng)


Likeindonesia.com, PALU - Upaya mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Sulawesi Tengah menembus pasar global mulai diperkuat melalui Gerakan 1.000 Pelaku Usaha Ekspor.


Gerakan tersebut resmi dideklarasikan dalam kegiatan Deklarasi Perkarantinaan Gerakan 1.000 Pelaku Usaha Ekspor dan Pengusaha UMKM dari Bumi Tadulako Menuju Pasar Global di Best Western Plus Coco Palu, Senin (28/9/2026).

Baca Lainnya :


Kegiatan itu dihadiri ribuan pelaku UMKM dan pelaku usaha dari berbagai daerah di Sulawesi Tengah. Turut hadir Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid, Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman, Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding, serta para bupati dan wali kota se-Sulawesi Tengah.


Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, mengatakan gerakan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah membuka akses yang lebih luas bagi UMKM daerah untuk masuk ke pasar internasional.


Menurut Anwar, UMKM tidak hanya perlu didorong dari sisi produksi, tetapi juga membutuhkan akses modal, peningkatan kualitas produk, pendampingan, serta akses pasar agar dapat berkembang menjadi pelaku usaha berorientasi ekspor.


“Saya berkomitmen bahwa UMKM sekarang menjadi salah satu kekuatan fondasi ekonomi kita,” kata Anwar.


Ia menyebut Sulawesi Tengah memiliki sejumlah komoditas yang berpotensi dikembangkan untuk pasar ekspor, di antaranya sarang burung walet, durian, kakao, kelapa, tuna, dan kepiting bakau.


Potensi tersebut, kata Anwar, perlu dikembangkan secara lebih terintegrasi agar produk dari Sulawesi Tengah tidak hanya beredar di pasar domestik, tetapi juga mampu menjangkau pasar internasional.


Salah satu peluang yang disoroti Anwar adalah perkembangan ekspor durian dari sejumlah daerah, termasuk Poso, Parigi Moutong, dan Sigi.


Selain potensi komoditas, konektivitas penerbangan juga dinilai dapat mendukung kegiatan ekspor dari Sulawesi Tengah. Anwar menyebut penerbangan Palu-Guangzhou dapat menjadi salah satu akses bagi pelaku usaha daerah untuk menjangkau pasar Tiongkok.


“Ini bisa kita manfaatkan. Mudah-mudahan ekspor kita semakin mudah,” ujarnya.


Untuk mendukung kesiapan pelaku usaha, Badan Karantina Indonesia bersama pemerintah daerah dan kementerian terkait juga mendorong pembentukan Klinik Ekspor di Sulawesi Tengah.


Kepala Badan Karantina Indonesia, Abdul Kadir Karding, mengatakan Klinik Ekspor akan memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM, mulai dari pemenuhan standar produk, akses pasar global hingga pembiayaan.


Menurutnya, pemenuhan standar perlu dilakukan sejak awal untuk mengurangi risiko produk ditolak ketika telah sampai di negara tujuan.


“Kita akan melatih bagaimana standar produk itu diterima di luar, bagaimana cara mengakses pasar global, dan bagaimana cara mengakses permodalan,” kata Karding.


Program tersebut juga akan digunakan untuk memetakan komoditas unggulan dari masing-masing kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah.


Selain durian dan sarang burung walet, komoditas seperti ikan, kelapa, kakao, dan berbagai produk potensial lainnya akan dipetakan untuk dikembangkan sebagai komoditas ekspor.


Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, turut mendukung gerakan tersebut. Ia mengatakan pemerintah pusat dan daerah perlu memastikan kehadiran pemerintah dapat dirasakan langsung oleh pelaku UMKM dalam mengembangkan usahanya.


Ia menilai kolaborasi antara pemerintah, Badan Karantina Indonesia, perbankan, dan pelaku usaha diperlukan untuk membuka lebih banyak kesempatan bagi UMKM berkembang dan masuk ke pasar global.


“UMKM di tanah air harus merasakan bahwa ada kehadiran pemerintah, baik di pusat, provinsi maupun kabupaten/kota, dalam proses tumbuh kembangnya mereka,” ujar Maman.


Dengan adanya gerakan tersebut, pengembangan UMKM di Sulawesi Tengah diarahkan tidak hanya pada peningkatan produksi, tetapi juga kesiapan produk, standardisasi, pembiayaan, pengemasan, logistik, hingga akses pasar internasional.


Anwar mengatakan pemerintah provinsi akan mendorong pengembangan komoditas berdasarkan potensi masing-masing daerah.


“Kita mau Sulawesi Tengah ini terkenal. Bukan cuma di nasional, tapi di internasional,” tegasnya. (nul)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.