- Program Berani Panen Raya Dikebut, Produktivitas Padi Sulteng Ditargetkan 6 Ton per Hektare
- Pemerintah Tetapkan Harga Khusus Solar bagi Nelayan, Kini Rp15 Ribu per Liter
- DPR RI Tinjau Sekolah Rakyat di Palu, 183 Anak Kurang Mampu Kini Dapat Akses Pendidikan
- Melaut Saat Cuaca Buruk, Nelayan di Banggai Laut Hilang Kontak
- Kurs Rupiah Melemah, Biaya Haji 2027 Diusulkan Naik Jadi Rp107,3 Juta
- Mendagri Tegaskan Pemda Tak Boleh Rumahkan PPPK karena Alasan Anggaran
- Aktivitas Gempa di Sulteng Menurun, BMKG Catat 282 Kejadian dalam Sepekan
- Bawa Pulang Gelar Juara, Sport United Poboya JR Langsung Disambut KONI Sulteng
- BBM B50 Berbahan Campuran 50 Persen Minyak Sawit Resmi Diluncurkan, Dibanderol Rp6.800 per Liter
- Segera Berlaku, Kemenag Siapkan Kurikulum Baru Berisi Edukasi Pencegahan LGBT
Program Berani Panen Raya Dikebut, Produktivitas Padi Sulteng Ditargetkan 6 Ton per Hektare

Keterangan Gambar : Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid saat membuka Rapat Koordinasi Perluasan Penerapan Budidaya Padi Pertanian Modern (PMAAS) dan Program Strategis Kementerian Pertanian Tahun 2026 di Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBPMP), Desa Maku, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi. (Foto: Biro Adpim Pemprov Sulteng)
Likeindonesia.com, SIGI – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terus memperkuat Program Berani Panen Raya dengan menargetkan produktivitas padi mencapai rata-rata 6 ton per hektare pada 2027. Program ini menjadi salah satu strategi untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Komitmen tersebut disampaikan Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid saat membuka Rapat Koordinasi Perluasan Penerapan Budidaya Padi Pertanian Modern (PMAAS) dan Program Strategis Kementerian Pertanian Tahun 2026 di Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBPMP), Desa Maku, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi.
Baca Lainnya :
- Setelah Gempa 3,5 SR, Palu Kembali Digoyang Gempa 3,2 SR
- Warung Makan Mas Joko di Pasigala Kompak Naikkan Harga Mulai 7 Juli
- Pongko Dero Merapat! Dero Massal HUT Bhayangkara ke-79 Goyang Heboh, Hadiah Menanti!
- Pemprov Sulteng Hapus Seluruh Pungutan di Sekolah Negeri Mulai April 2025
- Setelah Dua Hari Menghilang, Lansia di Poso Berhasil Ditemukan Dalam Keadaan Selamat
Menurut Anwar Hafid, Sulawesi Tengah mendapat mandat sebagai salah satu daerah penyangga ketahanan pangan nasional dalam Asta Cita Presiden. Karena itu, Program Berani Panen Raya menjadi fokus utama pembangunan sektor pertanian di daerah.
Saat ini, produktivitas rata-rata padi di Sulawesi Tengah masih berada di kisaran 4 ton per hektare. Melalui Program Berani Panen Raya, pemerintah menargetkan angka tersebut meningkat menjadi 6 ton per hektare pada 2027.
“Kalau pemerintah pusat menargetkan produktivitas hingga 10 ton per hektare, maka semangat Berani Panen Raya adalah mendorong petani Sulawesi Tengah terus meningkatkan hasil panennya. Yang terpenting adalah produktivitas naik dan kesejahteraan petani ikut meningkat,” ujar Anwar.
Menurutnya, target tersebut realistis apabila seluruh pemangku kepentingan bekerja secara terpadu.
“Kalau rata-rata Sulawesi Tengah bisa mencapai 6 ton per hektare, kita sudah memberi kontribusi besar terhadap ketahanan pangan nasional,” katanya.
Selain meningkatkan produktivitas lahan yang telah ada, Program Berani Panen Raya juga mendorong pengembangan petani baru melalui program cetak sawah. Anwar menilai langkah tersebut penting mengingat semakin meningkatnya alih fungsi lahan pertanian.
Ia juga menekankan pentingnya modernisasi pertanian melalui penerapan teknologi, mekanisasi, dan digitalisasi agar sektor pertanian Sulawesi Tengah semakin maju dan mampu bersaing dengan daerah maupun negara lain
“Tujuan akhir dari Berani Panen Raya bukan hanya meningkatkan produksi, tetapi menghadirkan kesejahteraan bagi petani Sulawesi Tengah,” tegasnya. (nul)









