- Dalam Sepekan, Gempa Susulan M 6,7 di Sulteng Capai 1.318 Kali
- PTN dan PTS se-Sulteng Bangun Kolaborasi Mitigasi Bencana Berbasis Riset
- Resmi Terpilih, Dua Pelajar Asal Bangkep dan Palu Wakili Sulteng Jadi Calon Paskibraka Nasional 2026
- Enam Hari Pascagempa M 6,7, Gempa Susulan di Sulteng Tembus 1.256 Kali
- Sensus Ekonomi 2026 Digelar, Masyarakat Sulteng Diajak Beri Data Akurat
- Ratusan Skater Ramaikan Go Skateboarding Day 2026 di Palu
- Ditemukan 24 Titik Longsor di Sigi Pascagempa, BNPB Antisipasi Risiko Banjir Bandang
- Kloter Pertama Jemaah Haji Sulteng Tiba di Palu, Disambut Haru Keluarga
- Fathur Razaq Salurkan Ratusan Paket Sembako untuk Korban Gempa di Sigi
- Menkum Supratman Siap Hibahkan Tanah Pribadi di Sulteng untuk Sekolah Rakyat
Tukang Sapu TKA Cina di IMIP Digaji Hampir Rp19 Juta per Bulan

Keterangan Gambar : ks karyawan PT IMIP mengungkap fakta soal gaji tukang sapu TKA asal Cina dalam wawancara eksklusif bersama Aiman Witjaksono di program Rakyat Bersuara "Ada Bandara
Likeindonesia.com, Palu - Eks karyawan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) mengungkap fakta soal gaji tukang sapu tenaga kerja asing (TKA) asal Cina yang ternyata mencapai 8.000 Yuan, atau setara hampir Rp19 juta per bulan.
Hal itu ia sampaikan dalam wawancara eksklusif bersama Aiman Witjaksono di program Rakyat Bersuara bertajuk Ada Bandara 'Hantu', Tanpa Otoritas Negara? di iNews, Selasa (2/12/2025).
Baca Lainnya :
- 13 Ribu Lebih Warga Sulteng Terindikasi Terlibat Judi Online, Transaksi Capai Rp21 Miliar
- Pengurus KONI Sulteng Periode 2025–2029 Resmi Dilantik
- Durasi Reels di Instagram Bertambah, Kini Bisa 20 Menit
- 373 Atlet Bersaing di Kejurprov Badminton Sulteng 2025, Rebut Piala Gubernur
- Sulteng Unggul di Sulawesi, Masuk Deretan Provinsi dengan Desa Maju Terbanyak
“Saya nanya lewat penerjemah, 'Senang tidak kerja di Indonesia?', dia jawab, 'Senang sekali'. Mereka digaji sekitar 8.000 yuan,” ujar pria yang tidak disebutkan namanya tersebut, dikutip dari iNews.id.
Dalam kurs per Selasa (2/12/2025), 1 Yuan setara Rp2.350. Jika dikonversi ke dalam rupiah, gaji 8.000 Yuan tersebut menjadi Rp18.805.640 atau hampir Rp19 juta per bulan.
Ia menjelaskan, pembayaran gaji bagi TKA itu dilakukan dua kali dalam sebulan, dengan pola 50 persen untuk keluarga di Cina dan separuhnya lagi diterima langsung oleh para pekerja dalam nominal rupiah.
Menurutnya, jumlah tukang sapu TKA Cina di IMIP bisa mencapai ratusan orang.
“Banyak SDM digunakan tukang sapu pakai caping nyapu, pakai sapu besar nyapu jalanan,” ujarnya menggambarkan situasi di lapangan.
Pria tersebut menambahkan, kebijakan merekrut tenaga kerja asal Cina hingga level terendah merupakan bentuk komitmen perusahaan dengan pemerintah Cina.
“Saat kita di dalam kita diskusi dengan IW, salah satu direktur operasional di sana. Pada waktu itu beliau sampaikan bahwa mereka punya komitmen dengan pemerintah Cina untuk membawa SDM. Mereka itu cover SDM yang produktif tapi tidak bekerja, tidak terserap di negaranya. Jadi semua pengusaha Cina di seluruh dunia diwajibkan pekerjakan para warga negara sampai level paling bawah,” ungkapnya. (Nul/Nl)










