- Dari Sigi hingga Banggai Laut, Proyek Jalan dan Jembatan Rp604,8 Miliar Mulai Bergulir di Sulteng
- Tepati Janji, Wakil Ketua MPR RI Kunjungi Sekolah Terpencil di Parigi Moutong
- Lalampa Toboli Diproyeksikan Jadi Ikon Wisata Kuliner Sulawesi Tengah
- Sigi Jadi Tuan Rumah MTQ Sulteng 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Membumikan Nilai-Nilai Keagamaan
- Gempa Magnitudo 7,7 di Sulut, Tsunami Terdeteksi di Sejumlah Wilayah Sulawesi dan Maluku
- Hadiri HUT ke-50 Tahun Transmigrasi Tinombala, Anwar Hafid Dorong Hasil Pertanian Diolah di Sulteng
- BGN Atur Ulang Sebaran Dapur MBG, Maksimal Enam per Kecamatan
- Aktivitas Lempeng Laut Sulawesi Picu Gempa Magnitudo 5,4 di Banggai
- Masyarakat Lima Desa di Sigi Gelar Morra Keke, Tradisi Memohon Turunnya Hujan
- Rupiah Makin Melemah, Kurs Dolar Menyentuh Rp18.000 Hari Ini
Warga Tolitoli Ramai-ramai Jadi Penambang di Pantai Tinabogan, Benarkah Ada Emas?

Keterangan Gambar : Sejumlah warga mendulang pasir di Pantai Tinabogan, Dusun Baruga, Kecamatan Dondo, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah. (Foto: Facebook Khuz Paendongi/Tangkapan layar)
Likeindonesia.com, Tolitoli - Aktivitas mendulang pasir di Pantai Tinabogan, Dusun Baruga, Kecamatan Dondo, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, mendadak menjadi sorotan publik.
Sejumlah warga terlihat menyaring pasir menggunakan alat rumah tangga seperti wajan dan piring, setelah muncul dugaan adanya serpihan emas di pesisir pantai tersebut.
Baca Lainnya :
- Setelah Gempa 3,5 SR, Palu Kembali Digoyang Gempa 3,2 SR
- Warung Makan Mas Joko di Pasigala Kompak Naikkan Harga Mulai 7 Juli
- Pongko Dero Merapat! Dero Massal HUT Bhayangkara ke-79 Goyang Heboh, Hadiah Menanti!
- Pemprov Sulteng Hapus Seluruh Pungutan di Sekolah Negeri Mulai April 2025
- Setelah Dua Hari Menghilang, Lansia di Poso Berhasil Ditemukan Dalam Keadaan Selamat
Fenomena ini viral setelah akun Facebook Khuz Paendongi membagikan video tertanggal Ahad (6/7/2025). Dalam video memperlihatkan puluhan warga, dari anak-anak hingga lansia, terlibat dalam kegiatan tersebut. Aksi mendulang dilakukan secara spontan oleh warga yang penasaran dengan kemungkinan keberadaan logam mulia di wilayah pantai.
Menanggapi hal tersebut, pakar geologi dari Universitas Tadulako, Dr. Irwan T., M.Si, meminta masyarakat untuk tidak terburu-buru menyimpulkan.
“Kemungkinan adanya mineral berat di pesisir bisa saja, tapi belum tentu emas. Bisa jadi itu pirit atau fool’s gold yang sering disangka emas,” ujarnya seperti dikutip dari Buol Post, Senin (7/7/2025).
Dilansir dari usgs.gov, fool’s gold bisa berupa salah satu dari tiga jenis mineral, yaitu pirit, kalkopirit, dan mika yang telah lapuk. Ketiganya memiliki kilau menyerupai emas, tetapi dapat dibedakan dengan beberapa cara. Saat ditusuk menggunakan ujung logam, mineral-mineral ini akan hancur, mengelupas, atau menjadi bubuk, berbeda dengan emas asli yang hanya akan tergores atau berlekuk seperti timah lunak.
Selain itu, emas asli akan meninggalkan goresan berwarna kuning keemasan saat digesekkan ke permukaan porselen yang tidak diglasir. Sebaliknya, pirit dan kalkopirit meninggalkan goresan hijau tua hingga hitam, sementara mika akan meninggalkan goresan putih.
Hingga saat ini, belum ada penelitian ilmiah atau uji laboratorium yang memastikan jenis dan kadar material yang ditemukan warga. Meski demikian, aktivitas warga mendulang pasir terus berlangsung dan menjadikan Pantai Tinabogan sebagai lokasi tambang rakyat dadakan.
Sejumlah pihak mengimbau agar aktivitas tersebut tidak dilakukan secara berlebihan dan tetap memperhatikan dampak lingkungan. Masyarakat juga berharap jika benar terdapat kandungan emas, pemerintah dapat melakukan pengelolaan secara resmi untuk menghindari kerusakan lingkungan dan konflik sosial.
Pantai Tinabogan, yang sebelumnya dikenal sebagai destinasi wisata bahari, kini menjadi sorotan karena dugaan kandungan logam mulia yang masih menyisakan tanda tanya. (Bim)










