- DPR RI Tinjau Sekolah Rakyat di Palu, 183 Anak Kurang Mampu Kini Dapat Akses Pendidikan
- Melaut Saat Cuaca Buruk, Nelayan di Banggai Laut Hilang Kontak
- Kurs Rupiah Melemah, Biaya Haji 2027 Diusulkan Naik Jadi Rp107,3 Juta
- Mendagri Tegaskan Pemda Tak Boleh Rumahkan PPPK karena Alasan Anggaran
- Aktivitas Gempa di Sulteng Menurun, BMKG Catat 282 Kejadian dalam Sepekan
- Bawa Pulang Gelar Juara, Sport United Poboya JR Langsung Disambut KONI Sulteng
- BBM B50 Berbahan Campuran 50 Persen Minyak Sawit Resmi Diluncurkan, Dibanderol Rp6.800 per Liter
- Segera Berlaku, Kemenag Siapkan Kurikulum Baru Berisi Edukasi Pencegahan LGBT
- 13 Juli Resmi Ditetapkan sebagai Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa
- Buya Subi Festival 2026 Digelar di Pantai Towale, Dorong Tenun Donggala Go Internasional
Melaut Saat Cuaca Buruk, Nelayan di Banggai Laut Hilang Kontak

Keterangan Gambar : Tim SAR Gabungan melakukan upaya pencarian terhadap korban. (Foto: Kantor SAR Palu)
Likeindonesia.com, BANGGAI LAUT - Seorang nelayan dilaporkan hilang kontak saat melaut di Perairan Desa Kasuari, Kecamatan Bokan Kepulauan, Kabupaten Banggai Laut, Sulawesi Tengah. Tim SAR Gabungan saat ini masih melakukan upaya pencarian terhadap korban.
Korban diketahui berangkat melaut pada Sabtu (11/7) pagi. Saat kondisi cuaca mulai memburuk, rekan korban memutuskan kembali ke daratan, sedangkan korban tetap melanjutkan aktivitas mencari ikan.
Baca Lainnya :
- Setelah Gempa 3,5 SR, Palu Kembali Digoyang Gempa 3,2 SR
- Warung Makan Mas Joko di Pasigala Kompak Naikkan Harga Mulai 7 Juli
- Pongko Dero Merapat! Dero Massal HUT Bhayangkara ke-79 Goyang Heboh, Hadiah Menanti!
- Pemprov Sulteng Hapus Seluruh Pungutan di Sekolah Negeri Mulai April 2025
- Setelah Dua Hari Menghilang, Lansia di Poso Berhasil Ditemukan Dalam Keadaan Selamat
Hingga sore hari, korban belum kembali dan tidak dapat dihubungi. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada Kantor SAR Palu untuk dilakukan operasi pencarian.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue Unit Siaga SAR (USS) Banggai Laut bersama unsur SAR gabungan bergerak menuju lokasi kejadian dan melaksanakan pencarian menggunakan dua perahu nelayan. Area pencarian difokuskan dalam radius 5 nautical mile (Nm) dari lokasi korban terakhir diketahui.
Hingga Minggu (12/7) pukul 18.00 WITA, korban belum berhasil ditemukan. Operasi SAR dihentikan sementara dan dilanjutkan kembali pada Senin (13/7).
Kantor SAR Palu mengimbau masyarakat, khususnya para nelayan, agar selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di laut, terutama ketika kondisi cuaca tidak bersahabat.
“Kami mengimbau masyarakat, khususnya nelayan, agar selalu memperhatikan informasi cuaca sebelum melaut, menggunakan alat keselamatan, serta segera kembali ke daratan apabila kondisi cuaca memburuk. Keselamatan harus selalu menjadi prioritas utama,” tulis Kantor SAR Palu dalam rilis resminya, Senin (13/7/2026). (nul)









