- Gibran Minta Maaf Usai Siswa Keracunan MBG, Sarankan Bawa Bekal yang Dimasak Ibu
- Ahmad Ali Dorong PSI Donggala Perkuat Struktur dan Solidaritas Menuju Pemilu 2029
- Viral Berdandan hingga Tuai Kritik dari Warganet, Guru SD di Tolitoli Kini Diberhentikan
- Warga Jalan Durian Ditemukan Tewas di Belakang Rumah, Diduga Tersengat Listrik Saat Perbaiki Atap
- Pemerintah Resmi Tetapkan Libur Nasional 2027, Total Ada 26 Hari
- Antisipasi Antrean Solar di Sulteng, Pemprov Dorong Kemudahan Pengisian BBM Truk Kontainer
- Hilang Kontak Hampir Dua Hari di Perairan Luwuk-Taliabu, 3 Awak KM Balama Ditemukan Selamat
- Prabowo Resmi Copot Purbaya dari Jabatan Menkeu, Suahasil Ditunjuk sebagai Pengganti
- Gaji di Bawah UMP Bisa Dapat Bantuan Bedah Rumah Gratis
- DPRD Kota Palu Prioritaskan Empat Ranperda Inisiatif untuk Propemperda 2027
Gibran Minta Maaf Usai Siswa Keracunan MBG, Sarankan Bawa Bekal yang Dimasak Ibu

Keterangan Gambar : Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka. (Foto: @gibran_rakabuming/Instagram)
Likeindonesia.com, KARO - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meminta maaf setelah sejumlah siswa di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, diduga mengalami keracunan usai menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Gibran juga menyarankan orang tua membawakan bekal yang dimasak ibu dari rumah untuk anak-anak ketika kembali bersekolah.
Baca Lainnya :
- Salut! Abdy Azwar Bukti Anak Palu Bisa Jadi Pembawa Berita di Korea Selatan
- WNI Ramai-Ramai Cari Kerja ke Luar Negeri, Istana: Kita Punya Budaya Merantau
- Usai Tragedi Juliana, Menhut Evaluasi Keamanan Gunung Rinjani: RFID dan Aturan Baru Disiapkan
- Menaker Ungkap Lebih dari 1 Juta Sarjana di Indonesia Masih Menganggur di 2025
- Siap-Siap Tambah Budget Transport, Pemerintah Bakal Naikkan Tarif Ojol hingga 15 Persen
Ia menyampaikan hal tersebut saat menjenguk sejumlah korban yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Efarina, Tanah Karo, Jumat (11/9) lalu.
“Atas nama pemerintah saya mohon maaf yang sebesar-besarnya,” kata Gibran, dikutip dari Jawapos.com.
Gibran meminta orang tua tidak terburu-buru mengizinkan anak kembali ke sekolah sebelum kondisi mereka benar-benar pulih.
“Jangan dipaksakan masuk kalau sebelum fit total ya, Pak, ya. Dan saya titip anaknya mungkin bawa bekal dari rumah saja. Bawa bekal yang dimasak ibunya masing-masing,” ujar Gibran.
Sementara itu, persoalan dugaan keracunan tersebut masih dievaluasi oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Gibran mengatakan seluruh keluhan dan masukan dari keluarga korban akan disampaikan kepada pemerintah untuk mendapat tindak lanjut.
Pemerintah juga memastikan kebutuhan para siswa yang terdampak selama menjalani perawatan akan dipenuhi, termasuk biaya pengobatan, obat-obatan hingga kebutuhan rujukan.
“Tadi saya datangi satu-satu Bapak, Ibu, semuanya. Keluhannya apa, butuh obat apa, atau butuh rujukan ke Jakarta atau Medan, sedang kami penuhi semua sesuai izin dari orang tua,” pungkasnya. (nul)









