- Karhutla Tersebar di 8 Wilayah Sulteng, Pemprov Gelar Rakor Antisipasi Lonjakan Kebakaran September
- Muhammadiyah Telah Tetapkan Awal Puasa 2027, Mulai 8 Februari
- Ketua KONI Sulteng Buka Savana Buutiba Trail Run 2026, Olahraga Sekaligus Nikmati Alam Sigi
- Perubahan Anggaran Sulteng 2026 Disepakati, Pemprov Pastikan Tetap Berpihak kepada Rakyat
- Peringatan Dini Potensi Karhutla Sulteng 7 Hari ke Depan, BMKG Imbau Warga Tak Bakar Lahan
- Tak Hanya Pertalite, Pembeli LPG 3 Kg Juga Bakal Diatur Berdasarkan Desil
- Polda Sulteng Ungkap Kronologi Penembakan di Jalan Tombolotutu, Berawal dari Persoalan Parkir
- BMKG Catat 187 Hotspot di Sulawesi Tengah, Tersebar di 8 Kabupaten
- BMKG Pastikan Asap Karhutla Kalimantan Tak Mengarah ke Palu, Arah Angin Jadi Faktor Utama
- Pra Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Satu Keluarga di Duyu Digelar, Tersangka Masuk dari Belakang Rumah
Muhammadiyah Telah Tetapkan Awal Puasa 2027, Mulai 8 Februari

Keterangan Gambar : Logo Muhammadiyah. (Foto: muhammadiyah.or.id)
Likeindonesia.com, JAKARTA - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah menetapkan awal puasa Ramadan 1448 Hijriah atau 2027 Masehi.
Berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), 1 Ramadan 1448 H jatuh pada Senin, 8 Februari 2027.
Baca Lainnya :
- Usai Tragedi Juliana, Menhut Evaluasi Keamanan Gunung Rinjani: RFID dan Aturan Baru Disiapkan
- Menaker Ungkap Lebih dari 1 Juta Sarjana di Indonesia Masih Menganggur di 2025
- Siap-Siap Tambah Budget Transport, Pemerintah Bakal Naikkan Tarif Ojol hingga 15 Persen
- Senator Andhika Amir Dukung Langkah Tegas Pemkab Donggala Soal DBH Migas
- Traveler Wajib Tahu! Per 17 Juli, Bagasi Gratis Lion Air dan Super Air Jet Jadi 10 Kg
Muhammadiyah juga menetapkan 1 Syawal 1448 H atau Idulfitri pada Selasa, 9 Maret 2027.
Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) dan Nahdlatul Ulama (NU) belum menetapkan awal Ramadan 2027.
Penetapan versi pemerintah akan dilakukan melalui Sidang Isbat dengan mempertimbangkan hasil hisab dan rukyatul hilal.
Adanya kemungkinan perbedaan tanggal awal Ramadan berkaitan dengan metode dan kriteria penentuan hilal yang digunakan.
Muhammadiyah menggunakan metode Hisab Hakiki Wujudul Hilal. Sementara pemerintah menggunakan hisab dan rukyatul hilal dengan mengacu pada kriteria MABIMS, yakni ketinggian hilal minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat. (nul)









