- Akbar Supratman Salurkan Ribuan Paket Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Dalam Sepekan, Gempa Susulan M 6,7 di Sulteng Capai 1.318 Kali
- PTN dan PTS se-Sulteng Bangun Kolaborasi Mitigasi Bencana Berbasis Riset
- Resmi Terpilih, Dua Pelajar Asal Bangkep dan Palu Wakili Sulteng Jadi Calon Paskibraka Nasional 2026
- Enam Hari Pascagempa M 6,7, Gempa Susulan di Sulteng Tembus 1.256 Kali
- Sensus Ekonomi 2026 Digelar, Masyarakat Sulteng Diajak Beri Data Akurat
- Ratusan Skater Ramaikan Go Skateboarding Day 2026 di Palu
- Ditemukan 24 Titik Longsor di Sigi Pascagempa, BNPB Antisipasi Risiko Banjir Bandang
- Kloter Pertama Jemaah Haji Sulteng Tiba di Palu, Disambut Haru Keluarga
- Fathur Razaq Salurkan Ratusan Paket Sembako untuk Korban Gempa di Sigi
Pemerintah Hapus Kredit Macet UMKM yang Terdampak Banjir Bandang di Sumatra

Keterangan Gambar : Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: Kemenko Perekonomian)
Likeindonesia.com, Jakarta - Pemerintah memastikan penghapusan kredit macet bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang terdampak banjir bandang di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumtera Barat.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan kebijakan ini bisa diberlakukan otomatis karena regulasinya sudah tersedia.
Baca Lainnya :
- Menpora Siapkan Bantuan Alat Olahraga untuk Korban Bencana di Sumatera
- Aktor Preman Pensiun, Epy Kusnandar, Tutup Usia
- Tukang Sapu TKA Cina di IMIP Digaji Hampir Rp19 Juta per Bulan
- Durasi Reels di Instagram Bertambah, Kini Bisa 20 Menit
- Sulteng Unggul di Sulawesi, Masuk Deretan Provinsi dengan Desa Maju Terbanyak
“Ya, nanti kan kita sudah memberikan relaksasi untuk UMKM. Regulasinya sudah ada dan itu bisa berlaku otomatis,” ujar Airlangga, Kamis (4/12/2025), dikutip dari CNNIndonesia.com.
Airlangga menyebut bencana banjir bandang dipastikan menekan pertumbuhan ekonomi di tiga provinsi tersebut.
Pemerintah juga tengah menyiapkan program perbaikan infrastruktur untuk mendukung pemulihan jangka panjang.
“Pertumbuhan (ekonomi) di daerah bencana dipastikan akan turun, yaitu Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat. Nah tentu kita prihatin dengan situasi yang ada, tentu akan ada program untuk perbaikan infrastruktur, ke depannya rehabilitasi,” katanya.
Hingga Kamis (3/12/2025), BNPB melaporkan jumlah korban meninggal dunia akibat banjir bandang ini meningkat menjadi 836 orang. Rinciannya, 325 korban di Aceh, 311 korban di Sumatera Utara, dan 200 korban di Sumatera Barat.
Jumlah korban hilang juga masih tinggi, yakni 170 orang di Aceh, 127 orang di Sumatera Utara, dan 221 orang di Sumatera Barat.
Secara keseluruhan, bencana ini berdampak pada 3,2 juta penduduk dan merusak lebih dari 10.400 rumah, ratusan fasilitas umum, fasilitas kesehatan, tempat ibadah, hingga hampir 300 jembatan di tiga provinsi tersebut. (Nl/Nl)










