Bandara Mutiara SIS Aljufri Palu Gelar Simulasi Penanggulangan Keadaan Darurat

By Inul Irfani 18 Des 2025, 12:25:23 WIB Daerah
Bandara Mutiara SIS Aljufri Palu Gelar Simulasi Penanggulangan Keadaan Darurat

Keterangan Gambar : Bandara Mutiara SIS Aljufri Palu menggelar simulasi insiden pesawat ATR 72-600 rute Morowali–Palu, Kamis (18/12/2025). (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)


Likeindonesia.com, Palu – Bandara Mutiara SIS Aljufri Palu menggelar simulasi penanggulangan keadaan darurat pertolongan kecelakaan penerbangan dan pemadaman kebakaran, pada Kamis (18/12/2025).


Latihan ini mensimulasikan insiden pesawat ATR 72-600 rute Morowali–Palu yang mengalami gangguan saat pendaratan akibat cross wind atau angin samping yang kuat di runway.

Baca Lainnya :


Dalam skenario tersebut, pilot melaporkan terjadinya deviasi saat fase akhir pendaratan kepada menara pengatur lalu lintas udara.


Menyikapi laporan itu, air traffic control menetapkan kondisi darurat dan mengaktifkan prosedur penanggulangan keadaan darurat bandara.


Kepala Bandara Mutiara SIS Aljufri Palu, Prasetiyohadi, mengatakan latihan ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun untuk menguji kesiapan seluruh unsur bandara.


“Ini kan merupakan latihan yang sudah dilaksanakan setiap tahun, dimana untuk penanganan peralatan karena memang ini simulasinya untuk pesawat tipe wings,” ujar Prasetiyohadi.


Ia menjelaskan, simulasi tersebut tidak hanya menguji prosedur, tetapi juga mengukur ketepatan waktu respons peralatan dan kesiapsiagaan personel di lapangan.


Prasetiyohadi menyebut latihan ini bertujuan menguji performance ketepatan waktu peralatan, serta kesiapsiagaan seluruh petugas dalam menangani situasi darurat, termasuk penggunaan tangga evakuasi dan penanganan potensi huru-hara.


Dalam simulasi penanganan korban, data yang digunakan menunjukkan satu orang meninggal dunia, dua orang mengalami luka berat, sembilan luka sedang, delapan belas luka ringan, dan tiga puluh empat penumpang dinyatakan selamat. 


Tim medis melakukan evakuasi dan penanganan sesuai tingkat cedera masing-masing korban.


Selain kecelakaan pesawat, latihan juga mencakup pengamanan bandara dari gangguan massa. Tercatat empat orang massa berhasil memaksa masuk ke area koleksi korban dan satu orang provokator diamankan oleh petugas gabungan TNI Polri dan personel intelijen.


Prasetiyohadi menegaskan, hasil evaluasi dari latihan ini menekankan pentingnya kesiapsiagaan seluruh unsur bandara dalam menghadapi situasi darurat.


“Evaluasinya intinya bahwa kami harus selalu siap sedia tanggap untuk penanganan apabila terjadi kejadian luar biasa baik incident maupun accident yang melibatkan pesawat dan juga penumpang,” kata Prasetiyohadi.


Simulasi ini menjadi bagian dari upaya memastikan kesiapan prosedur, personel, dan peralatan Bandara Mutiara SIS Aljufri Palu dalam menghadapi insiden penerbangan, dengan prioritas utama pada keselamatan penumpang dan penanganan yang cepat serta terkoordinasi. (Rul/Nl)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.