- Nama Prodi Teknik Mulai Diganti Jadi Rekayasa, Kampus Bisa Tetap Pakai Istilah Lama
- Pemerintah Siapkan Aturan Baru KPR Tenor 40 Tahun, Cicilan Rumah Disebut Bisa Lebih Murah
- Pengangguran di Palu Capai 11.577 Orang, Mayoritas Laki-laki
- Viral Juri Cerdas Cermat Salahkan Jawaban Benar, Wakil Ketua MPR Minta Maaf
- 62 Pasangan di Palu Kini Punya Legalitas Resmi Usai Ikut Isbat Nikah Massal
- Kabur Lintas Kota, Pendiri Ponpes Tersangka Pemerkosaan Akhirnya Ditangkap
- Ribuan Calon Jemaah Haji Sulteng Mulai Diberangkatkan ke Tanah Suci
- Didominasi Anak Muda, Penduduk Sulteng Mayoritas Berasal dari Gen Z
- Wajib Belajar 12 Tahun, Anak Putus Sekolah Kini Ditangani lewat Perpres Baru
- Pertamina Resmi Naikkan Harga BBM Non Subsidi, Dexlite Tembus Rp26 Ribu Per Liter
Sanggar Seni Kalena Rayakan Satu Dekade Lewat Pentas Seni PENA

Keterangan Gambar : Sanggar Seni Kalena, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako, menggelar pentas seni tahunan bertajuk PENA di halaman Kantor RRI Palu, Jalan Kartini, Sabtu (6/9) malam. (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu – Sanggar Seni Kalena, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako, menggelar pentas seni tahunan bertajuk Pentas Seni Kalena (PENA) di halaman Kantor RRI Palu, Jalan Kartini, Sabtu (6/9) malam.
Pentas ini sekaligus memperingati dies natalis Sanggar Seni Kalena ke-10 tahun alias satu dekade.
Baca Lainnya :
- Petugas Rutan Palu Gagalkan Penyelundupan Sabu oleh Pengunjung Bercadar
- Porkot Palu 2025: 75 Peserta Adu Kecepatan di Arena BMX
- Unik! Pengguna Knalpot Brong di Palu akan Didenda Seekor Kambing
- Atlet Muda Panjat Tebing Beradu di Porkot Palu 2025, Menuju Porprov 2026
- BI Catat Inflasi Sulteng Jadi Nomor Dua Tertinggi se-Indonesia
Sejumlah penampilan ditampilkan, mulai dari musik, tarian daerah, teater, hingga tari massal.
Ketua Umum Sanggar Seni Kalena, Rajul Fajrin Hidayatullah, mengatakan PENA menjadi agenda rutin tahunan, dimana kali ini dirangkai dengan perayaan satu dekade sanggar.
“Pena itu kegiatan tahunan dengan beberapa penampilan, ada tari, musik, teater, dan tari massal,” jelasnya kepada media ini saat diwawancarai di lokasi.
Ia menambahkan, pentas seni ini juga menjadi cara untuk memperkenalkan seni kepada masyarakat, terutama mahasiswa baru.
Sanggar Seni Kalena berharap karya seni terus hidup di kampus.
Harapannya, kata Rajul, agar sanggar tidak berhenti sampai di sini, tetapi terus melahirkan karya baru yang bisa dinikmati penikmat seni.
Acara ini disaksikan ratusan mahasiswa dan masyarakat Kota Palu.
Antusias penonton terlihat sejak awal penampilan.
Salah seorang penonton, Nuralviana Putri, menilai musik pembuka berhasil menarik perhatian.
“Kalau dari saya sebagai penonton, tadi waktu awal-awal kan musik, itu lebih menarik perhatian penonton. Saya rasa itu cara mereka buat menarik penonton,” ujarnya.
Ia juga mengaku kagum dengan detail gerak pada tarian serta pesan yang disampaikan melalui teater.
Menurutnya, seluruh rangkaian penampilan sangat menghibur.
Selain pertunjukan seni, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat dan kehadiran stan UMKM yang menjajakan produk lokal. (Rul)










