- Kampung Baru Fair Absen Tahun Ini, Lebaran Mandura Tetap Jalan di Masjid Jami
- Packing House Durian di Parimo Resmi Beroperasi, Buka Peluang Ekspor dan Serapan Tenaga Kerja
- Haul Akbar Guru Tua ke-58 di Palu Siap Digelar, Diperkirakan Dihadiri 75 Ribu Jamaah
- MBG Mau Dikurangi Jadi 5 Hari, Purbaya Sebut Bisa Hemat Rp 40 Triliun
- Polresta Palu Soroti Dugaan Teror Penyiraman Air Keras ke Kendaraan Warga di Palu
- Puncak Arus Balik, 2.888 Penumpang Melintas di Pelabuhan Pantoloan
- Fathur Razaq Gelar Halal Bihalal di Jogja untuk Warga Sulteng di Rantau
- Arus Balik Lebaran di Terminal Mamboro Naik 120 Persen, Puncak Terjadi pada H+2
- Dua Remaja Dilaporkan Hilang Saat Mendaki Gunung Dako di Tolitoli
- Aktivis dan Mahasiswa di Sulteng Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Andrie Yunus
BNN RI: 312 Ribu Remaja Indonesia Terindikasi Gunakan Narkoba

Keterangan Gambar : Kepala BNN RI, Komjen Pol Marthinus Hukom, saat diwawancarai wartawan di Universitas Tadulako (Untad), Palu, Selasa (22/7) sore. (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu – Penyalahgunaan narkoba masih menjadi tantangan serius di Indonesia.
Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) mencatat, sekitar 3,33 juta penduduk Indonesia terindikasi menyalahgunakan narkoba.
Baca Lainnya :
- 42 Ribu Pekerja Kena PHK hingga Juni 2025, Menaker RI: Penyebabnya Macam-Macam
- Usai Kebakaran Pasar Inpres Palu, Pedagang Harapkan Bantuan Pembangunan Kembali
- Damkarmat Palu Kerahkan 9 Unit Armada, Api Berhasil Dikuasai Setelah Satu Jam Pemadaman
- BNNP Sulteng Resmi Tempati Gedung Baru Pasca Kerusakan Akibat Bencana 2018
- Swiss-Belhotel Silae Palu Hadirkan Paket Pernikahan Eksklusif yang Mewah dan Terjangkau
Dari jumlah tersebut, 312 ribu di antaranya berasal dari kalangan remaja.
Merespons kondisi tersebut, BNN RI menggelar kuliah umum tentang bahaya narkoba di Universitas Tadulako (Untad), Palu, Selasa (22/7) sore.
Kegiatan ini diikuti ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Palu dan sekitarnya.
Kepala BNN RI, Komjen Pol Marthinus Hukom, menilai kalangan mahasiswa memiliki peran penting dalam memutus rantai penyebaran narkoba.
Menurutnya, kampus merupakan tempat strategis untuk menanamkan pemahaman soal bahaya narkoba, mengingat mahasiswa adalah bagian dari generasi produktif dan calon pemimpin masa depan.
“Lingkungan civitas akademika tugas mulianya adalah membangun sumber daya manusia, mempersiapkan anak muda menjadi pimpinan yang akan datang,” ujarnya.
Selain itu, Marthinus menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan di masyarakat.
Dengan bekal ilmu dan kemampuan berpikir kritis, mereka dinilai mampu menjadi garda terdepan dalam menyebarkan informasi sekaligus mencegah penyalahgunaan narkoba di lingkungannya.
“Mereka harus menjadi agen perubahan, agen moral dalam melakukan pencegahan, karena mereka punya kemampuan kritis. Informasi tentang narkoba penting bagi mereka,” tegasnya.
BNN juga menyoroti kecenderungan remaja yang mudah terpapar narkoba karena rasa ingin tahu dan pengaruh teman sebaya.
Oleh karena itu, pendekatan pencegahan di usia remaja dinilai menjadi langkah krusial.
“Remaja itu ada 312 ribu orang dari 3,33 juta penyalahguna. Jumlahnya memang kecil, tapi mereka rentan. Ada dua fenomena: rasa ingin tahu dan pengaruh teman. Maka fokus kami ada di situ,” tambah Marthinus.
Melalui pendekatan edukatif seperti kuliah umum ini, BNN berharap mahasiswa tak hanya terhindar dari jerat narkoba, tetapi juga aktif mengampanyekan perlawanan terhadap peredaran gelap narkotika di lingkungannya. (Rul)










