- Viral Juri Cerdas Cermat Salahkan Jawaban Benar, Wakil Ketua MPR Minta Maaf
- 62 Pasangan di Palu Kini Punya Legalitas Resmi Usai Ikut Isbat Nikah Massal
- Kabur Lintas Kota, Pendiri Ponpes Tersangka Pemerkosaan Akhirnya Ditangkap
- Ribuan Calon Jemaah Haji Sulteng Mulai Diberangkatkan ke Tanah Suci
- Didominasi Anak Muda, Penduduk Sulteng Mayoritas Berasal dari Gen Z
- Wajib Belajar 12 Tahun, Anak Putus Sekolah Kini Ditangani lewat Perpres Baru
- Pertamina Resmi Naikkan Harga BBM Non Subsidi, Dexlite Tembus Rp26 Ribu Per Liter
- Gubernur Sulteng Ingatkan Perusahaan untuk Tidak Abaikan Keselamatan Pekerja
- Hardiknas 2026, Pemerintah Dorong Penerapan Deep Learning di Satuan Pendidikan
- Pembayaran Honorer di Sulteng Ditarget Tertib dan Merata, Gubernur Pastikan Tanpa Ketimpangan
Puncak Arus Mudik di Bandara Palu Diprediksi H-3 Lebaran, Penumpang Mulai Meningkat

Keterangan Gambar : Suasana Bandara Mutiara SIS Al Jufri Palu. (Foto : Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu — Puncak arus mudik Lebaran 1447 Hijriah di Bandara Mutiara SIS Al Jufri Palu diprediksi terjadi pada H-3 menjelang Idulfitri.
Perkiraan ini mengacu pada pola pergerakan penumpang pada musim mudik tahun sebelumnya.
Baca Lainnya :
- Terminal Mamboro Capai Puncak Mudik, 433 Penumpang Diberangkatkan
- 2.216 Warga Binaan di Sulteng Diusulkan Terima Remisi Idul Fitri 2026, 7 Orang Langsung Bebas
- 64 Pelari Ikuti Balap Lari Tradisional Wahidin Ramadan Pangova di Palu
- 895 Pemudik Jalur Darat Diberangkatkan dari Palu Lewat Program Mudik Gratis
- Nelayan Filipina Terdampar di Laut Buol, Imigrasi Palu Siapkan Proses Pemulangan
Kepala Bandara Mutiara SIS Al Jufri Palu, Prasetyohadi, mengatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi lonjakan penumpang selama periode mudik.
Salah satunya dengan mengoperasikan Posko Angkutan Lebaran sejak 13 hingga 30 Maret 2026.
“Jadi dapat saya laporkan bahwa untuk kesiapan menghadapi angkutan Lebaran 2026 ini, kami sudah melaksanakan posko di bandara mulai tanggal 13 Maret sampai 30 Maret 2026,” ujarnya.
Posko terpadu tersebut melibatkan sejumlah instansi lintas sektor guna mendukung kelancaran arus mudik dan balik melalui jalur udara.
Instansi yang terlibat di antaranya BMKG Bandara, AirNav, Basarnas, kepolisian, Badan Karantina Kesehatan, hingga Balai Spektrum Frekuensi.
“Posko terpadu ini diikuti beberapa instansi terkait, contohnya dari kantor BMKG Bandara, kemudian dari AirNav Bandara, dari Basarnas, kemudian dari Polsek, dari Badan Karantina Kesehatan, kemudian dari Balai Spektrum Frekuensi, dan lain sebagainya,” jelasnya.
Sementara itu, pergerakan penumpang di Bandara Palu mulai menunjukkan peningkatan meski masih bersifat fluktuatif.
Jumlah penumpang keberangkatan saat ini tercatat berkisar antara 1.800 hingga 2.000 orang per hari.
“Ini sudah mulai meningkat tapi fluktuatif, ya. Kadang di angka 2.000 penumpang per hari untuk yang berangkat, kadang kemarin di angka 1.800,” katanya.
Meski demikian, lonjakan signifikan diperkirakan baru akan terjadi mendekati Lebaran, tepatnya pada H-3.
“Prediksi biasanya di H-3 Lebaran jika berkaca dari data tahun lalu,” tambahnya.
Hingga kini, pihak bandara juga belum menerima pengajuan penambahan penerbangan dari maskapai untuk mengakomodasi lonjakan penumpang.
“Untuk lonjakan masih belum terjadi karena memang belum ada permohonan extra flight,” ujarnya.
Prasetyohadi turut mengimbau masyarakat yang akan mudik menggunakan transportasi udara agar tetap waspada selama perjalanan, termasuk saat berada di dalam pesawat.
“Untuk imbauan, saya mengimbau kepada masyarakat pengguna pesawat udara agar lebih hati-hati dan waspada, khususnya di dalam pesawat. Karena sekarang modus-modus kejahatan itu tidak hanya terjadi di luar, tetapi kadang-kadang juga bisa terjadi di dalam pesawat. Tentu hal ini tidak kami harapkan,” pungkasnya. (Rul/Nl)




.jpg)





