- KONI Sulteng Dukung Perhelatan Piala Soeratin U-15 dan U-17 hingga Penutupan
- Toili Disiapkan Jadi Percontohan Pertanian Modern di Sulawesi Tengah
- Produksi Perikanan Sulteng Naik, Capai 658 Ribu Ton pada 2025
- Indonesia Dikelilingi 14 Zona Megathrust, Ini Daftar dan Potensi Magnitudonya
- Ratusan Sopir Truk Keluhkan QR Code BBM Subsidi, Pertamina Siapkan Layanan di SPBU Mamboro
- Rekonstruksi Pembunuhan Satu Keluarga di Duyu Palu, Tersangka Peragakan 34 Adegan
- Usia 17 Tahun Bakal Otomatis Punya Rekening Bank, Ada Saldo Rp50 Ribu
- Lima Jurnalis Hilang Kontak di Perairan Selat Sunda Saat Menuju Lokasi Gunung Anak Krakatau
- Harga Beras Naik di Musim Kemarau, Pemerintah Siapkan Tambahan 1 Juta Ton Beras SPHP
- Masih Terdampak Erupsi, Empat Maskapai Kembali Batalkan Penerbangan Rute Palu-Jakarta
Muhammadiyah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada 20 Maret 2026

Keterangan Gambar : Muhammadiyah resmi menetapkan Hari Raya Idulfitri atau 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. (Foto : muhammadiyah.or.id)
Likeindonesia.com, Jakarta - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah resmi menetapkan Hari Raya Idulfitri atau 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.
Penetapan tersebut tertuang dalam Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 Hijriah.
Baca Lainnya :
- Menaker Imbau Pekerja Segera Lapor Jika THR Tak Cair
- Iran Balas Serangan Israel dengan Rudal Jarak Jauh, Ledakan Gegerkan Wilayah Utara Israel
- Israel Serang Iran, Ledakan Guncang Ibu Kota Teheran
- Buku Iqro Legendaris Resmi Didesain Ulang, Tulisan Arab Asli Tetap Dipertahankan
- BGN: Anggaran Bahan Makan MBG Rp8-10 Ribu Per Porsi, Bukan Rp15 Ribu
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, menjelaskan bahwa penetapan ini didasarkan pada metode hisab hakiki wujudul hilal yang secara konsisten digunakan Muhammadiyah dalam menentukan awal bulan hijriah.
“Maklumat Muhammadiyah ini normal terjadi dilakukan, karena kami menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal,” kata Haedar, dikutip Selasa (3/2/2026).
Ia menegaskan, maklumat tersebut bukan untuk mendahului ataupun meninggalkan pihak lain dalam penentuan Idulfitri. Menurutnya, perbedaan dalam penetapan hari raya merupakan hal yang lumrah terjadi setiap tahun.
Haedar juga menyampaikan bahwa berbagai organisasi Islam memiliki metode dan sistem kalender masing-masing, baik kalender hijriah yang berkaitan dengan ritual ibadah maupun kalender miladiyah yang berkaitan dengan kegiatan publik.
Apabila nantinya terjadi perbedaan penetapan Hari Raya Idulfitri, Haedar mengajak umat Islam untuk tetap menjunjung tinggi sikap saling menghargai dan menghormati.
“Sehingga, pesan ini justru akan memperkuat niat kita dalam beribadah,” ujarnya. (Nul/Nl)




.jpg)





