- Nama Prodi Teknik Mulai Diganti Jadi Rekayasa, Kampus Bisa Tetap Pakai Istilah Lama
- Pemerintah Siapkan Aturan Baru KPR Tenor 40 Tahun, Cicilan Rumah Disebut Bisa Lebih Murah
- Pengangguran di Palu Capai 11.577 Orang, Mayoritas Laki-laki
- Viral Juri Cerdas Cermat Salahkan Jawaban Benar, Wakil Ketua MPR Minta Maaf
- 62 Pasangan di Palu Kini Punya Legalitas Resmi Usai Ikut Isbat Nikah Massal
- Kabur Lintas Kota, Pendiri Ponpes Tersangka Pemerkosaan Akhirnya Ditangkap
- Ribuan Calon Jemaah Haji Sulteng Mulai Diberangkatkan ke Tanah Suci
- Didominasi Anak Muda, Penduduk Sulteng Mayoritas Berasal dari Gen Z
- Wajib Belajar 12 Tahun, Anak Putus Sekolah Kini Ditangani lewat Perpres Baru
- Pertamina Resmi Naikkan Harga BBM Non Subsidi, Dexlite Tembus Rp26 Ribu Per Liter
Jalani Proker SABASA, Mahasiswa KKN Untad Ubah Limbah Jadi Rupiah

Keterangan Gambar : Mahasiswa KKN 114 FEB 2 Untad bekerja sama dengan Bank Sampah Kabelotapura melaksanakan program kerja bertajuk “Sahabat Bank Sampah (SABASA)”, di Bank Sampah Kabelotapura, Jl. Juang 3, Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, pada Sabtu (22/11). (Foto: IST)
Likeindonesia.com, Palu – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 114 FEB 2 Universitas Tadulako (Untad) bekerja sama dengan Bank Sampah Kabelotapura melaksanakan program kerja (proker) bertajuk “Sahabat Bank Sampah (SABASA)”. Kegiatan ini berlangsung di Bank Sampah Kabelotapura, Jl. Juang 3, Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, pada Sabtu (22/11).
Program SABASA hadir sebagai upaya nyata untuk meningkatkan kesadaran civitas akademika dan masyarakat dalam pemanfaatan sampah. Sampah yang selama ini dianggap tidak bernilai, ternyata bisa diubah menjadi barang ekonomis dengan nilai jual yang bisa dikonversi menjadi uang atau manfaat lainnya.
Baca Lainnya :
- Inspektorat Palu Telusuri Dugaan PPPK Siluman Lewat Verifikasi Regulasi dan Administrasi
- Warisan Ramuan 24 Bahan Obat Kaili yang Mulai Redup Dihidupkan Kembali Lewat Workshop Lingkao
- Aliansi Honorer Desak Pemkot Palu Perjuangkan PPPK Paruh Waktu
- Mangrovers Palu Desak Kepastian Hukum Status Kawasan Rehabilitasi Mangrove di Teluk Palu
- Palu Bakal Jadi yang Pertama, Bapemperda DPRD Matangkan Ranperda Khusus Pendidikan Kebencanaan
Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKN melakukan pengumpulan, pemilahan, dan penyetoran sampah. Menariknya, dari hasil tiga kali penyetoran sampah berupa botol air mineral bekas, mahasiswa berhasil menukarkan sampah tersebut dengan sejumlah uang.
Meity Ferdiana Paskual, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), menjelaskan bahwa program SABASA bukan hanya sekadar kegiatan, tetapi juga gerakan untuk membangun budaya peduli lingkungan.
“Kami ingin menunjukkan bahwa sampah bisa menjadi sahabat yang memberi manfaat, baik secara ekonomi maupun lingkungan,” ujarnya.
Bank Sampah Kabelotapura menyambut baik kolaborasi ini. Mereka menilai keterlibatan mahasiswa dapat memperkuat edukasi kepada masyarakat sekaligus memperluas jaringan nasabah bank sampah di Kota Palu.
Dengan adanya program SABASA, diharapkan masyarakat semakin terdorong untuk aktif memilah dan menyetorkan sampah ke bank sampah. Selain menciptakan lingkungan yang lebih bersih, kegiatan ini juga membuka peluang ekonomi baru bagi warga sekitar. (Nul/Nl)










