- Zevana Queenza Jadi Pembawa Baki saat Penaikan Bendera HUT ke-81 RI Tingkat Provinsi Sulteng
- Upacara HUT RI ke-81 Tingkat Provinsi Sulteng Berlangsung Khidmat
- Curi AC di Balaroa dan Ujuna, Residivis Ditangkap Polsek Palu Barat
- FR Cup Volleyball Tournament 2026 Resmi Berakhir, Fathur Razaq: Bukan Ending, Tapi Beginning
- Menaker Larang Lowongan Kerja Cantumkan Syarat Good Looking dan Usia
- Soal Pajak Rumah Kontrakan, Purbaya Tegaskan Tak Ada Pajak Baru
- Pengguna Pertalite Akan Dibatasi Mulai Akhir Tahun, Pemerintah Tegaskan Motor Tak Terdampak
- Durian Vulcano Indonesia Didorong Jadi Brand Durian Sulteng untuk Pasar Dunia
- Durian Beku Sulteng Laris di China, Ekspor Capai 7.344 Ton
- Rp18,9 Triliun Cair ke 546 Pemda, Buat Bayar Gaji PPPK
Banyak Perusahaan Enggan Rekrut Gen Z, Kemnaker: Penyebabnya Karena Soft Skill Kurang

Keterangan Gambar : Ilustrasi skill dalam dunia kerja. (Foto: iStockphoto)
Likeindonesia.com, Jakarta – Banyak perusahaan ternyata masih menahan diri untuk merekrut generasi Z sebagai karyawan baru. Bukan karena kemampuan teknis atau latar belakang pendidikan yang tak sesuai, melainkan karena faktor soft skill yang dianggap kurang memadai.
Hal ini diungkapkan oleh Kepala Pusat Pasar Kerja Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Surya Lukita, dalam media briefing di Jakarta, Jumat (26/9/2025).
Baca Lainnya :
- Tanya Soal MBG, ID Pers Istana Reporter CNN Dicabut BPMI
- Pemerintah Targetkan Pendapatan Rata-Rata Warga RI Jadi Rp 7,6 Juta Per Bulan di 2026
- Ahmad Ali Disebut Bakal Jadi Ketua Harian PSI, Hadiri Pelantikan di Jakarta
- Resmi Ditetapkan, Muhammadiyah Mulai Puasa Ramadan 2026 Tanggal 18 Februari
- Sulteng Jadi Sentra Produksi Cengkeh Kering Terbesar di Indonesia
“Sekarang ini isunya bukan kemampuan teknis. Jadi perusahaan itu lebih melihat di soft skill-nya anak-anak pencari kerja ini yang kurang,” jelas Surya, dikutip dari Kompas.com.
Ia menambahkan, persoalan ini sering menjadi sorotan media karena cukup banyak perusahaan yang enggan memberikan kesempatan pada Gen Z.
Padahal, berdasarkan data Kemenaker, masih banyak lowongan yang hanya mensyaratkan pendidikan SMA/SMK atau sederajat.
“Masih banyak pekerjaan yang membutuhkan kualifikasi hanya sebatas SMA dan SMK. Itu masih didominasi. Cuma isunya soft skill-nya yang agak kurang. Jadi banyak yang gugur setelah interview,” ujarnya.
Sebagai catatan, soft skill mencakup kemampuan komunikasi, kerja tim, kepemimpinan, hingga adaptasi dalam berbagai situasi.
Berbeda dengan hard skill yang bisa diukur secara teknis, soft skill lebih berkaitan dengan karakter, sikap, dan kepribadian ses
eorang. (Nul/Nl)





.jpg)




