- Nama Prodi Teknik Mulai Diganti Jadi Rekayasa, Kampus Bisa Tetap Pakai Istilah Lama
- Pemerintah Siapkan Aturan Baru KPR Tenor 40 Tahun, Cicilan Rumah Disebut Bisa Lebih Murah
- Pengangguran di Palu Capai 11.577 Orang, Mayoritas Laki-laki
- Viral Juri Cerdas Cermat Salahkan Jawaban Benar, Wakil Ketua MPR Minta Maaf
- 62 Pasangan di Palu Kini Punya Legalitas Resmi Usai Ikut Isbat Nikah Massal
- Kabur Lintas Kota, Pendiri Ponpes Tersangka Pemerkosaan Akhirnya Ditangkap
- Ribuan Calon Jemaah Haji Sulteng Mulai Diberangkatkan ke Tanah Suci
- Didominasi Anak Muda, Penduduk Sulteng Mayoritas Berasal dari Gen Z
- Wajib Belajar 12 Tahun, Anak Putus Sekolah Kini Ditangani lewat Perpres Baru
- Pertamina Resmi Naikkan Harga BBM Non Subsidi, Dexlite Tembus Rp26 Ribu Per Liter
Siap-Siap Tambah Budget Transport, Pemerintah Bakal Naikkan Tarif Ojol hingga 15 Persen

Keterangan Gambar : Ilustrasi masyarakat menggunakan ojek online. (Foto: Jokoharismoyo/Shutterstok)
Likeindonesia.com, Jakarta – Ongkos naik ojek online (ojol) bakal lebih mahal. Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berencana menaikkan tarif ojol antara 8 hingga 15 persen dalam waktu dekat.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Aan Suhanan, mengatakan, rencana kenaikan tarif ini sudah memasuki tahap finalisasi, namun masih dalam proses pembahasan bersama aplikator dan perwakilan pengemudi ojol.
Baca Lainnya :
- Senator Andhika Amir Dukung Langkah Tegas Pemkab Donggala Soal DBH Migas
- Traveler Wajib Tahu! Per 17 Juli, Bagasi Gratis Lion Air dan Super Air Jet Jadi 10 Kg
- Grand Sya Hotel Bangkit, Jadi Simbol Harapan Baru Pascabencana di Palu
- Angka Wisatawan Naik Terus, Sulteng Makin Diminati Buat Liburan!
- Swiss-Belhotel Silae Palu Wujudkan Pernikahan Impian ala Hotel Berbintang
“Ini bukan keputusan yang sudah ditetapkan. Kami masih akan berdiskusi lebih lanjut dengan para aplikator dan perwakilan asosiasi driver ojek online,” ujar Aan dalam keterangan resmi, dikutip dari tempo.co, Kamis (3/7/2025)
Aan menjelaskan, kenaikan tarif akan bervariasi sesuai zona wilayah yang telah ditetapkan pemerintah. Sebelumnya, Aan memaparkan dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR bahwa kenaikan tarif akan dibagi dalam tiga zona dengan persentase berbeda, mulai dari 8 persen hingga 15 persen.
Kenaikan tarif ini merupakan salah satu tuntutan para pengemudi ojol yang sebelumnya melakukan aksi demonstrasi pada 20 Mei 2025. Mereka mengeluhkan tarif murah yang menekan pendapatan serta potongan jasa aplikasi yang dianggap terlalu besar.
Tak hanya soal tarif, pemerintah juga sedang mempertimbangkan usulan pengemudi agar potongan maksimal dari aplikator diturunkan menjadi 10 persen dari ketentuan saat ini sebesar 20 persen.
Aan menegaskan bahwa pemerintah akan berhati-hati sebelum mengambil keputusan final agar kebijakan ini tidak berdampak negatif bagi penumpang, pengemudi, maupun ekosistem transportasi daring secara keseluruhan. (Nul)










