- Akbar Supratman Salurkan Ribuan Paket Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Dalam Sepekan, Gempa Susulan M 6,7 di Sulteng Capai 1.318 Kali
- PTN dan PTS se-Sulteng Bangun Kolaborasi Mitigasi Bencana Berbasis Riset
- Resmi Terpilih, Dua Pelajar Asal Bangkep dan Palu Wakili Sulteng Jadi Calon Paskibraka Nasional 2026
- Enam Hari Pascagempa M 6,7, Gempa Susulan di Sulteng Tembus 1.256 Kali
- Sensus Ekonomi 2026 Digelar, Masyarakat Sulteng Diajak Beri Data Akurat
- Ratusan Skater Ramaikan Go Skateboarding Day 2026 di Palu
- Ditemukan 24 Titik Longsor di Sigi Pascagempa, BNPB Antisipasi Risiko Banjir Bandang
- Kloter Pertama Jemaah Haji Sulteng Tiba di Palu, Disambut Haru Keluarga
- Fathur Razaq Salurkan Ratusan Paket Sembako untuk Korban Gempa di Sigi
64 Pelari Ikuti Balap Lari Tradisional Wahidin Ramadan Pangova di Palu

Keterangan Gambar : Balap lari tradisional tanpa alas kaki kembali digelar di Jalan Dokter Wahidin, Kelurahan Besusu Barat, Kota Palu. (Foto : IST)
Likeindonesia.com, Palu – Balap lari tradisional tanpa alas kaki kembali digelar di Jalan Dokter Wahidin, Kelurahan Besusu Barat, Kota Palu, Sulawesi Tengah. Kegiatan yang menjadi hiburan warga saat menunggu waktu sahur ini dikemas dalam event tahunan bertajuk Wahidin Ramadan Pangova.
Memasuki penyelenggaraan tahun keempat, lomba tersebut diikuti puluhan peserta dari berbagai daerah di Sulawesi Tengah, seperti Kota Palu, Kabupaten Sigi, Parigi Moutong, Donggala, hingga Poso.
Baca Lainnya :
- 895 Pemudik Jalur Darat Diberangkatkan dari Palu Lewat Program Mudik Gratis
- Nelayan Filipina Terdampar di Laut Buol, Imigrasi Palu Siapkan Proses Pemulangan
- PFI Palu Salurkan Sembako ke Panti Asuhan dan Bagi Takjil di TPA Kawatuna
- Polresta Palu Rebus dan Musnahkan 1,9 Kg Sabu Sitaan Kurir Narkoba
- Baznas Palu Salurkan Bantuan Ramadan untuk Honorer, 230 Orang Terima Uang Tunai dan Sembako
Ketua Panitia, M. Opank, mengatakan balap lari tradisional ini tidak hanya menjadi hiburan masyarakat selama Ramadan, tetapi juga diharapkan dapat menjadi sarana menjaring bibit atlet lari bagi daerah.
“ Wahidin Ramadan Pangova ini berbeda dengan lomba lari pada umumnya, karena para peserta berlari tanpa alas kaki atau kaki telanjang di lintasan sepanjang 75 meter di Jalan Wahidin, Kota Palu,” ujar Opank, Sabtu (14/3/2026).
Dalam perlombaan tersebut, panitia membuka tiga kategori lomba yakni kategori utama, bebas, dan perempuan.
Sebanyak 64 peserta ambil bagian dan bersaing menggunakan sistem gugur.
Rangkaian perlombaan berlangsung selama tiga hari, mulai 12 hingga 14 Maret 2026.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Palu. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Palu, Bachtiar, menilai kegiatan seperti ini dapat menjadi ruang positif bagi generasi muda sekaligus berpotensi melahirkan atlet berprestasi.
“ Untuk para peserta diharapkan selalu melakukan pemanasan atau peregangan otot sebelum bertanding, apalagi olahraga ini tanpa menggunakan alas kaki, jadi akan sedikit lebih berbahaya,” imbau Bachtiar kepada para peserta.
Selain mengingatkan soal keselamatan, ia juga mengajak seluruh peserta menjaga sportivitas selama kompetisi berlangsung.
Menurutnya, menang atau kalah merupakan hal yang wajar dalam setiap pertandingan. (Rul/Nl)










