- Irjen Rizal Irawan Resmi Ditunjuk Jadi Kapolda Sulteng, Gantikan Irjen Nasri
- Pemerintah Pangkas Antrean Haji, dari 49 Tahun Kini Jadi 14 Tahun
- Pajak Usaha Kuliner di Palu Turun Jadi 5 Persen, Berlaku untuk Warung hingga Lapak Non-Permanen
- Viral, Surat Resmi Bupati Sigi ke Menteri PU Jadi Bungkus Nasi Pecel di Jakarta, Bupati: Saya Sedih
- Jembatan Berani di Masungkang Banggai Diresmikan, Buka Akses Pendidikan dan Mobilitas Warga
- Kursi Menteri hingga Kapolri Berganti, Ini Daftar Reshuffle Terbaru yang Dilantik Prabowo
- Keren! Band Metal Asal Palu Ini Selipkan Bahasa Kaili hingga Gimba di Album Devastation Manifest
- Bangkep Diguncang Dua Kali Gempa Magnitudo 4,7, Tercatat di Sekitar Sesar Balantak
- Mulai 2027, Pajak Penghasilan Pekerja Bergaji di Bawah Rp10 Juta Ditanggung Pemerintah
- Mengurus Rumah Bukan Cuma Urusan Ibu, BPS Catat Ada 35 Ribu Bapak Rumah Tangga di Sulteng
Situasi di Nunu dan Anoa Berangsur Kondusif, Satu Terduga Pelaku Telah Diamankan

Keterangan Gambar : Kapolsek Palu Selatan, AKP Kasim Bohari meluruskan informasi yang beredar terkait insiden di Kelurahan Nunu dan Kelurahan Anoa, Kota Palu. (Foto: Humas Polresta Palu)
Likeindonesia.com, PALU - Situasi di Kelurahan Nunu dan Kelurahan Anoa, Kota Palu, berangsur kondusif pada Rabu (22/7/2026) setelah insiden penganiayaan terhadap seorang petugas keamanan perumahan yang sempat memicu keresahan warga.
Dalam penanganan kasus tersebut, Polresta Palu telah mengamankan satu orang terduga pelaku dan memastikan proses hukum terus berjalan.
Baca Lainnya :
- Resmi Dibuka, Bengkel Body Repair Suzuki Palu: Layanan Cepat, Garansi Aman, Semua Merek Masuk!
- Setelah Gempa 3,5 SR, Palu Kembali Digoyang Gempa 3,2 SR
- Gempa Magnitudo 3,5 Guncang Palu Pagi Ini
- Diskon Tiket Kapal Laris di Palu, 5.000 Tiket Terjual dalam Waktu Singkat
- Warung Makan Mas Joko di Pasigala Kompak Naikkan Harga Mulai 7 Juli
Kapolsek Palu Selatan, AKP Kasim Bohari menjelaskan, peristiwa itu bermula dari percekcokan rumah tangga di Perumahan MR Palu pada Selasa (21/7/2026) malam.
Korban berinisial MA yang bertugas sebagai petugas keamanan berusaha melerai pertengkaran tersebut. Namun, pihak yang ditegur justru kembali ke lokasi bersama sejumlah rekannya dan melakukan penganiayaan terhadap korban.
“Kembali bersama dengan teman-temannya, melakukan tindak penganiayaan,” ujar AKP Kasim Bohari dalam konferensi pers di Mako Polresta Palu, Rabu (22/7/2026).
Ia juga membantah adanya penyerangan dari warga Kelurahan Nunu terhadap warga Kelurahan Anoa. Kedatangan keluarga korban ke lokasi, kata dia, semata-mata untuk mengevakuasi MA setelah menerima kabar bahwa korban dianiaya.
“Perlu saya sampaikan di sini, tidak ada penyerangan antara warga. Spontanitas dari keluarga, karena mendengar informasi bahwa keluarga mereka dianiaya, mereka langsung turun untuk mengevakuasi dan membawanya ke rumah sakit,” jelasnya.
Polisi bergerak cepat mengamankan situasi agar persoalan tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas. Satu orang terduga pelaku berinisial AD telah diamankan dan kini menjalani proses hukum di Polresta Palu.
Selain menerjunkan personel gabungan untuk menjaga wilayah perbatasan, kepolisian juga memediasi tokoh masyarakat dan tokoh agama dari kedua kelurahan.
Hasil mediasi tersebut menghasilkan kesepakatan damai dan situasi di Kelurahan Nunu maupun Kelurahan Anoa kini dipastikan kembali kondusif.
AKP Kasim Bohari pun mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi serta menyerahkan penanganan kasus sepenuhnya kepada aparat penegak hukum. (nul)




_2.jpg)





