- Nama Prodi Teknik Mulai Diganti Jadi Rekayasa, Kampus Bisa Tetap Pakai Istilah Lama
- Pemerintah Siapkan Aturan Baru KPR Tenor 40 Tahun, Cicilan Rumah Disebut Bisa Lebih Murah
- Pengangguran di Palu Capai 11.577 Orang, Mayoritas Laki-laki
- Viral Juri Cerdas Cermat Salahkan Jawaban Benar, Wakil Ketua MPR Minta Maaf
- 62 Pasangan di Palu Kini Punya Legalitas Resmi Usai Ikut Isbat Nikah Massal
- Kabur Lintas Kota, Pendiri Ponpes Tersangka Pemerkosaan Akhirnya Ditangkap
- Ribuan Calon Jemaah Haji Sulteng Mulai Diberangkatkan ke Tanah Suci
- Didominasi Anak Muda, Penduduk Sulteng Mayoritas Berasal dari Gen Z
- Wajib Belajar 12 Tahun, Anak Putus Sekolah Kini Ditangani lewat Perpres Baru
- Pertamina Resmi Naikkan Harga BBM Non Subsidi, Dexlite Tembus Rp26 Ribu Per Liter
Jepang Diguncang Gempa M 7,5 Diikuti Tsunami, 90 Ribu Warga Mengungsi

Keterangan Gambar : Gempa bumi bermagnitudo 7,5 mengguncang timur laut Jepang pada Senin (8/12/2025) malam. (Foto: georitmus/X)
Likeindonesia.com, Jepang - Gempa bumi bermagnitudo 7,5 mengguncang timur laut Jepang pada Senin (8/12/2025) malam. Guncangan kuat ini memicu terjadinya tsunami dengan ketinggian antara 20 hingga 70 sentimeter di sejumlah wilayah pesisir, termasuk Hokkaido, Aomori, dan Iwate.
Badan Meteorologi Jepang (JMA) awalnya mengeluarkan peringatan tsunami setinggi 3 meter tak lama setelah gempa terjadi pada pukul 23.15 waktu setempat.
Baca Lainnya :
- Angin Puting Beliung Terjang Desa Bajugan, 8 KK Terdampak
- Pemerintah Hapus Kredit Macet UMKM yang Terdampak Banjir Bandang di Sumatra
- Durasi Reels di Instagram Bertambah, Kini Bisa 20 Menit
- Banjir Setinggi 3 Meter Lumpuhkan Aceh dan Deli Serdang, Ribuan Warga Mengungsi
- Rusia Siapkan Turnamen Piala Dunia Paralel untuk Tim yang Tak Lolos Kualifikasi FIFA Word Cup 2026
Peringatan tersebut kemudian diturunkan menjadi status siaga setelah gelombang yang muncul terpantau lebih rendah dari perkiraan.
Sedikitnya 90 ribu warga mengungsi ke lokasi aman sebagai langkah antisipasi adanya tsunami.
"Statusnya kini diturunkan menjadi siaga karena risiko banjir dan ketinggian gelombang diperkirakan lebih rendah," kata pejabat JMA dalam pengarahan Selasa (9/12/2025) dini hari, dikutip dari Reuters.
Pusat gempa berada 80 kilometer di lepas pantai Aomori, dengan kedalaman 54 kilometer. Intensitas guncangan mencapai level “6 atas” pada skala seismik Jepang di kota Hachinohe, level yang dapat membuat orang sulit berdiri dan berpotensi merusak furnitur berat.
Hingga Selasa petang, NHK melaporkan tidak ada kerusakan besar maupun korban jiwa. Beberapa warga dilaporkan luka ringan dan telah mendapat penanganan medis.
Perdana Menteri Sanae Takaichi menyebut ada tujuh orang terluka sejauh ini.
"Sampai saat ini, saya mendengar ada tujuh orang yang terluka," ujar Perdana Menteri Sanae Takaichi kepada wartawan.
Layanan kereta East Japan Railway sempat dihentikan sementara akibat gempa. JMA juga mengingatkan warga untuk tetap waspada karena gempa susulan yang lebih kuat masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Tohoku Electric Power dan Hokkaido Electric Power memastikan pembangkit listrik di wilayah terdampak tetap beroperasi aman. Beberapa wilayah sempat mengalami pemadaman, namun jumlahnya telah direvisi dari ribuan menjadi ratusan rumah. (Nul/Nl)










