- Kabar Baik buat yang Mau Mudik Nataru, Pemerintah Siapkan Diskon Tiket Pesawat
- 35 Tahun Menanti, Timnas Indonesia Akhirnya Angkat Trofi FIFA ASEAN Cup 2026
- Kualitas Udara Palu Memburuk, BMKG Sebut Ada Pengaruh Polutan dari Papua Selatan
- Pemprov Sulteng Siapkan Venue Kapasitas 50 Ribu Orang di Hutan Kota Palu untuk Pesparawi 2029
- Irjen Rizal Irawan Resmi Ditunjuk Jadi Kapolda Sulteng, Gantikan Irjen Nasri
- Pemerintah Pangkas Antrean Haji, dari 49 Tahun Kini Jadi 14 Tahun
- Pajak Usaha Kuliner di Palu Turun Jadi 5 Persen, Berlaku untuk Warung hingga Lapak Non-Permanen
- Viral, Surat Resmi Bupati Sigi ke Menteri PU Jadi Bungkus Nasi Pecel di Jakarta, Bupati: Saya Sedih
- Jembatan Berani di Masungkang Banggai Diresmikan, Buka Akses Pendidikan dan Mobilitas Warga
- Kursi Menteri hingga Kapolri Berganti, Ini Daftar Reshuffle Terbaru yang Dilantik Prabowo
ASKI Sulteng Resmi Dilantik, Fokus Angkat Kualitas dan Identitas Kopi Sulawesi Tengah

Keterangan Gambar : Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Kopi Indonesia (ASKI) Sulawesi Tengah periode 2025–2030 resmi dilantik di Palu, Jumat (12/12) sore. (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Kopi Indonesia (ASKI) Sulawesi Tengah periode 2025–2030 resmi dilantik di Palu, Jumat (12/12) sore.
Pelantikan ini menandai dimulainya agenda besar ASKI untuk memperkuat ekosistem kopi Sulteng dari hulu hingga hilir, sekaligus mendorong visibilitas kopi daerah ini di tingkat nasional dan internasional.
Baca Lainnya :
- Sidak BPOM Palu Temukan Produk Pangan Dikemas Ulang di Ritel Menjelang Natal
- Usai Terpilih Jadi Ketua IPSI Sulteng, Abcandra Akbar Fokus Benahi Organisasi dan Pembinaan Atlet
- Lonjakan HIV di Sulteng Mengkhawatirkan, Remaja Mulai Masuk Kelompok Rentan
- Polda Sulteng Gelar Simulasi Penanggulangan Bencana dan Antisipasi Konflik Sosial di Palu
- IJTI Sulteng Himpun Donasi Hampir Rp30 Juta untuk Korban Bencana di Sumatera
Fildzah M Djafar ditunjuk sebagai Ketua DPD ASKI Sulteng, didampingi pengurus inti yang terdiri dari Wakil Ketua I Fitriani Basrin, Wakil Ketua II Diah Tri Purwantini, Wakil Ketua III Mohamad Ryan Gui, Wakil Ketua IV Widi Raditya, Sekretaris Chynthia Indirani, dan Bendahara Lucia Angelina.
Selain itu, sejumlah divisi seperti koperasi & investasi, UMKM, pendidikan & sertifikasi, hingga hubungan masyarakat juga terbentuk untuk menopang kerja organisasi.
Dalam sambutannya, Fildzah menegaskan bahwa mandat yang ia emban bukan sekadar posisi organisasi, tetapi komitmen untuk membangun ekosistem kopi di tanah kelahirannya.
“Saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dan amanah yang diberikan kepada saya,” ujarnya.
Ia menambahkan, perjalanan dan pencapaiannya di industri kopi berangkat dari pengalaman langsung bersama petani lokal, termasuk saat memenangkan kompetisi nasional dan internasional menggunakan biji fine robusta asal Sulawesi Tengah.
Fildzah menilai ASKI akan berperan sebagai jembatan untuk menyatukan para pelaku industri.
Ia menyebut tiga fokus utama organisasi ke depan ialah peningkatan kapasitas kualitas, integrasi komunitas, dan penguatan visibilitas pasar.
Menurutnya, kemajuan industri kopi tidak dapat dicapai tanpa kolaborasi.
Dalam penjelasannya, ia menegaskan, kunci kemajuan kopi Sulteng bukan hanya kualitas produk, tetapi kualitas kerja bersama seluruh pihak.
Senada dengan itu, Ketua Umum DPP ASKI, Irsan Yumeno menegaskan, pelantikan ini menjadi “titik nol” perjalanan baru bagi kopi Sulawesi Tengah.
Ia menyebut Sulteng sebagai provinsi ke-12 yang membentuk kepengurusan ASKI, bertepatan dengan tanggal pelantikan.
Irsan menyoroti potensi geografis dan karakter rasa kopi Sulteng yang dinilai unik.
“Kopi bukan sekadar komoditas; ia adalah warisan rasa yang otentik, lahir dari tanah yang subur dan tangan-tangan petani yang gigih,” katanya.
Ia juga menguraikan tiga pilar aksi organisasi, di antaranya peningkatan kualitas dan kompetensi petani, perluasan akses pasar dan promosi, serta penguatan kolaborasi lintas sektor.
Menurutnya, transformasi kopi Sulteng hanya akan terjadi bila pengurus turun langsung ke kebun, mendengar petani, dan mendorong inovasi.
Dalam sambutannya, Irsan menekankan bahwa target mereka ialah pertumbuhan, kualitas, dan kesejahteraan pelaku kopi di seluruh rantai nilai.
Irsan mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersinergi.
Ia menutup sambutannya dengan dorongan agar kopi Sulteng dapat menjadi identitas kebanggaan daerah.
“Mari kita bekerja, berkarya, dan mengharumkan Palu melalui cangkir kopi yang mendunia,” ujarnya.
Pelantikan ini diharapkan menjadi momentum penguatan ekosistem kopi Sulawesi Tengah yang memiliki potensi besar, namun masih membutuhkan konsolidasi dari sisi kualitas, pasar, dan kolaborasi agar dapat bersaing di panggung nasional maupun internasional. (Rul/Nl)










