- Kualitas Udara Kota Palu Didominasi Kategori Tidak Sehat Selama Agustus 2026
- Karhutla Tersebar di 8 Wilayah Sulteng, Pemprov Gelar Rakor Antisipasi Lonjakan Kebakaran September
- Muhammadiyah Telah Tetapkan Awal Puasa 2027, Mulai 8 Februari
- Ketua KONI Sulteng Buka Savana Buutiba Trail Run 2026, Olahraga Sekaligus Nikmati Alam Sigi
- Perubahan Anggaran Sulteng 2026 Disepakati, Pemprov Pastikan Tetap Berpihak kepada Rakyat
- Peringatan Dini Potensi Karhutla Sulteng 7 Hari ke Depan, BMKG Imbau Warga Tak Bakar Lahan
- Tak Hanya Pertalite, Pembeli LPG 3 Kg Juga Bakal Diatur Berdasarkan Desil
- Polda Sulteng Ungkap Kronologi Penembakan di Jalan Tombolotutu, Berawal dari Persoalan Parkir
- BMKG Catat 187 Hotspot di Sulawesi Tengah, Tersebar di 8 Kabupaten
- BMKG Pastikan Asap Karhutla Kalimantan Tak Mengarah ke Palu, Arah Angin Jadi Faktor Utama
MBG Mau Dikurangi Jadi 5 Hari, Purbaya Sebut Bisa Hemat Rp 40 Triliun

Keterangan Gambar : Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto : @menkeuri/Instagram)
Likeindonesia.com, Jakarta - Pemerintah tengah mengkaji efisiensi pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan mengurangi hari operasionalnya. Dari yang semula berjalan 6 hari dalam sepekan, program ini diusulkan menjadi hanya 5 hari.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyebut langkah ini berpotensi menghemat anggaran hingga Rp 40 triliun per tahun. Angka tersebut masih merupakan hitungan awal dan bisa saja berubah.
Baca Lainnya :
- Breaking News! Dua Pekan Perang Israel–Iran, Media Iran Sebut Netanyahu Tewas
- Cegah Brain Rot, Siswa SD–SMA di Indonesia Resmi Dilarang Pakai ChatGPT
- BMKG Prediksi Idul Fitri 1447 H Jatuh 21 Maret 2026, Ramadan Berpotensi Genap 30 Hari
- Resmi! Anak di Bawah 16 Tahun Dilarang Punya Akun TikTok, Instagram hingga Roblox Mulai 28 Maret
- THR Pekerja Swasta Tidak Boleh Dicicil, Pemerintah Ingatkan Wajib Cair H-7 Lebaran
“Kan biasa seminggu 6 hari, dia bilang (diusulkan jadi) 5 hari. Jadi ada efisiensi juga dari MBG, ada pengurangan cukup banyak. Dia bilang aja (bisa hemat) Rp 40 triliun setahun, tapi bisa lebih,” ujarnya di Jakarta, Rabu (25/3/2026), dikutip dari Kompas.com.
Purbaya menegaskan, usulan pengurangan hari operasional ini berasal dari Badan Gizi Nasional (BGN), bukan keputusan dari Kementerian Keuangan.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya efisiensi anggaran di tengah kondisi ekonomi global yang masih bergejolak.
Rencana ini juga belum menjadi bagian dari total efisiensi anggaran sebesar Rp 81 triliun yang sebelumnya disampaikan Presiden Prabowo Subianto.
Saat ini, usulan tersebut masih dalam tahap pembahasan dan akan dilaporkan terlebih dahulu kepada Presiden. Pengumuman resmi nantinya akan disampaikan langsung oleh Kepala BGN. (Nul)










