- Bantuan untuk Korban Gempa di Sulteng Bertambah, PT Donggi Senoro LNG Serahkan Kasur hingga Selimut
- Tiga Wilayah Sulteng Diguncang Gempa pada 1 Juli, Terkuat di Sigi
- Ini Daerah dengan Pengeluaran Makanan dan Minuman Jadi Tertinggi di Sulteng, Palu dan Poso Teratas
- Harganas 2026, Orang Tua di Sulteng Diminta Bijak Dampingi Anak Gunakan Gawai
- Suhu Palu Tembus 34,7 Derajat, Wagub Ajak Masyarakat Lebih Peduli Perubahan Iklim
- Palu Catat Suhu Maksimum 35 Derajat, Jadi Wilayah Terpanas Kedua di RI
- 50 Huntara Mulai Dibangun untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Akbar Supratman Salurkan Ribuan Paket Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Dalam Sepekan, Gempa Susulan M 6,7 di Sulteng Capai 1.318 Kali
- PTN dan PTS se-Sulteng Bangun Kolaborasi Mitigasi Bencana Berbasis Riset
Petugas Haji 2026 Mulai Direkrut November, Wajib Masuk Barak Sebulan

Keterangan Gambar : Petugas Haji Indonesia. (Foto: himpuh.or.id)
Likeindonesia.com, Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah akan membuka rekrutmen resmi petugas haji untuk musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi. Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, memastikan proses seleksi akan dimulai pada November 2025.
Dahnil menjelaskan, setelah lolos seleksi, para petugas akan mengikuti pelatihan intensif selama tiga hingga empat minggu di barak. Pelatihan tersebut mencakup tiga materi utama, yaitu ketahanan fisik, fikih dasar haji, serta bahasa Arab dasar.
Baca Lainnya :
- Banyak Perusahaan Enggan Rekrut Gen Z, Kemnaker: Penyebabnya Karena Soft Skill Kurang
- Tanya Soal MBG, ID Pers Istana Reporter CNN Dicabut BPMI
- Pemerintah Targetkan Pendapatan Rata-Rata Warga RI Jadi Rp 7,6 Juta Per Bulan di 2026
- Ahmad Ali Disebut Bakal Jadi Ketua Harian PSI, Hadiri Pelantikan di Jakarta
- Resmi Ditetapkan, Muhammadiyah Mulai Puasa Ramadan 2026 Tanggal 18 Februari
“Petugas itu otomatis pasti ada rekrutmen. Rencananya kita mulai di bulan November. Setelah itu, mereka akan masuk barak selama tiga sampai empat minggu untuk pelatihan,” kata Dahnil di Jakarta, Selasa (30/9), dikutip dari Antara.
Ia menekankan, ketahanan fisik menjadi salah satu fokus utama. Hal ini mengingat banyak keluhan dari jamaah terkait petugas yang kesulitan berjalan jauh atau membantu jamaah lansia.
Selain itu, pemahaman fikih dasar haji diperlukan agar petugas mampu memberikan jawaban yang benar atas pertanyaan jamaah, serta penguasaan bahasa Arab dasar untuk memudahkan komunikasi di lapangan.
“Kita ingin memastikan petugas yang dikirim memang siap lahir batin, bukan hanya secara administratif, tapi juga mental, fisik, dan kemampuan dasar lainnya,” tegasnya.
Dahnil juga mengimbau masyarakat agar tidak mempercayai informasi rekrutmen yang beredar di luar jalur resmi. Ia menegaskan, hingga saat ini, kementerian belum membuka lowongan kerja terbuka untuk petugas haji maupun ASN, karena masih dalam tahap konsolidasi dan alih tugas antar-kementerian dan lembaga.
“Kalau ada yang mengatasnamakan Kementerian Haji melakukan rekrutmen, itu hoaks,” tandasnya. (Nul/Nl)










