- Bantuan untuk Korban Gempa di Sulteng Bertambah, PT Donggi Senoro LNG Serahkan Kasur hingga Selimut
- Tiga Wilayah Sulteng Diguncang Gempa pada 1 Juli, Terkuat di Sigi
- Ini Daerah dengan Pengeluaran Makanan dan Minuman Jadi Tertinggi di Sulteng, Palu dan Poso Teratas
- Harganas 2026, Orang Tua di Sulteng Diminta Bijak Dampingi Anak Gunakan Gawai
- Suhu Palu Tembus 34,7 Derajat, Wagub Ajak Masyarakat Lebih Peduli Perubahan Iklim
- Palu Catat Suhu Maksimum 35 Derajat, Jadi Wilayah Terpanas Kedua di RI
- 50 Huntara Mulai Dibangun untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Akbar Supratman Salurkan Ribuan Paket Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Dalam Sepekan, Gempa Susulan M 6,7 di Sulteng Capai 1.318 Kali
- PTN dan PTS se-Sulteng Bangun Kolaborasi Mitigasi Bencana Berbasis Riset
Presiden Prabowo Tak Persoalkan Bendera One Piece, Pastikan Tak Ada Razia

Keterangan Gambar : Bendera One Piece. (Foto: Ist)
Likeindonesia.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto tidak mempermasalahkan pengibaran bendera One Piece oleh sejumlah komunitas. Pemerintah menganggapnya sebagai bentuk ekspresi kreatif yang sah dalam ruang publik.
Melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa tidak akan ada razia oleh aparat TNI maupun Polri terkait bendera bertema One Piece, termasuk menjelang peringatan HUT Ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Baca Lainnya :
- Indonesia Masuk Daftar Negara Paling Obesitas di ASEAN, Ini Datanya
- Cek Kesehatan Gratis Kini Masuk Sekolah, Sasar Puluhan Juta Siswa
- Prabowo Terbitkan Perpres, Dokter di Daerah Tertinggal Dapat Tunjangan Rp30 Juta per Bulan
- Kinaya Maulidyah Wakili Indonesia di Kejuaraan Panjat Tebing Asia 2025
- Dinilai Tak Aman, Mendikdasmen Larang Anak-anak Main Game Roblox
"Enggak ada itu (razia)," ujar Prasetyo dikutip melalui Tempo, Rabu (6/8/2025).
Ia menyebut pemerintah tidak melarang bendera One Piece selama tidak dipertentangkan dengan bendera Merah Putih.
"Kalau sebagai bentuk ekspresi ya it's okay, enggak ada masalah. Tapi jangan disandingkan atau dibenturkan dengan Merah Putih. Itu satu-satunya bendera bangsa kita," tegasnya.
Meski begitu, Prasetyo mengingatkan agar masyarakat tidak menyalahgunakan momen tersebut, terutama di bulan Agustus yang sarat dengan semangat kemerdekaan. Pemerintah ingin kesakralan bulan kemerdekaan tetap dijaga sebagai bentuk penghormatan terhadap para pahlawan. (Bim)










