- Bupati Sigi Buka Suara soal Jenazah Mantan Kades Diantar Pakai Ojek, Upayakan Akses Jalan Memadai
- KONI Sulteng Apresiasi Perkembangan Kickboxing dalam Musprov II KBI
- Lapor ke Prabowo, Kepala BNPB Sebut Karhutla Diprediksi Mereda Mulai Pertengahan Oktober
- 2.540 Pekerja di Sulteng Kena PHK Sepanjang Januari-September 2026
- Salena Dilanda Krisis Air Bersih, Sungai Mengering akibat El Nino
- Ratusan Personel Gabungan Gerebek Lokasi Peredaran Narkoba di Kayumalue, 7 Orang Diamankan
- Antrean Solar di SPBU Diponegoro Palu Berujung Penganiayaan, Sopir Truk Dipukul Pakai Batako
- Aturan Wajib Halal Berlaku 18 Oktober, BPJPH Wanti-wanti Penipuan Berkedok Sanksi
- Kabut Asap Karhutla Meluas di Sulteng, Gubernur Imbau Warga Pakai Masker
- Sarang Narkoba di Tavanjuka Palu Digerebek, Bong hingga Senjata Tajam Diamankan
BMKG Catat Kualitas Udara Palu Memburuk Selama Sepekan Terakhir

Keterangan Gambar : Pemantauan kualitas udara di Kota Palu pada 19-25 Agustus 2026. (Foto: @iklim_sulteng/Instagram)
Likeindonesia.com, PALU - Kualitas udara di Kota Palu tercatat memburuk selama sepekan terakhir, berdasarkan hasil pemantauan BMKG Stasiun Pemantau Atmosfer Global (SPAG) Lore Lindu Bariri.
Pemantauan pada 19-25 Agustus 2026 menunjukkan konsentrasi PM10 di Palu berada pada 57-87 µg/m³ atau kategori sedang. Sementara itu, konsentrasi PM2.5 mencapai 56-77 µg/m³ yang masuk kategori tidak sehat.
Baca Lainnya :
- Puluhan Warga Palu Datangi Kantor OMC, Akun Terblokir dan Uang Tak Bisa Ditarik
- Gedung TK Kemala Bhayangkari 01 Sulteng Kembali Dibuka Usai Renovasi Total
- 352 Siswa Baru Ikuti MPLS di SMPN 4 Palu, KBM Dimulai 14 Juli
- Besok! Ketua Pembina YKB Tinjau dan Resmikan Fasilitas Pendidikan di Palu
- Buka-Tutup Jalur Kebun Kopi Picu Protes, Fortuner Hitam Diduga Utusan Bupati Diloloskan Melintas
BMKG SPAG Lore Lindu Bariri menyebut memburuknya kualitas udara tersebut tidak lepas dari kondisi musim kemarau dan pengaruh El Nino yang membuat lingkungan lebih kering serta frekuensi hujan berkurang.
“Minimnya hujan membuat proses alami atmosfer dalam membersihkan partikulat menjadi berkurang, sehingga debu dan partikel polutan lebih mudah terakumulasi di udara,” demikian keterangan resmi BMKG SPAG Lore Lindu Bariri melalui Instagram @iklim_sulteng, Rabu (26/8/2026).
Selain itu, kondisi permukaan yang lebih kering disebut membuat debu tanah, pasir halus, dan partikel dari permukaan jalan lebih mudah terangkat ke udara akibat aktivitas kendaraan maupun angin.
BMKG SPAG Lore Lindu Bariri mengimbau masyarakat untuk mengurangi paparan udara luar ketika kualitas udara memburuk, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.
Masyarakat juga disarankan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, membatasi aktivitas luar, serta menghindari pembakaran sampah yang dapat menambah polusi udara. (nul)


_3.jpg)







