- 76 Konflik Agraria Tercatat di Sulteng, Pemprov Gandeng KPK dan ATR/BPN Perkuat Pencegahan Korupsi
- Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Bakal Ditanggung APBN Selama Dua Tahun
- Mulai 3 Agustus, Pemprov Sulteng Berlakukan Bebas Denda dan Diskon Pokok PKB 50 Persen
- Siap-Siap! Kompor Listrik Gratis Bakal Dibagikan Mulai 2027
- Peneliti Muda Dorong Pengusulan Tradisi Lisan Nompaova sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia
- Diduga Curi Motor, Pria Asal Sinjai Tewas Dikeroyok Massa di Morowali
- 12 Wisatawan yang Hilang Kontak di Teluk Tomini Ditemukan Selamat, Dievakuasi ke Ampana
- 13 Wisatawan Hilang Kontak di Perairan Teluk Tomini, Kini Masih dalam Pencarian
- Akhiri Risiko Warga Menyeberang Sungai, Anwar Hafid Bangun Jembatan di Masungkang Pakai Dana Pribadi
- MK Putuskan Sisa Kuota Internet Tak Boleh Hangus, Harus Tetap Bisa Dipakai
Setelah Dua Hari Menghilang, Lansia di Poso Berhasil Ditemukan Dalam Keadaan Selamat

Keterangan Gambar : Deda Tokao (79), seorang perempuan lanjut usia yang dilaporkan hilang Desa Betue, Kecamatan Lore Peore, Kabupaten Poso, akhirnya berkumpul bersama keluarga. (Foto: Ist)
Likeindonesia.com, Poso - Seorang perempuan lanjut usia yang dilaporkan hilang selama dua hari di kawasan perkebunan Desa Betue, Kecamatan Lore Peore, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat oleh tim SAR gabungan.
Korban diketahui bernama Seorang perempuan lanjut usia yang dilaporkan hilang selama dua hari di kawasan perkebunan Desa Betue, Kecamatan Lore Peore, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat oleh tim SAR gabungan.
Baca Lainnya :
- Seluruh Jemaah Haji Sulteng Telah Dipulangkan, Tiga Orang Dilaporkan Wafat
- Penjualan Buku dan Alat Tulis di Palu Meningkat di Momen Tahun Ajaran Baru
- Tim SAR Diterjunkan Cari Nenek 79 Tahun yang Hilang di Sekitar Sungai Lerian, Poso
- Gas! Turnamen Domino Kapolda Sulteng Cup 2025 Dimulai Sore Ini, Rebut Hadiah Dua Mobil dan 10 Motor
- Belasan Warga Demo Tolak Tambang Gamping di Bangkep
Korban diketahui bernama Deda Tokao (79). Menurut keterangan keluarga, korban meninggalkan rumah pada Rabu (2/7/2025) sore untuk mencari kayu bakar di sekitar aliran Sungai Lerian, namun tidak kembali. Terakhir, korban terlihat oleh warga sekitar pukul 16.00 WITA, hanya sekitar 200 meter dari jembatan gantung di Desa Betue. Hingga Kamis (3/7/2025), keberadaan korban masih belum diketahui sehingga pihak keluarga melaporkan kejadian tersebut ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu.
Tim Rescue dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu langsung diterjunkan pada Jumat (4/7/2025) pagi. Mereka tiba di lokasi pukul 10.45 WITA dan segera melakukan koordinasi dengan aparat desa serta masyarakat setempat.
Pencarian dilakukan secara terpadu dengan melibatkan unsur dari Basarnas Palu, Bhabinkamtibmas, Pemerintah Desa Betue, dan masyarakat setempat.
Tim kemudian dibagi dalam dua satuan tugas Search and Rescue Unit (SRU). SRU 1 bergerak menyisir wilayah tenggara dari titik terakhir korban terlihat, sementara SRU 2 menyusuri kebun milik anak korban yang berada di sekitar desa.
Setelah berjam-jam melakukan pencarian, titik terang muncul. Sekitar pukul 15.30 WITA, korban berhasil ditemukan dalam keadaan sadar dan selamat, berada sekitar 585 meter dari lokasi awal dilaporkan hilang. Tim segera mengevakuasi Deda Tokao dan membawanya kembali ke rumah keluarga pada pukul 15.45 WITA.
Setelah seluruh unsur SAR menyelesaikan tugas dan kembali ke kesatuan masing-masing, operasi resmi diusulkan untuk ditutup pada pukul 16.00 WITA.
“Alhamdulillah, tim SAR gabungan berhasil menemukan korban dalam keadaan selamat dan telah diserahkan kepada pihak keluarga. Terima kasih kepada seluruh unsur yang telah terlibat dalam operasi ini,” ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Muh. Rizal, Sabtu (5/7/2025). (Bim)










