- BMKG Catat 187 Hotspot di Sulawesi Tengah, Tersebar di 8 Kabupaten
- BMKG Pastikan Asap Karhutla Kalimantan Tak Mengarah ke Palu, Arah Angin Jadi Faktor Utama
- Pra Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Satu Keluarga di Duyu Digelar, Tersangka Masuk dari Belakang Rumah
- Atasi Gangguan Suplai Pertalite di SPBU Palu, Pertamina Andalkan Pasokan dari Poso dan Bau-Bau
- Reses Anggota DPRD Kota Palu, Erman Lakuana Serap Aspirasi Warga Palu Timur dan Mantikulore
- Pemprov Sulteng Pastikan Pertalite di Palu Kembali Normal Usai Terjadi Kelangkaan
- Sempat Sembunyi di Gubuk Likuefaksi Balaroa, Buronan Pembunuhan Keluarga di Duyu Ditangkap
- POPDA XXIV Sulteng 2026 Resmi Bergulir, Buol Jadi Tuan Rumah
- BMKG Catat Kualitas Udara Palu Memburuk Selama Sepekan Terakhir
- Aksi Pencurian Makin Meresahkan di Palu, Tiga Orang Diciduk Usai Bobol Panti Asuhan
BMKG Catat 187 Hotspot di Sulawesi Tengah, Tersebar di 8 Kabupaten

Keterangan Gambar : Peta sebaran Titik Panas (Hostpot Map) di wilayah Sulawesi Tengah per 26 Agustus 2026. (Foto: Dok. BMKG SPAG Lore Lindu Bariri)
Likeindonesia.com, PALU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 187 titik panas atau hotspot terdeteksi di sejumlah wilayah Sulawesi Tengah.
Data tersebut berdasarkan Peta Sebaran Titik Panas (Hotspot Map) Provinsi Sulawesi Tengah yang dipantau pada 26 Agustus 2026 pukul 00.03 WIB.
Baca Lainnya :
- OJK Sulteng Buka Layanan Pengaduan untuk Korban Keuangan Ilegal
- Banjir Landa Lima Desa di Donggala, Satu Warga Masih Dicari
- Nelayan Hilang di Laut Morowali Ditemukan Selamat Setelah Sehari Pencarian
- Sulteng Dapat Alokasi Rp356 Miliar untuk Cetak Sawah Rakyat Seluas 10 Ribu Hektare
- Warga Tolitoli Ramai-ramai Jadi Penambang di Pantai Tinabogan, Benarkah Ada Emas?
Dari total 187 titik panas yang terdeteksi, sebanyak 14 titik memiliki tingkat kepercayaan tinggi, sementara 173 titik lainnya berada pada tingkat kepercayaan sedang.
Sebaran titik panas tersebut terdeteksi di delapan kabupaten di Sulawesi Tengah, yakni Buol, Parigi Moutong, Donggala, Sigi, Poso, Tojo Una-Una, Banggai, dan Banggai Laut.
BMKG Stasiun Pemantau Atmosfer Global (SPAG) Lore Lindu Bariri menyebut keberadaan titik panas dapat menjadi indikasi adanya potensi kebakaran vegetasi dan lahan, terutama pada lokasi yang terdeteksi memiliki tingkat kepercayaan tinggi.
Meski demikian, BMKG menegaskan titik panas tidak selalu berarti telah terjadi kebakaran. Namun, keberadaannya perlu diwaspadai, khususnya ketika kondisi lingkungan sedang kering.
Masyarakat yang berada di sekitar wilayah dengan sebaran titik panas diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan serta dampak yang dapat ditimbulkannya, termasuk penurunan kualitas udara akibat asap.
BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk menghindari pembakaran lahan dan sampah secara terbuka serta tidak membuang sumber api seperti puntung rokok di area yang mudah terbakar.
Apabila menemukan indikasi kebakaran, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada pihak berwenang agar dapat ditangani sejak dini dan mencegah api meluas.
“Jangan tunggu api membesar! Cegah sejak dini, lindungi lingkungan dan kualitas udara kita bersama,” imbau BMKG SPAG Lore Lindu Bariri, Kamis (27/8/2026). (nul)









