- Harganas 2026, Orang Tua di Sulteng Diminta Bijak Dampingi Anak Gunakan Gawai
- Suhu Palu Tembus 34,7 Derajat, Wagub Ajak Masyarakat Lebih Peduli Perubahan Iklim
- Palu Catat Suhu Maksimum 35 Derajat, Jadi Wilayah Terpanas Kedua di RI
- 50 Huntara Mulai Dibangun untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Akbar Supratman Salurkan Ribuan Paket Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Dalam Sepekan, Gempa Susulan M 6,7 di Sulteng Capai 1.318 Kali
- PTN dan PTS se-Sulteng Bangun Kolaborasi Mitigasi Bencana Berbasis Riset
- Resmi Terpilih, Dua Pelajar Asal Bangkep dan Palu Wakili Sulteng Jadi Calon Paskibraka Nasional 2026
- Enam Hari Pascagempa M 6,7, Gempa Susulan di Sulteng Tembus 1.256 Kali
- Sensus Ekonomi 2026 Digelar, Masyarakat Sulteng Diajak Beri Data Akurat
Harganas 2026, Orang Tua di Sulteng Diminta Bijak Dampingi Anak Gunakan Gawai

Keterangan Gambar : Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid saat memimpin upacara Harganas 2026 di Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah, Senin (30/6/2026). (Foto: Biro Adpim Pemprov Sulteng)
Likeindonesia.com, PALU – Momentum Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026 dimanfaatkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mendampingi anak, terutama di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid mengajak para orang tua agar lebih bijak mengawasi penggunaan gawai oleh anak.
Baca Lainnya :
- Suhu Palu Tembus 34,7 Derajat, Wagub Ajak Masyarakat Lebih Peduli Perubahan Iklim
- Palu Catat Suhu Maksimum 35 Derajat, Jadi Wilayah Terpanas Kedua di RI
- 50 Huntara Mulai Dibangun untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Dalam Sepekan, Gempa Susulan M 6,7 di Sulteng Capai 1.318 Kali
- PTN dan PTS se-Sulteng Bangun Kolaborasi Mitigasi Bencana Berbasis Riset
Menurutnya, pengasuhan yang lemah dan minimnya interaksi dalam keluarga dapat memicu berbagai persoalan sosial, mulai dari perundungan, tawuran, hingga kekerasan di kalangan remaja.
Dalam amanat Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN yang dibacakan gubernur, keluarga disebut sebagai benteng pertama dalam menghadapi berbagai tantangan zaman, termasuk disrupsi digital yang semakin memengaruhi kehidupan anak.
“Ketangguhan keluarga bukan lagi sebuah pilihan, melainkan keharusan. Dari keluarga yang kuat akan lahir generasi yang mampu menghadapi berbagai tantangan masa depan,” ujar Anwar Hafid saat memimpin upacara Harganas 2026 di Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah, Senin (30/6/2026).
Selain itu, Anwar Hafid juga mengingatkan pentingnya kehadiran ayah dalam proses pengasuhan. Sesuai tema Harganas tahun ini, “Ayah Wajib Hadir”, kehadiran seorang ayah tidak hanya diukur dari kemampuannya memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, tetapi juga melalui kedekatan emosional, perhatian, pendampingan, dan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari. (nul)









