- Kabar Baik buat yang Mau Mudik Nataru, Pemerintah Siapkan Diskon Tiket Pesawat
- 35 Tahun Menanti, Timnas Indonesia Akhirnya Angkat Trofi FIFA ASEAN Cup 2026
- Kualitas Udara Palu Memburuk, BMKG Sebut Ada Pengaruh Polutan dari Papua Selatan
- Pemprov Sulteng Siapkan Venue Kapasitas 50 Ribu Orang di Hutan Kota Palu untuk Pesparawi 2029
- Irjen Rizal Irawan Resmi Ditunjuk Jadi Kapolda Sulteng, Gantikan Irjen Nasri
- Pemerintah Pangkas Antrean Haji, dari 49 Tahun Kini Jadi 14 Tahun
- Pajak Usaha Kuliner di Palu Turun Jadi 5 Persen, Berlaku untuk Warung hingga Lapak Non-Permanen
- Viral, Surat Resmi Bupati Sigi ke Menteri PU Jadi Bungkus Nasi Pecel di Jakarta, Bupati: Saya Sedih
- Jembatan Berani di Masungkang Banggai Diresmikan, Buka Akses Pendidikan dan Mobilitas Warga
- Kursi Menteri hingga Kapolri Berganti, Ini Daftar Reshuffle Terbaru yang Dilantik Prabowo
Banyak Perusahaan Enggan Rekrut Gen Z, Kemnaker: Penyebabnya Karena Soft Skill Kurang

Keterangan Gambar : Ilustrasi skill dalam dunia kerja. (Foto: iStockphoto)
Likeindonesia.com, Jakarta – Banyak perusahaan ternyata masih menahan diri untuk merekrut generasi Z sebagai karyawan baru. Bukan karena kemampuan teknis atau latar belakang pendidikan yang tak sesuai, melainkan karena faktor soft skill yang dianggap kurang memadai.
Hal ini diungkapkan oleh Kepala Pusat Pasar Kerja Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Surya Lukita, dalam media briefing di Jakarta, Jumat (26/9/2025).
Baca Lainnya :
- Tanya Soal MBG, ID Pers Istana Reporter CNN Dicabut BPMI
- Pemerintah Targetkan Pendapatan Rata-Rata Warga RI Jadi Rp 7,6 Juta Per Bulan di 2026
- Ahmad Ali Disebut Bakal Jadi Ketua Harian PSI, Hadiri Pelantikan di Jakarta
- Resmi Ditetapkan, Muhammadiyah Mulai Puasa Ramadan 2026 Tanggal 18 Februari
- Sulteng Jadi Sentra Produksi Cengkeh Kering Terbesar di Indonesia
“Sekarang ini isunya bukan kemampuan teknis. Jadi perusahaan itu lebih melihat di soft skill-nya anak-anak pencari kerja ini yang kurang,” jelas Surya, dikutip dari Kompas.com.
Ia menambahkan, persoalan ini sering menjadi sorotan media karena cukup banyak perusahaan yang enggan memberikan kesempatan pada Gen Z.
Padahal, berdasarkan data Kemenaker, masih banyak lowongan yang hanya mensyaratkan pendidikan SMA/SMK atau sederajat.
“Masih banyak pekerjaan yang membutuhkan kualifikasi hanya sebatas SMA dan SMK. Itu masih didominasi. Cuma isunya soft skill-nya yang agak kurang. Jadi banyak yang gugur setelah interview,” ujarnya.
Sebagai catatan, soft skill mencakup kemampuan komunikasi, kerja tim, kepemimpinan, hingga adaptasi dalam berbagai situasi.
Berbeda dengan hard skill yang bisa diukur secara teknis, soft skill lebih berkaitan dengan karakter, sikap, dan kepribadian ses
eorang. (Nul/Nl)










