- Bupati Sigi Buka Suara soal Jenazah Mantan Kades Diantar Pakai Ojek, Upayakan Akses Jalan Memadai
- KONI Sulteng Apresiasi Perkembangan Kickboxing dalam Musprov II KBI
- Lapor ke Prabowo, Kepala BNPB Sebut Karhutla Diprediksi Mereda Mulai Pertengahan Oktober
- 2.540 Pekerja di Sulteng Kena PHK Sepanjang Januari-September 2026
- Salena Dilanda Krisis Air Bersih, Sungai Mengering akibat El Nino
- Ratusan Personel Gabungan Gerebek Lokasi Peredaran Narkoba di Kayumalue, 7 Orang Diamankan
- Antrean Solar di SPBU Diponegoro Palu Berujung Penganiayaan, Sopir Truk Dipukul Pakai Batako
- Aturan Wajib Halal Berlaku 18 Oktober, BPJPH Wanti-wanti Penipuan Berkedok Sanksi
- Kabut Asap Karhutla Meluas di Sulteng, Gubernur Imbau Warga Pakai Masker
- Sarang Narkoba di Tavanjuka Palu Digerebek, Bong hingga Senjata Tajam Diamankan
BMKG Catat 187 Hotspot di Sulawesi Tengah, Tersebar di 8 Kabupaten

Keterangan Gambar : Peta sebaran Titik Panas (Hostpot Map) di wilayah Sulawesi Tengah per 26 Agustus 2026. (Foto: Dok. BMKG SPAG Lore Lindu Bariri)
Likeindonesia.com, PALU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 187 titik panas atau hotspot terdeteksi di sejumlah wilayah Sulawesi Tengah.
Data tersebut berdasarkan Peta Sebaran Titik Panas (Hotspot Map) Provinsi Sulawesi Tengah yang dipantau pada 26 Agustus 2026 pukul 00.03 WIB.
Baca Lainnya :
- OJK Sulteng Buka Layanan Pengaduan untuk Korban Keuangan Ilegal
- Banjir Landa Lima Desa di Donggala, Satu Warga Masih Dicari
- Nelayan Hilang di Laut Morowali Ditemukan Selamat Setelah Sehari Pencarian
- Sulteng Dapat Alokasi Rp356 Miliar untuk Cetak Sawah Rakyat Seluas 10 Ribu Hektare
- Warga Tolitoli Ramai-ramai Jadi Penambang di Pantai Tinabogan, Benarkah Ada Emas?
Dari total 187 titik panas yang terdeteksi, sebanyak 14 titik memiliki tingkat kepercayaan tinggi, sementara 173 titik lainnya berada pada tingkat kepercayaan sedang.
Sebaran titik panas tersebut terdeteksi di delapan kabupaten di Sulawesi Tengah, yakni Buol, Parigi Moutong, Donggala, Sigi, Poso, Tojo Una-Una, Banggai, dan Banggai Laut.
BMKG Stasiun Pemantau Atmosfer Global (SPAG) Lore Lindu Bariri menyebut keberadaan titik panas dapat menjadi indikasi adanya potensi kebakaran vegetasi dan lahan, terutama pada lokasi yang terdeteksi memiliki tingkat kepercayaan tinggi.
Meski demikian, BMKG menegaskan titik panas tidak selalu berarti telah terjadi kebakaran. Namun, keberadaannya perlu diwaspadai, khususnya ketika kondisi lingkungan sedang kering.
Masyarakat yang berada di sekitar wilayah dengan sebaran titik panas diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan serta dampak yang dapat ditimbulkannya, termasuk penurunan kualitas udara akibat asap.
BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk menghindari pembakaran lahan dan sampah secara terbuka serta tidak membuang sumber api seperti puntung rokok di area yang mudah terbakar.
Apabila menemukan indikasi kebakaran, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada pihak berwenang agar dapat ditangani sejak dini dan mencegah api meluas.
“Jangan tunggu api membesar! Cegah sejak dini, lindungi lingkungan dan kualitas udara kita bersama,” imbau BMKG SPAG Lore Lindu Bariri, Kamis (27/8/2026). (nul)


_3.jpg)







