- Sulteng Masuk Daerah Terbaik Pengendalian Inflasi di Sulawesi, Dapat Insentif Rp2 Miliar
- Palu dan Morowali Masuk Daerah Tujuan Migrasi Tertinggi di Sulteng
- Wakil Ketua MPR RI Akbar Supratman Sumbang Sapi Kurban di Masjid Raya Baitul Khairaat
- Kemendikdasmen Perbarui Kebijakan, Masuk SD Tak Lagi Harus Menunggu 7 Tahun
- Kendaraan di Palu Kini Wajib Menggunakan Plat Nomor Daerah
- Mandi Laut Usai Subuh, Warga Palu Barat Tewas Tenggelam di Kampung Nelayan
- Demi Efisiensi, Anggaran MBG 2026 Dipangkas Rp67 Triliun
- Siap-Siap Cair, Gaji Ke-13 ASN hingga Polri Mulai Dibayarkan Juni 2026
- Pusat Medis Modern di Cina Jadi Inspirasi Pengembangan Kesehatan di Sulteng
- Komisi II DPR RI Minta Kebijakan Bank Tanah di Lembah Napu Ditinjau Ulang
Muhammadiyah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada 20 Maret 2026

Keterangan Gambar : Muhammadiyah resmi menetapkan Hari Raya Idulfitri atau 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. (Foto : muhammadiyah.or.id)
Likeindonesia.com, Jakarta - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah resmi menetapkan Hari Raya Idulfitri atau 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.
Penetapan tersebut tertuang dalam Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 Hijriah.
Baca Lainnya :
- Menaker Imbau Pekerja Segera Lapor Jika THR Tak Cair
- Iran Balas Serangan Israel dengan Rudal Jarak Jauh, Ledakan Gegerkan Wilayah Utara Israel
- Israel Serang Iran, Ledakan Guncang Ibu Kota Teheran
- Buku Iqro Legendaris Resmi Didesain Ulang, Tulisan Arab Asli Tetap Dipertahankan
- BGN: Anggaran Bahan Makan MBG Rp8-10 Ribu Per Porsi, Bukan Rp15 Ribu
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, menjelaskan bahwa penetapan ini didasarkan pada metode hisab hakiki wujudul hilal yang secara konsisten digunakan Muhammadiyah dalam menentukan awal bulan hijriah.
“Maklumat Muhammadiyah ini normal terjadi dilakukan, karena kami menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal,” kata Haedar, dikutip Selasa (3/2/2026).
Ia menegaskan, maklumat tersebut bukan untuk mendahului ataupun meninggalkan pihak lain dalam penentuan Idulfitri. Menurutnya, perbedaan dalam penetapan hari raya merupakan hal yang lumrah terjadi setiap tahun.
Haedar juga menyampaikan bahwa berbagai organisasi Islam memiliki metode dan sistem kalender masing-masing, baik kalender hijriah yang berkaitan dengan ritual ibadah maupun kalender miladiyah yang berkaitan dengan kegiatan publik.
Apabila nantinya terjadi perbedaan penetapan Hari Raya Idulfitri, Haedar mengajak umat Islam untuk tetap menjunjung tinggi sikap saling menghargai dan menghormati.
“Sehingga, pesan ini justru akan memperkuat niat kita dalam beribadah,” ujarnya. (Nul/Nl)









