- Bantuan untuk Korban Gempa di Sulteng Bertambah, PT Donggi Senoro LNG Serahkan Kasur hingga Selimut
- Tiga Wilayah Sulteng Diguncang Gempa pada 1 Juli, Terkuat di Sigi
- Ini Daerah dengan Pengeluaran Makanan dan Minuman Jadi Tertinggi di Sulteng, Palu dan Poso Teratas
- Harganas 2026, Orang Tua di Sulteng Diminta Bijak Dampingi Anak Gunakan Gawai
- Suhu Palu Tembus 34,7 Derajat, Wagub Ajak Masyarakat Lebih Peduli Perubahan Iklim
- Palu Catat Suhu Maksimum 35 Derajat, Jadi Wilayah Terpanas Kedua di RI
- 50 Huntara Mulai Dibangun untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Akbar Supratman Salurkan Ribuan Paket Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Dalam Sepekan, Gempa Susulan M 6,7 di Sulteng Capai 1.318 Kali
- PTN dan PTS se-Sulteng Bangun Kolaborasi Mitigasi Bencana Berbasis Riset
Cek Kesehatan Gratis Kini Masuk Sekolah, Sasar Puluhan Juta Siswa

Keterangan Gambar : Kementerian Kesehatan memulai program Cek Kesehatan Gratis di Sekolah (CKG Sekolah) pada Senin (04/08/2025). (Dok: Kemenkes)
Likeindonesia.com, Jakarta - Pemerintah resmi menggelar program Cek Kesehatan Gratis di Sekolah (CKG Sekolah) mulai Senin (04/08/2025). Program ini menyasar siswa dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, SMA, hingga madrasah, pesantren, SLB, dan sekolah rakyat.
Tak tanggung-tanggung, sebanyak 53,8 juta siswa ditargetkan ikut dalam program ini.
Baca Lainnya :
- Prabowo Terbitkan Perpres, Dokter di Daerah Tertinggal Dapat Tunjangan Rp30 Juta per Bulan
- Kinaya Maulidyah Wakili Indonesia di Kejuaraan Panjat Tebing Asia 2025
- Dinilai Tak Aman, Mendikdasmen Larang Anak-anak Main Game Roblox
- H4ck3dByV1N55X404
- Aturan Baru Pajak Emas Berlaku, Beli Lewat Bullion Bank Kini Kena PPh 22 Sebesar 0,25 Persen
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin menjelaskan, pelaksanaan lebih dulu dimulai di sekolah rakyat karena sistemnya yang berasrama.
“Karena sekolah rakyat itu adalah sekolah berasrama jadi kemarin kita mulainya duluan. Kita sudah melakukan cek kesehatan gratis sekolah rakyat di 72 sekolah,” ujar Budi, dikutip dari laman Kemenkes, Rabu (6/8/2025).
Dari hasil awal pemeriksaan, masalah gigi muncul sebagai keluhan paling umum di kalangan anak-anak. Masalah lain yang banyak ditemukan adalah gangguan mata dan anemia.
“Saya juga terkejut, ternyata banyak anak kita memiliki masalah gigi, mata, dan kecemasan akibat penggunaan gadget,” kata Budi.
Program CKG Sekolah tak hanya menyasar kesehatan fisik. Pemeriksaan juga mencakup kesehatan mental, seperti kecemasan dan depresi. Hal ini dianggap penting karena selama ini deteksi dini gangguan mental pada anak masih minim.
“Kita mulai ukur (tingkat) kecemasan, depresi, agar bisa ditindaklanjuti lebih awal,” jelasnya.
Program ini menyesuaikan jenis pemeriksaan dengan jenjang pendidikan. Siswa usia 7 hingga 17 tahun akan diperiksa sesuai usia dan kebutuhan masing-masing anak.
Berikut daftar pemeriksaan CKG Sekolah:
Siswa SD/Sederajat (Usia 7–12 Tahun)
- Status gizi
- Merokok (kelas 5–6)
- Tingkat aktivitas fisik (kelas 4–6)
- Tekanan darah
- Gula darah
- Tuberkulosis
- Telinga
- Mata
- Gigi
- Jiwa (kesehatan mental)
- Hati (hepatitis B)
- Kesehatan reproduksi (kelas 4–6)
- Riwayat imunisasi (kelas 1)
Siswa SMP/Sederajat (Usia 13–15 Tahun)
- Status gizi
- Merokok
- Tingkat aktivitas fisik
- Tekanan darah
- Gula darah (kelas 7)
- Tuberkulosis
- Talasemia
- Anemia (kelas 7)
- Telinga
- Mata
- Gigi
- Jiwa (kesehatan mental)
- Hati (hepatitis B dan C)
- Kesehatan reproduksi
- Riwayat imunisasi HPV (kelas 9 putri)
Siswa SMA/Sederajat (Usia 16–17 Tahun)
- Status gizi
- Merokok
- Tingkat aktivitas fisik
- Tekanan darah
- Gula darah
- Tuberkulosis
- Talasemia
- Anemia (kelas 10 putri)
- Telinga
- Mata
- Gigi
- Jiwa (kesehatan mental)
- Hati (hepatitis B dan C)
- Kesehatan reproduksi
(Nul)










