- Bantuan untuk Korban Gempa di Sulteng Bertambah, PT Donggi Senoro LNG Serahkan Kasur hingga Selimut
- Tiga Wilayah Sulteng Diguncang Gempa pada 1 Juli, Terkuat di Sigi
- Ini Daerah dengan Pengeluaran Makanan dan Minuman Jadi Tertinggi di Sulteng, Palu dan Poso Teratas
- Harganas 2026, Orang Tua di Sulteng Diminta Bijak Dampingi Anak Gunakan Gawai
- Suhu Palu Tembus 34,7 Derajat, Wagub Ajak Masyarakat Lebih Peduli Perubahan Iklim
- Palu Catat Suhu Maksimum 35 Derajat, Jadi Wilayah Terpanas Kedua di RI
- 50 Huntara Mulai Dibangun untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Akbar Supratman Salurkan Ribuan Paket Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Dalam Sepekan, Gempa Susulan M 6,7 di Sulteng Capai 1.318 Kali
- PTN dan PTS se-Sulteng Bangun Kolaborasi Mitigasi Bencana Berbasis Riset
Pengusulan Datu Pamusu Terus Berlanjut, Masuk Tahap Seminar Tingkat Provinsi

Keterangan Gambar : Pemkab Sigi bersama Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) menggelar seminar pengusulan calon Pahlawan Nasional tingkat Provinsi Sulawesi Tengah, Rabu (17/12) pagi, di Aula Kantor Bupati Sigi. (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Sigi – Proses pengusulan Datu Pamusu sebagai calon Pahlawan Nasional terus berlanjut.
Pemerintah Kabupaten Sigi bersama Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) menggelar seminar pengusulan calon Pahlawan Nasional tingkat Provinsi Sulawesi Tengah, Rabu (17/12) pagi, di Aula Kantor Bupati Sigi.
Baca Lainnya :
- Sulteng Tercatat Paling Banyak Alami Kejahatan Lingkungan di Sulawesi
- Viral Kisah Anca: Pemuda Banggai yang Hilang 3 Tahun, Ternyata Bertahan Hidup di Hutan Jawa Barat
- BMKG Peringatkan Puncak Musim Hujan di Sulteng, Curah Hujan Tinggi hingga Januari 2026
- Public Hearing Reformasi Polri di Palu Serap Masukan Akademisi dan Tokoh Masyarakat
- Abcandra Akbar Serahkan Bantuan Alat dan Mesin Pertanian di Desa Sidondo IV, Sigi
Seminar ini menjadi bagian dari tahapan penting dalam rangkaian pengusulan, sebelum berkas diajukan ke Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) di Kementerian Sosial.
Fokus utama kajian diarahkan pada biografi serta rekam jejak perjuangan Datu Pamusu dalam melawan kolonialisme.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sigi, Nuim Hayat, mengatakan pemerintah daerah mendukung penuh pengusulan tokoh daerah menjadi Pahlawan Nasional.
Ia menjelaskan, sebelumnya TP2GD Kabupaten Sigi telah melakukan seleksi terhadap puluhan tokoh perjuangan di daerah tersebut.
“Selanjutnya dari 19 tokoh ini ada satu tokoh Datu Pamusu yang coba didorong ke pahlawan nasional karena menurut referensi dari teman-teman, penelitian, kemudian penelusuran rekam jejak yang bersangkutan, tokoh kita atau orang tua kita ini sangat layak untuk diusulkan menjadi pahlawan nasional,” ujar Nuim Hayat.
Menurut Nuim, Datu Pamusu dipilih dari 19 tokoh yang telah melalui uji ketokohan dan ditetapkan sebagai pahlawan daerah.
Pemerintah daerah, kata dia, memberikan dukungan penuh terhadap seluruh tahapan pengusulan yang kini telah masuk ke level provinsi.
Ia juga menyebut, kehadiran tim dari pusat dalam seminar tersebut menjadi sinyal bahwa pengusulan Datu Pamusu mendapat perhatian.
Proses selanjutnya akan terus dikawal hingga ke tingkat nasional.
Sementara itu, Guru Besar Sejarah Universitas Indonesia, Prof. Dr. Susanto Zuhdi, M.Hum, menilai pengusulan Datu Pamusu sebagai calon Pahlawan Nasional menarik sekaligus menantang karena harus memenuhi kriteria ketat yang telah ditetapkan negara.
Ia menjelaskan, Datu Pamusu merupakan Raja Dolo yang sejak usia muda telah terlibat dalam berbagai perlawanan terhadap kolonial.
“Tokoh ini menurut saya menarik dan menantang juga untuk kita coba ungkap apa perannya, karena perjuangannya panjang,” kata Susanto.
Susanto menilai, perjuangan Datu Pamusu tidak hanya bersifat lokal.
Pada periode pergerakan nasional, Datu Pamusu tercatat sebagai pendiri Sarekat Islam, yang menunjukkan pergeseran peran dari tokoh kedaerahan menuju tokoh kebangsaan.
“Dia sudah melampaui ikatan kedaerahannya, ikatan rasa kedaerahannya sudah masuk ke suatu konsep kebangsaan, jadi dia tokoh kebangsaan dari Sulawesi Tengah, dari lokal ke nasional,” ujar Susanto.
Menurutnya, sikap Datu Pamusu yang melawan kolonialisme membuatnya dianggap berbahaya oleh pemerintah kolonial, hingga akhirnya ditangkap dan dibuang ke Ternate agar tidak lagi memengaruhi rakyat di daerah asalnya.
Susanto menegaskan, jika seluruh persyaratan sumber sejarah dapat dipenuhi, termasuk arsip dan bukti pendukung, maka Datu Pamusu memiliki peluang untuk memenuhi kriteria sebagai Pahlawan Nasional saat diuji di tingkat pusat.
Hasil seminar tingkat provinsi ini akan menjadi bagian dari kelengkapan dokumen sebelum diajukan ke TP2GP Kementerian Sosial.
Jika seluruh tahapan berjalan sesuai ketentuan, pengusulan Datu Pamusu akan melangkah ke proses penilaian nasional menuju penetapan gelar Pahlawan Nasional. (Rul/Nl)










