- 428 Gempa Terjadi di Sulteng dalam Sepekan
- Bantuan untuk Korban Gempa di Sulteng Bertambah, PT Donggi Senoro LNG Serahkan Kasur hingga Selimut
- Tiga Wilayah Sulteng Diguncang Gempa pada 1 Juli, Terkuat di Sigi
- Ini Daerah dengan Pengeluaran Makanan dan Minuman Jadi Tertinggi di Sulteng, Palu dan Poso Teratas
- Harganas 2026, Orang Tua di Sulteng Diminta Bijak Dampingi Anak Gunakan Gawai
- Suhu Palu Tembus 34,7 Derajat, Wagub Ajak Masyarakat Lebih Peduli Perubahan Iklim
- Palu Catat Suhu Maksimum 35 Derajat, Jadi Wilayah Terpanas Kedua di RI
- 50 Huntara Mulai Dibangun untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Akbar Supratman Salurkan Ribuan Paket Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Dalam Sepekan, Gempa Susulan M 6,7 di Sulteng Capai 1.318 Kali
Banyak Perusahaan Enggan Rekrut Gen Z, Kemnaker: Penyebabnya Karena Soft Skill Kurang

Keterangan Gambar : Ilustrasi skill dalam dunia kerja. (Foto: iStockphoto)
Likeindonesia.com, Jakarta – Banyak perusahaan ternyata masih menahan diri untuk merekrut generasi Z sebagai karyawan baru. Bukan karena kemampuan teknis atau latar belakang pendidikan yang tak sesuai, melainkan karena faktor soft skill yang dianggap kurang memadai.
Hal ini diungkapkan oleh Kepala Pusat Pasar Kerja Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Surya Lukita, dalam media briefing di Jakarta, Jumat (26/9/2025).
Baca Lainnya :
- Tanya Soal MBG, ID Pers Istana Reporter CNN Dicabut BPMI
- Pemerintah Targetkan Pendapatan Rata-Rata Warga RI Jadi Rp 7,6 Juta Per Bulan di 2026
- Ahmad Ali Disebut Bakal Jadi Ketua Harian PSI, Hadiri Pelantikan di Jakarta
- Resmi Ditetapkan, Muhammadiyah Mulai Puasa Ramadan 2026 Tanggal 18 Februari
- Sulteng Jadi Sentra Produksi Cengkeh Kering Terbesar di Indonesia
“Sekarang ini isunya bukan kemampuan teknis. Jadi perusahaan itu lebih melihat di soft skill-nya anak-anak pencari kerja ini yang kurang,” jelas Surya, dikutip dari Kompas.com.
Ia menambahkan, persoalan ini sering menjadi sorotan media karena cukup banyak perusahaan yang enggan memberikan kesempatan pada Gen Z.
Padahal, berdasarkan data Kemenaker, masih banyak lowongan yang hanya mensyaratkan pendidikan SMA/SMK atau sederajat.
“Masih banyak pekerjaan yang membutuhkan kualifikasi hanya sebatas SMA dan SMK. Itu masih didominasi. Cuma isunya soft skill-nya yang agak kurang. Jadi banyak yang gugur setelah interview,” ujarnya.
Sebagai catatan, soft skill mencakup kemampuan komunikasi, kerja tim, kepemimpinan, hingga adaptasi dalam berbagai situasi.
Berbeda dengan hard skill yang bisa diukur secara teknis, soft skill lebih berkaitan dengan karakter, sikap, dan kepribadian ses
eorang. (Nul/Nl)

.jpg)








