- Pemerintah Resmi Tunda Batas Wajib Sertifikasi Halal hingga Oktober 2028
- Warga Sulteng Diimbau Perkuat Doa dan Ibadah Hadapi Kabut Asap
- Udara Palu Makin Memburuk, PM2.5 Capai 205 Mikrogram dan Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat
- Festival Danau Poso 2026 Resmi Dibuka, Gubernur Sulteng Ajak Warga Jaga Budaya dan Lingkungan
- Ferry Irwandi Inisiasi Patungan untuk Hutan, Raup Donasi Rp10,5 Miliar
- Bupati Sigi Buka Suara soal Jenazah Mantan Kades Diantar Pakai Ojek, Upayakan Akses Jalan Memadai
- KONI Sulteng Apresiasi Perkembangan Kickboxing dalam Musprov II KBI
- Lapor ke Prabowo, Kepala BNPB Sebut Karhutla Diprediksi Mereda Mulai Pertengahan Oktober
- 2.540 Pekerja di Sulteng Kena PHK Sepanjang Januari-September 2026
- Salena Dilanda Krisis Air Bersih, Sungai Mengering akibat El Nino
MBG Mau Dikurangi Jadi 5 Hari, Purbaya Sebut Bisa Hemat Rp 40 Triliun

Keterangan Gambar : Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto : @menkeuri/Instagram)
Likeindonesia.com, Jakarta - Pemerintah tengah mengkaji efisiensi pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan mengurangi hari operasionalnya. Dari yang semula berjalan 6 hari dalam sepekan, program ini diusulkan menjadi hanya 5 hari.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyebut langkah ini berpotensi menghemat anggaran hingga Rp 40 triliun per tahun. Angka tersebut masih merupakan hitungan awal dan bisa saja berubah.
Baca Lainnya :
- Breaking News! Dua Pekan Perang Israel–Iran, Media Iran Sebut Netanyahu Tewas
- Cegah Brain Rot, Siswa SD–SMA di Indonesia Resmi Dilarang Pakai ChatGPT
- BMKG Prediksi Idul Fitri 1447 H Jatuh 21 Maret 2026, Ramadan Berpotensi Genap 30 Hari
- Resmi! Anak di Bawah 16 Tahun Dilarang Punya Akun TikTok, Instagram hingga Roblox Mulai 28 Maret
- THR Pekerja Swasta Tidak Boleh Dicicil, Pemerintah Ingatkan Wajib Cair H-7 Lebaran
“Kan biasa seminggu 6 hari, dia bilang (diusulkan jadi) 5 hari. Jadi ada efisiensi juga dari MBG, ada pengurangan cukup banyak. Dia bilang aja (bisa hemat) Rp 40 triliun setahun, tapi bisa lebih,” ujarnya di Jakarta, Rabu (25/3/2026), dikutip dari Kompas.com.
Purbaya menegaskan, usulan pengurangan hari operasional ini berasal dari Badan Gizi Nasional (BGN), bukan keputusan dari Kementerian Keuangan.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya efisiensi anggaran di tengah kondisi ekonomi global yang masih bergejolak.
Rencana ini juga belum menjadi bagian dari total efisiensi anggaran sebesar Rp 81 triliun yang sebelumnya disampaikan Presiden Prabowo Subianto.
Saat ini, usulan tersebut masih dalam tahap pembahasan dan akan dilaporkan terlebih dahulu kepada Presiden. Pengumuman resmi nantinya akan disampaikan langsung oleh Kepala BGN. (Nul)





_2.jpg)




