- Bantuan untuk Korban Gempa di Sulteng Bertambah, PT Donggi Senoro LNG Serahkan Kasur hingga Selimut
- Tiga Wilayah Sulteng Diguncang Gempa pada 1 Juli, Terkuat di Sigi
- Ini Daerah dengan Pengeluaran Makanan dan Minuman Jadi Tertinggi di Sulteng, Palu dan Poso Teratas
- Harganas 2026, Orang Tua di Sulteng Diminta Bijak Dampingi Anak Gunakan Gawai
- Suhu Palu Tembus 34,7 Derajat, Wagub Ajak Masyarakat Lebih Peduli Perubahan Iklim
- Palu Catat Suhu Maksimum 35 Derajat, Jadi Wilayah Terpanas Kedua di RI
- 50 Huntara Mulai Dibangun untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Akbar Supratman Salurkan Ribuan Paket Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Dalam Sepekan, Gempa Susulan M 6,7 di Sulteng Capai 1.318 Kali
- PTN dan PTS se-Sulteng Bangun Kolaborasi Mitigasi Bencana Berbasis Riset
Jalani Proker SABASA, Mahasiswa KKN Untad Ubah Limbah Jadi Rupiah

Keterangan Gambar : Mahasiswa KKN 114 FEB 2 Untad bekerja sama dengan Bank Sampah Kabelotapura melaksanakan program kerja bertajuk “Sahabat Bank Sampah (SABASA)”, di Bank Sampah Kabelotapura, Jl. Juang 3, Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, pada Sabtu (22/11). (Foto: IST)
Likeindonesia.com, Palu – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 114 FEB 2 Universitas Tadulako (Untad) bekerja sama dengan Bank Sampah Kabelotapura melaksanakan program kerja (proker) bertajuk “Sahabat Bank Sampah (SABASA)”. Kegiatan ini berlangsung di Bank Sampah Kabelotapura, Jl. Juang 3, Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, pada Sabtu (22/11).
Program SABASA hadir sebagai upaya nyata untuk meningkatkan kesadaran civitas akademika dan masyarakat dalam pemanfaatan sampah. Sampah yang selama ini dianggap tidak bernilai, ternyata bisa diubah menjadi barang ekonomis dengan nilai jual yang bisa dikonversi menjadi uang atau manfaat lainnya.
Baca Lainnya :
- Inspektorat Palu Telusuri Dugaan PPPK Siluman Lewat Verifikasi Regulasi dan Administrasi
- Warisan Ramuan 24 Bahan Obat Kaili yang Mulai Redup Dihidupkan Kembali Lewat Workshop Lingkao
- Aliansi Honorer Desak Pemkot Palu Perjuangkan PPPK Paruh Waktu
- Mangrovers Palu Desak Kepastian Hukum Status Kawasan Rehabilitasi Mangrove di Teluk Palu
- Palu Bakal Jadi yang Pertama, Bapemperda DPRD Matangkan Ranperda Khusus Pendidikan Kebencanaan
Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKN melakukan pengumpulan, pemilahan, dan penyetoran sampah. Menariknya, dari hasil tiga kali penyetoran sampah berupa botol air mineral bekas, mahasiswa berhasil menukarkan sampah tersebut dengan sejumlah uang.
Meity Ferdiana Paskual, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), menjelaskan bahwa program SABASA bukan hanya sekadar kegiatan, tetapi juga gerakan untuk membangun budaya peduli lingkungan.
“Kami ingin menunjukkan bahwa sampah bisa menjadi sahabat yang memberi manfaat, baik secara ekonomi maupun lingkungan,” ujarnya.
Bank Sampah Kabelotapura menyambut baik kolaborasi ini. Mereka menilai keterlibatan mahasiswa dapat memperkuat edukasi kepada masyarakat sekaligus memperluas jaringan nasabah bank sampah di Kota Palu.
Dengan adanya program SABASA, diharapkan masyarakat semakin terdorong untuk aktif memilah dan menyetorkan sampah ke bank sampah. Selain menciptakan lingkungan yang lebih bersih, kegiatan ini juga membuka peluang ekonomi baru bagi warga sekitar. (Nul/Nl)










