- Sulteng Masuk Daerah Terbaik Pengendalian Inflasi di Sulawesi, Dapat Insentif Rp2 Miliar
- Palu dan Morowali Masuk Daerah Tujuan Migrasi Tertinggi di Sulteng
- Wakil Ketua MPR RI Akbar Supratman Sumbang Sapi Kurban di Masjid Raya Baitul Khairaat
- Kemendikdasmen Perbarui Kebijakan, Masuk SD Tak Lagi Harus Menunggu 7 Tahun
- Kendaraan di Palu Kini Wajib Menggunakan Plat Nomor Daerah
- Mandi Laut Usai Subuh, Warga Palu Barat Tewas Tenggelam di Kampung Nelayan
- Demi Efisiensi, Anggaran MBG 2026 Dipangkas Rp67 Triliun
- Siap-Siap Cair, Gaji Ke-13 ASN hingga Polri Mulai Dibayarkan Juni 2026
- Pusat Medis Modern di Cina Jadi Inspirasi Pengembangan Kesehatan di Sulteng
- Komisi II DPR RI Minta Kebijakan Bank Tanah di Lembah Napu Ditinjau Ulang
BMKG Prediksi Idul Fitri 1447 H Jatuh 21 Maret 2026, Ramadan Berpotensi Genap 30 Hari
.jpg)
Keterangan Gambar : Ilustrasi pemantauan hilal. (Foto : iStockphoto)
Likeindonesia.com, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah berpotensi jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Hal ini didasarkan pada data astronomi terkait posisi hilal saat matahari terbenam pada 19 Maret 2026.
Dilansir dari situs resmi BMKG, konjungsi atau ijtimak diperkirakan terjadi pada Kamis, 19 Maret 2026 pukul 08.23.23 WIB, 09.23.23 WITA, dan 10.23.23 WIT. Konjungsi sendiri merupakan peristiwa ketika posisi Bulan dan Matahari berada pada bujur ekliptika yang sama jika dilihat dari pusat Bumi, yang menjadi penanda pergantian bulan dalam kalender Hijriah.
Baca Lainnya :
- Resmi! Anak di Bawah 16 Tahun Dilarang Punya Akun TikTok, Instagram hingga Roblox Mulai 28 Maret
- THR Pekerja Swasta Tidak Boleh Dicicil, Pemerintah Ingatkan Wajib Cair H-7 Lebaran
- Segera Cek Rekening, THR ASN Rp 55 Triliun Telah Cair Bertahap
- Muhammadiyah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada 20 Maret 2026
- Menaker Imbau Pekerja Segera Lapor Jika THR Tak Cair
BMKG menyebutkan bahwa konjungsi terjadi sebelum matahari terbenam di seluruh wilayah Indonesia. Dengan demikian, pengamatan hilal atau rukyat dapat dilakukan setelah waktu Magrib pada 19 Maret 2026.
"Periode sinodis Bulan terhitung sejak konjungsi sebelumnya (awal Bulan Ramadan 1447 H) hingga konjungsi yang akan datang (awal Bulan Syawal 1447 H) adalah 29 hari 13 jam 22 menit. Waktu terbenam Matahari dinyatakan ketika bagian atas piringan Matahari tepat di horizon teramati," tulis BMKG dalam situs resminya, dikutip Kamis (12/3/2026).
Dalam laporannya, BMKG juga mencatat waktu matahari terbenam paling awal di Indonesia pada tanggal tersebut terjadi pukul 17.48.13 WIT di Waris, Papua. Sementara waktu terbenam paling akhir tercatat pukul 18.49.39 WIB di Banda Aceh, Aceh.
Adapun ketinggian hilal di Indonesia saat matahari terbenam pada 19 Maret 2026 diperkirakan berkisar antara 0,91 derajat di Merauke, Papua hingga 3,13 derajat di Sabang, Aceh. Sementara elongasi geosentris berkisar antara 4,54 derajat di Waris, Papua hingga 6,1 derajat di Banda Aceh, Aceh.
Namun, nilai tersebut dinilai belum sepenuhnya memenuhi kriteria imkanur rukyat yang ditetapkan oleh MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura). Dalam kriteria tersebut, hilal dinyatakan memenuhi syarat jika memiliki ketinggian minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat.
Karena itu, berdasarkan data BMKG, bulan Ramadan 1447 Hijriah diperkirakan akan digenapkan menjadi 30 hari, sehingga Idul Fitri berpotensi jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.
Prediksi serupa juga disampaikan oleh Peneliti Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin. Ia menyebutkan bahwa secara astronomi, posisi hilal pada 19 Maret 2026 di wilayah Asia Tenggara belum memenuhi kriteria baru MABIMS.
"Fakta astronomi, pada saat Maghrib 19 Maret 2026 di wilayah Asia Tenggara, hilal belum memenuhi kriteria baru MABIMS, ditunjukkan pada kurva kuning yang melintasi Asia Tengah," ujarnya, dikutip dari detik.com.
Meski demikian, penetapan resmi awal Syawal 1447 Hijriah tetap akan menunggu hasil sidang isbat yang digelar Kementerian Agama pada 19 Maret 2026. (Nul/Nl)









